Cari disini...
Seputarfakta.com - Sahrul -
Figur
Vokalis band plat merah, Juzlizar Rakhman (Foto: Instagram platmerah_management)
Terkadang tak sedikit orang rela meninggalkan pekerjaan karena ingin sukses dari hobi yang ditekuni. Tapi sosok satu ini berbeda. Meski berporfesi sebagai pegawai pemerintahan, tak menghalangi mimpinya yang juga ingin sukses dari hobi di bidang musik.
Dia adalah Juzlizar Rakhman seorang pria yang lahir dan tumbuh besar di Kabupaten Paser, berprofesi sebagai pegawai pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) sejak 2003, punya hobi bermusik semenjak bangku perkuliahan.
Jika mendengar kata pelat merah, pasti yang pertama kali muncul di benak kita adalah sebuah pelat kendaraan inventaris milik pemerintah. Uniknya nama itu digunakan untuk menamai sebuah band.
Band itulah wadah bagi pria yang kerap di sapa Zul ini menyalurkan kegemarannya di bidang musik dan mulai bergabung pada tahun 2006 bersama empat orang kawan-kawannya.
Plat merah bukanlah nama pertama band tersebut, Zul merupakan sosok pencetus nama plat merah dari yang sebelumnya bernama instansi band.
Nama itu berganti sebab band itu selalu mengalami kondisi terpuruk yang kerap vakum, sehingga tepatnya pada 2017 muncul ide Zul untuk mengubah nama band tersebut.
Nama plat merah digunakan sebab mayoritas personel band itu terdiri dari kalangan pegawai pemerintahan di PPU.
“Keadaanya saat itu band sering pasif, jadi muncul ide saya untuk mengganti namanya, ide muncul karena ada band di Surabaya bernama plat L, jadi band saya kasih nama plat merah,” kata Zul, Minggu (9/6/2024).
Hingga sampai saat ini band plat merah cukup dikenal di kalangan masyarakat PPU hingga sering tampil di event-event dalam daerah hingga paling jauh pernah tampil di event Kaltim Expo.
Band tempat zul menggeluti musik bahkan pernah tampil satu panggung bersama Slank saat ia menyelenggarakan event musik di PPU pada tahun 2014 dan pernah satu panggung dengan Wali Band pada tahun 2015.
Dari situlah band plat merah mulai eksis hingga sekarang. Zul merupakan seorang musikus tulen, ia pandai memainkan bass bahkan bisa menjadi vokalis.
Band plat merah sendiri bergendre Rock n Roll dan musik Pop dengan membawakan lagu-lagu yang yang dikenal dari band genre Rock n Roll dan Pop.
“Kami masih belum memikirkan untuk menciptakan sebuah lagu, jadi saat ini yang kami bawakan hanya lagu-lagu yang kami kenal saja,” tutur pria kelahiran 1980 ini.
Band ini pertama kali dibentuk pada tahun 2004 yang digagas oleh Hatta, Surihardi, Gafur, dan almarhum Totok. Sementara Zul dan satu orang lagi yang juga bernama Gafur bergabung sebagai personel baru.
Band yang sudah berusia 18 tahun ini, rupanya juga punya lika-liku sebelum kerap manggung di event-event dan mulai dikenal khalayak masyarakat PPU.
Zul adalah sang juru penyelamat ketika band ini mulai vakum karena dilanda musibah kebakaran yang hampir menghanguskan seluruh alat musik band miliknya serta satu personel band yang mengalami sakit-sakitan.
“Pada saat itu tahun 2009 ada kebakaran, alat band kami yang selamat hanya satu bass dan satu gitar elektrik, akhirnya kami stagnan, satu teman kami juga waktu itu lagi sering sakit-sakitan,” terang Zul yang juga menjabat sebagai pegawai eselon III Pemkab PPU.
Meski begitu, Zul tetap bersikukuh untuk tetap memperjuangkan band agar turut kembali aktif ditengah kondisi stagnan.
Saat para personel band vakum, pada tahun 2010 Zul mulai kembali merintis band sebagai bassist bersama satu orang personel baru sebagai gitaris dan sudah mulai tampil saat ada event.
“Saat itu kami hanya berdua sama Doni kawan saya, meskipun saat itu saya juga sibuk dipekerjaan tetap saja saya sisihkan waktu untuk mengisi acara bila ada event,” ujarnya.
Seiring perjalanan waktu, personel band bertambah dua orang posisi drumer dan gitaris, namun meskipun personel bertambah, band tersebut tetap saja dalam kondisi terpuruk, sebab drumer mulai vakum dan hengkang karena kesibukan urusan pekerjaan.
Kemudian pada tahun 2014 personil band turut kembali bertambah, mengisi posisi personel band yang kosong.
Adapun komposisi baru personel band plat merah, yakni Juzlizar Rakhman sebagai vokalis, Doni Siraid gitaris, Eliyamin gitaris, Yeri bassist, Reza drumer.
Mulai dari 2014 hingga 2017 semenjak nama band berubah, band plat merah sudah mulai aktif kembali sampai saat ini, terakhir tampil saat diundang oleh KPU PPU pada acara pelucuran Pilkada 2024.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Sahrul -
Figur

Vokalis band plat merah, Juzlizar Rakhman (Foto: Instagram platmerah_management)
Terkadang tak sedikit orang rela meninggalkan pekerjaan karena ingin sukses dari hobi yang ditekuni. Tapi sosok satu ini berbeda. Meski berporfesi sebagai pegawai pemerintahan, tak menghalangi mimpinya yang juga ingin sukses dari hobi di bidang musik.
Dia adalah Juzlizar Rakhman seorang pria yang lahir dan tumbuh besar di Kabupaten Paser, berprofesi sebagai pegawai pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) sejak 2003, punya hobi bermusik semenjak bangku perkuliahan.
Jika mendengar kata pelat merah, pasti yang pertama kali muncul di benak kita adalah sebuah pelat kendaraan inventaris milik pemerintah. Uniknya nama itu digunakan untuk menamai sebuah band.
Band itulah wadah bagi pria yang kerap di sapa Zul ini menyalurkan kegemarannya di bidang musik dan mulai bergabung pada tahun 2006 bersama empat orang kawan-kawannya.
Plat merah bukanlah nama pertama band tersebut, Zul merupakan sosok pencetus nama plat merah dari yang sebelumnya bernama instansi band.
Nama itu berganti sebab band itu selalu mengalami kondisi terpuruk yang kerap vakum, sehingga tepatnya pada 2017 muncul ide Zul untuk mengubah nama band tersebut.
Nama plat merah digunakan sebab mayoritas personel band itu terdiri dari kalangan pegawai pemerintahan di PPU.
“Keadaanya saat itu band sering pasif, jadi muncul ide saya untuk mengganti namanya, ide muncul karena ada band di Surabaya bernama plat L, jadi band saya kasih nama plat merah,” kata Zul, Minggu (9/6/2024).
Hingga sampai saat ini band plat merah cukup dikenal di kalangan masyarakat PPU hingga sering tampil di event-event dalam daerah hingga paling jauh pernah tampil di event Kaltim Expo.
Band tempat zul menggeluti musik bahkan pernah tampil satu panggung bersama Slank saat ia menyelenggarakan event musik di PPU pada tahun 2014 dan pernah satu panggung dengan Wali Band pada tahun 2015.
Dari situlah band plat merah mulai eksis hingga sekarang. Zul merupakan seorang musikus tulen, ia pandai memainkan bass bahkan bisa menjadi vokalis.
Band plat merah sendiri bergendre Rock n Roll dan musik Pop dengan membawakan lagu-lagu yang yang dikenal dari band genre Rock n Roll dan Pop.
“Kami masih belum memikirkan untuk menciptakan sebuah lagu, jadi saat ini yang kami bawakan hanya lagu-lagu yang kami kenal saja,” tutur pria kelahiran 1980 ini.
Band ini pertama kali dibentuk pada tahun 2004 yang digagas oleh Hatta, Surihardi, Gafur, dan almarhum Totok. Sementara Zul dan satu orang lagi yang juga bernama Gafur bergabung sebagai personel baru.
Band yang sudah berusia 18 tahun ini, rupanya juga punya lika-liku sebelum kerap manggung di event-event dan mulai dikenal khalayak masyarakat PPU.
Zul adalah sang juru penyelamat ketika band ini mulai vakum karena dilanda musibah kebakaran yang hampir menghanguskan seluruh alat musik band miliknya serta satu personel band yang mengalami sakit-sakitan.
“Pada saat itu tahun 2009 ada kebakaran, alat band kami yang selamat hanya satu bass dan satu gitar elektrik, akhirnya kami stagnan, satu teman kami juga waktu itu lagi sering sakit-sakitan,” terang Zul yang juga menjabat sebagai pegawai eselon III Pemkab PPU.
Meski begitu, Zul tetap bersikukuh untuk tetap memperjuangkan band agar turut kembali aktif ditengah kondisi stagnan.
Saat para personel band vakum, pada tahun 2010 Zul mulai kembali merintis band sebagai bassist bersama satu orang personel baru sebagai gitaris dan sudah mulai tampil saat ada event.
“Saat itu kami hanya berdua sama Doni kawan saya, meskipun saat itu saya juga sibuk dipekerjaan tetap saja saya sisihkan waktu untuk mengisi acara bila ada event,” ujarnya.
Seiring perjalanan waktu, personel band bertambah dua orang posisi drumer dan gitaris, namun meskipun personel bertambah, band tersebut tetap saja dalam kondisi terpuruk, sebab drumer mulai vakum dan hengkang karena kesibukan urusan pekerjaan.
Kemudian pada tahun 2014 personil band turut kembali bertambah, mengisi posisi personel band yang kosong.
Adapun komposisi baru personel band plat merah, yakni Juzlizar Rakhman sebagai vokalis, Doni Siraid gitaris, Eliyamin gitaris, Yeri bassist, Reza drumer.
Mulai dari 2014 hingga 2017 semenjak nama band berubah, band plat merah sudah mulai aktif kembali sampai saat ini, terakhir tampil saat diundang oleh KPU PPU pada acara pelucuran Pilkada 2024.
(Sf/Rs)