Cari disini...
Figur
Hamsi, mantan honorer yang kini jadi anggota DPRD Paser. (Istimewa)
Setahun lalu, sekadar membayangkan saja untuk bisa duduk sebagai wakil rakyat, tak berani dilakukan sosok satu ini. Alasannya jelas, ia bukan tokoh publik, pengusaha terkenal atau orang dengan banyak pengikut.
Ia adalah Hamsi. Selama belasan tahun, menghabiskan waktunya untuk mengabdi sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer, di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Paser.
Saat itu, Hamsi adalah kita. Orang biasa yang bekerja dan menunaikan kewajibannya sebagai aparatur negara. Tapi, semua berubah ketika kesempatan menjadi seorang legislator datang. Dengan percaya diri, pria berusia 38 tahun itu, ikut bersaing memperebutkan kursi DPRD Paser di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, lalu.
Sebagai pendatang baru, debut karir politik Hamsi terbilang moncer. Ia berhasil mengumpulkan total 1.202 suara, dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang terdiri dari empat kecamatan, yakni Muara Komam, Muara Samu, Kuaro, dan Batu Sopang.
“Saya bekerja sebagai pegawai honorer sejak 2008 sampai 2023. Jadi sekitar 15 tahunan,” kenang Hamsi, saat berbincang dengan awak Seputar Fakta, Sabtu 13 Juli 2024.
Untuk ukuran seorang pelaku politik, Hamsi tergolong muda usia. Walau begitu, strateginya terbilang taktis. Ia memilih Partai Golkar, sebagai kendaraan politik hingga masuk dalam daftar 30 anggota DPRD Paser terpilih.
Pengalaman belasan tahun sebagai honorer, bisa dibilang jadi modal besar Hamsi untuk berkarir di legislatif. Apalagi, ia juga putra daerah Paser yang lahir dan tumbuh besar di Kecamatan Muara Komam dan menamatkan pendidikan hingga jenjang sarjana di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Paser.
“Saya berniat untuk maju karena mendapat amanah dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Paser,” tutur pria kelahiran 20 Juli 1985 ini.
Politisi dari partai berlambang pohon beringin itu akan dilantik bersama 29 orang terpilih lainnya sebagai anggota DPRD Paser periode 2024-2029 pada Agustus mendatang.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Figur

Hamsi, mantan honorer yang kini jadi anggota DPRD Paser. (Istimewa)
Setahun lalu, sekadar membayangkan saja untuk bisa duduk sebagai wakil rakyat, tak berani dilakukan sosok satu ini. Alasannya jelas, ia bukan tokoh publik, pengusaha terkenal atau orang dengan banyak pengikut.
Ia adalah Hamsi. Selama belasan tahun, menghabiskan waktunya untuk mengabdi sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer, di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Paser.
Saat itu, Hamsi adalah kita. Orang biasa yang bekerja dan menunaikan kewajibannya sebagai aparatur negara. Tapi, semua berubah ketika kesempatan menjadi seorang legislator datang. Dengan percaya diri, pria berusia 38 tahun itu, ikut bersaing memperebutkan kursi DPRD Paser di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, lalu.
Sebagai pendatang baru, debut karir politik Hamsi terbilang moncer. Ia berhasil mengumpulkan total 1.202 suara, dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang terdiri dari empat kecamatan, yakni Muara Komam, Muara Samu, Kuaro, dan Batu Sopang.
“Saya bekerja sebagai pegawai honorer sejak 2008 sampai 2023. Jadi sekitar 15 tahunan,” kenang Hamsi, saat berbincang dengan awak Seputar Fakta, Sabtu 13 Juli 2024.
Untuk ukuran seorang pelaku politik, Hamsi tergolong muda usia. Walau begitu, strateginya terbilang taktis. Ia memilih Partai Golkar, sebagai kendaraan politik hingga masuk dalam daftar 30 anggota DPRD Paser terpilih.
Pengalaman belasan tahun sebagai honorer, bisa dibilang jadi modal besar Hamsi untuk berkarir di legislatif. Apalagi, ia juga putra daerah Paser yang lahir dan tumbuh besar di Kecamatan Muara Komam dan menamatkan pendidikan hingga jenjang sarjana di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Paser.
“Saya berniat untuk maju karena mendapat amanah dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Paser,” tutur pria kelahiran 20 Juli 1985 ini.
Politisi dari partai berlambang pohon beringin itu akan dilantik bersama 29 orang terpilih lainnya sebagai anggota DPRD Paser periode 2024-2029 pada Agustus mendatang.
(Sf/Rs)