Figur

    Fany Aulia Arnelita, Pemudi Balikpapan yang Percaya Perubahan Dimulai dari Kesempatan Belajar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:08 WITA

    Fany Aulia Arnelita mendorong generasi muda tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak berkelanjutan. (Foto: Fany Aulia)

    Balikpapan – Di tengah arus perkembangan teknologi dan gaya hidup yang membuat banyak anak muda lebih akrab dengan media sosial maupun game, masih ada sosok pemuda yang memilih memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri. 

    Salah satunya adalah Fany Aulia Arnelita pemudi Balikpapan yang berhasil membuktikan bahwa ruang belajar dapat menjadi jalan menuju prestasi.

    Perjalanan Fany dimulai ketika mengikuti Balikpapan Youth Camp (BYC), sebuah program pengembangan kepemudaan yang diselenggarakan untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi generasi muda. Dari program tersebut, Fany kemudian terpilih sebagai Best Delegate atau Juara I BYC dan dipercaya mewakili Kota Balikpapan pada ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI Muda 2026 di Medan.

    Baginya, mengikuti BYC sejak awal bukan untuk mengejar penghargaan ataupun popularitas. Ia hanya ingin belajar dan memperluas wawasan melalui pengalaman baru bersama para narasumber yang telah memiliki kiprah di tingkat nasional.

    “Jujur, alasan awal saya mengikuti BYC karena memang tertarik untuk belajar langsung dari para pemateri dan ingin mengembangkan kapasitas diri sebagai pemuda,” ucap Fany saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

    Selama tiga hari mengikuti rangkaian kegiatan, dia mengaku memperoleh banyak pengalaman yang tidak ia dapatkan di bangku pendidikan formal. Berbagai materi tentang kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, hingga pengembangan karakter membuka cara pandangnya mengenai peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.

    Menurutnya, kesempatan belajar seperti BYC menjadi modal penting bagi anak muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

    Keberhasilan Fany pun tidak diraih secara instan. Setelah dinobatkan sebagai Best Delegate, ia bersama lima delegasi terbaik lainnya harus melalui tahapan seleksi lanjutan. Mereka mendapat tantangan untuk merancang, sekaligus menjalankan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Balikpapan.

    “Program tersebut menjadi salah satu indikator penilaian dalam menentukan delegasi yang akan mewakili Kota Balikpapan pada ajang YCC APEKSI Muda 2026,” terangnya.

    Dalam program yang diusungnya, Fany memilih fokus pada pemberdayaan pemuda melalui pembangunan pola pikir sejak lingkungan terkecil. Dirinya meyakini perubahan besar dapat dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT), kemudian berkembang ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

    “Saya ingin mendorong agar pemuda tidak hanya aktif dalam kegiatan yang bersifat insidental atau seremonial, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang benar-benar memberikan dampak berkelanjutan,” katanya.

    Gagasan tersebut lahir dari pengamatannya terhadap berbagai kegiatan kepemudaan yang sering kali berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, semangat perubahan harus dibangun melalui proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

    Kepercayaan yang diberikan kepada Fany untuk mewakili Balikpapan di tingkat nasional menjadi bukti bahwa konsistensi, kemauan belajar, dan kerja nyata masih menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.

    “Penghargaan yang saya terima bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, kemauan belajar, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

    Kisah Fany juga menjadi gambaran bahwa potensi pemuda Balikpapan sangat besar apabila didukung ruang belajar, pembinaan, dan kesempatan yang memadai.

    Program seperti BYC menunjukkan bahwa ketika akses pengembangan diri dibuka tanpa memandang latar belakang ekonomi, akan selalu ada generasi muda yang siap mengambil peluang tersebut.

    Baginya, menjadi delegasi YCC APEKSI Muda 2026 bukan sekadar membawa nama pribadi maupun daerah.

    “Saya berharap pengalamannya dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk terus belajar, berani mencoba, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,” harapannya.

    Perjalanannya menjadi pengingat bahwa membangun generasi muda tidak cukup dengan kritik atau tuntutan semata. Mereka membutuhkan ruang, kepercayaan, dan kesempatan untuk tumbuh. Ketika kesempatan itu hadir, akan selalu ada pemuda yang siap membuktikan kemampuannya.

    Nama : Fany Aulia Arnelita
    TTL : Balikpapan, 21 Maret 2007
    Pekerjaan : -
    Hobi : Modelling, makeup, nyanyi, organisasi.

    (Sf/Rs)

    Figur

    Fany Aulia Arnelita, Pemudi Balikpapan yang Percaya Perubahan Dimulai dari Kesempatan Belajar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    19 Juli 2026 pukul 21:08 WITA

    Fany Aulia Arnelita mendorong generasi muda tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak berkelanjutan. (Foto: Fany Aulia)

    Balikpapan – Di tengah arus perkembangan teknologi dan gaya hidup yang membuat banyak anak muda lebih akrab dengan media sosial maupun game, masih ada sosok pemuda yang memilih memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan diri. 

    Salah satunya adalah Fany Aulia Arnelita pemudi Balikpapan yang berhasil membuktikan bahwa ruang belajar dapat menjadi jalan menuju prestasi.

    Perjalanan Fany dimulai ketika mengikuti Balikpapan Youth Camp (BYC), sebuah program pengembangan kepemudaan yang diselenggarakan untuk membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi generasi muda. Dari program tersebut, Fany kemudian terpilih sebagai Best Delegate atau Juara I BYC dan dipercaya mewakili Kota Balikpapan pada ajang Youth City Changers (YCC) APEKSI Muda 2026 di Medan.

    Baginya, mengikuti BYC sejak awal bukan untuk mengejar penghargaan ataupun popularitas. Ia hanya ingin belajar dan memperluas wawasan melalui pengalaman baru bersama para narasumber yang telah memiliki kiprah di tingkat nasional.

    “Jujur, alasan awal saya mengikuti BYC karena memang tertarik untuk belajar langsung dari para pemateri dan ingin mengembangkan kapasitas diri sebagai pemuda,” ucap Fany saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

    Selama tiga hari mengikuti rangkaian kegiatan, dia mengaku memperoleh banyak pengalaman yang tidak ia dapatkan di bangku pendidikan formal. Berbagai materi tentang kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, hingga pengembangan karakter membuka cara pandangnya mengenai peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.

    Menurutnya, kesempatan belajar seperti BYC menjadi modal penting bagi anak muda untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

    Keberhasilan Fany pun tidak diraih secara instan. Setelah dinobatkan sebagai Best Delegate, ia bersama lima delegasi terbaik lainnya harus melalui tahapan seleksi lanjutan. Mereka mendapat tantangan untuk merancang, sekaligus menjalankan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Balikpapan.

    “Program tersebut menjadi salah satu indikator penilaian dalam menentukan delegasi yang akan mewakili Kota Balikpapan pada ajang YCC APEKSI Muda 2026,” terangnya.

    Dalam program yang diusungnya, Fany memilih fokus pada pemberdayaan pemuda melalui pembangunan pola pikir sejak lingkungan terkecil. Dirinya meyakini perubahan besar dapat dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT), kemudian berkembang ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

    “Saya ingin mendorong agar pemuda tidak hanya aktif dalam kegiatan yang bersifat insidental atau seremonial, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang benar-benar memberikan dampak berkelanjutan,” katanya.

    Gagasan tersebut lahir dari pengamatannya terhadap berbagai kegiatan kepemudaan yang sering kali berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, semangat perubahan harus dibangun melalui proses yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

    Kepercayaan yang diberikan kepada Fany untuk mewakili Balikpapan di tingkat nasional menjadi bukti bahwa konsistensi, kemauan belajar, dan kerja nyata masih menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.

    “Penghargaan yang saya terima bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, kemauan belajar, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

    Kisah Fany juga menjadi gambaran bahwa potensi pemuda Balikpapan sangat besar apabila didukung ruang belajar, pembinaan, dan kesempatan yang memadai.

    Program seperti BYC menunjukkan bahwa ketika akses pengembangan diri dibuka tanpa memandang latar belakang ekonomi, akan selalu ada generasi muda yang siap mengambil peluang tersebut.

    Baginya, menjadi delegasi YCC APEKSI Muda 2026 bukan sekadar membawa nama pribadi maupun daerah.

    “Saya berharap pengalamannya dapat menginspirasi lebih banyak pemuda untuk terus belajar, berani mencoba, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,” harapannya.

    Perjalanannya menjadi pengingat bahwa membangun generasi muda tidak cukup dengan kritik atau tuntutan semata. Mereka membutuhkan ruang, kepercayaan, dan kesempatan untuk tumbuh. Ketika kesempatan itu hadir, akan selalu ada pemuda yang siap membuktikan kemampuannya.

    Nama : Fany Aulia Arnelita
    TTL : Balikpapan, 21 Maret 2007
    Pekerjaan : -
    Hobi : Modelling, makeup, nyanyi, organisasi.

    (Sf/Rs)