Figur

    Ditolak Cewek Karena Obesitas 110 Kg, Pria Asal Kukar Ini Balas Dendam dengan Jadi Atlet Tinju Internasional

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Februari 2026 pukul 23:13 WITA

    Devan Febra Anantha, Petinju Perwakilan Indonesia asal Kukar saat mengikuti ajang Warzone di Malaysia (Dok: istimewa)

    Siapa sangka, Devan Febra Anantha, atlet tinju kebanggaan Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di tingkat daerah hingga kancah internasional, ternyata memiliki cerita menarik sebelum menapaki karir profesionalnya di atas ring.

    Pria asal Loa Tebu, lahir pada 28 Februari 2003 di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) itu sempat mengalami penolakan dari pujaan hatinya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Berawal dari penolakan itu, Devan yang kala itu mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 110 Kilogram (Kg) bertekad untuk mengubah hidupnya dengan mengikuti latihan Muay Thai bersama kakak sepupunya.

    “Sebenarnya motivasi utama saya itu karena ditolak cewek, mulai dari situ saya berniat untuk berubah dengan menurunkan berat badan,” kenang Devan saat berbincang dengan seputarfakta.com, Selasa (3/2/2026).

    Devan menceritakan telah mengalami obesitas sejak masih duduk di bangku SD dengan berat mencapai 60 Kg, bahkan berat badannya terus naik hingga 90 Kg saat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.

    Melalui latihan Muay Thai yang dijalaninya secara intens dari pagi hingga sore hari selama empat bulan, Devan perlahan menunjukkan perubahan signifikan. 

    Berat badannya berhasil turun drastis hingga mencapai 75 Kg, angka yang dinilai ideal untuk terjun ke dunia olahraga tinju.

    Usai berhasil menurunkan berat badan, Devan yang kala itu masih berstatus seorang pelajar langsung debut untuk pertama kalinya dalam ajang Wushu pada April 2019 lalu.

    “Saya coba-coba ikut pertandingan Wushu. Alhamdulilahnya saya juara satu. Kemudian saya ikut lagi main Wushu Junior di Samarinda,” jelasnya.

    Dengan catatan rekor dan permainan yang gemilang, Devan dipercaya mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) untuk berlaga di ajang kejuaraan tingkat nasional di Bangka Belitung.

    Dalam ajang bergengsi tersebut, Devan berhasil menjuarai peringkat dua setelah menumbangkan para petarung tangguh.

    “Kalau dihitung-hitung medali yang berhasil saya peroleh sekitar 20-an lebih. Kalau di Indonesia, prestasi yang paling bergengsi yang pernah saya raih adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2021 dengan berhasil meraih medali perak,” ungkap Devan.

    Seiring dengan torehan prestasi yang terus meningkat, kemampuan Devan pun mulai menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya datang dari ajang Warzone yang merupakan laga internasional Indonesia kontra Malaysia.

    “Yang tertinggi di karir saya itu tanding di Malaysia dan saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah karena telah mensupport saya selama ini, termasuk memfasilitasi keberangkatan saya ke Malaysia untuk ikut ajang Warzone,” kata Devan.

    Di sela-sela kesibukannya meniti karier sebagai atlet profesional, Devan tetap menyempatkan diri untuk melanjutkan studi di Universitas Mulawarman (Unmul), mengambil jurusan Pendidikan Jasmani.

    Devan memilih jurusan tersebut karena ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru pendidikan jasmani.

    “Kebetulan saya kuliah jurusan penjas dan saat ini saya sudah semester delapan, sebentar lagi lulus. Insyaallah cita-cita saya menjadi guru penjas dapat tercapai, sehingga saya bisa menjadi pendidik sekaligus atlet,” tuturnya.

    Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu menekuni bidang yang dipilih. Menurutnya, ketika sudah memutuskan untuk terjun ke suatu bidang, maka harus dijalani dengan sungguh-sungguh hingga membuahkan hasil dan prestasi.

    “Jalani apa yang kamu sukai selagi itu positif, kalau istilahnya itu terjun sampai sebasah-basahnya di bidangmu itu,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Figur

    Ditolak Cewek Karena Obesitas 110 Kg, Pria Asal Kukar Ini Balas Dendam dengan Jadi Atlet Tinju Internasional

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Februari 2026 pukul 23:13 WITA

    Devan Febra Anantha, Petinju Perwakilan Indonesia asal Kukar saat mengikuti ajang Warzone di Malaysia (Dok: istimewa)

    Siapa sangka, Devan Febra Anantha, atlet tinju kebanggaan Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di tingkat daerah hingga kancah internasional, ternyata memiliki cerita menarik sebelum menapaki karir profesionalnya di atas ring.

    Pria asal Loa Tebu, lahir pada 28 Februari 2003 di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) itu sempat mengalami penolakan dari pujaan hatinya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Berawal dari penolakan itu, Devan yang kala itu mengalami obesitas dengan berat badan mencapai sekitar 110 Kilogram (Kg) bertekad untuk mengubah hidupnya dengan mengikuti latihan Muay Thai bersama kakak sepupunya.

    “Sebenarnya motivasi utama saya itu karena ditolak cewek, mulai dari situ saya berniat untuk berubah dengan menurunkan berat badan,” kenang Devan saat berbincang dengan seputarfakta.com, Selasa (3/2/2026).

    Devan menceritakan telah mengalami obesitas sejak masih duduk di bangku SD dengan berat mencapai 60 Kg, bahkan berat badannya terus naik hingga 90 Kg saat melanjutkan pendidikan di jenjang SMP.

    Melalui latihan Muay Thai yang dijalaninya secara intens dari pagi hingga sore hari selama empat bulan, Devan perlahan menunjukkan perubahan signifikan. 

    Berat badannya berhasil turun drastis hingga mencapai 75 Kg, angka yang dinilai ideal untuk terjun ke dunia olahraga tinju.

    Usai berhasil menurunkan berat badan, Devan yang kala itu masih berstatus seorang pelajar langsung debut untuk pertama kalinya dalam ajang Wushu pada April 2019 lalu.

    “Saya coba-coba ikut pertandingan Wushu. Alhamdulilahnya saya juara satu. Kemudian saya ikut lagi main Wushu Junior di Samarinda,” jelasnya.

    Dengan catatan rekor dan permainan yang gemilang, Devan dipercaya mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) untuk berlaga di ajang kejuaraan tingkat nasional di Bangka Belitung.

    Dalam ajang bergengsi tersebut, Devan berhasil menjuarai peringkat dua setelah menumbangkan para petarung tangguh.

    “Kalau dihitung-hitung medali yang berhasil saya peroleh sekitar 20-an lebih. Kalau di Indonesia, prestasi yang paling bergengsi yang pernah saya raih adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2021 dengan berhasil meraih medali perak,” ungkap Devan.

    Seiring dengan torehan prestasi yang terus meningkat, kemampuan Devan pun mulai menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya datang dari ajang Warzone yang merupakan laga internasional Indonesia kontra Malaysia.

    “Yang tertinggi di karir saya itu tanding di Malaysia dan saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah karena telah mensupport saya selama ini, termasuk memfasilitasi keberangkatan saya ke Malaysia untuk ikut ajang Warzone,” kata Devan.

    Di sela-sela kesibukannya meniti karier sebagai atlet profesional, Devan tetap menyempatkan diri untuk melanjutkan studi di Universitas Mulawarman (Unmul), mengambil jurusan Pendidikan Jasmani.

    Devan memilih jurusan tersebut karena ingin mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru pendidikan jasmani.

    “Kebetulan saya kuliah jurusan penjas dan saat ini saya sudah semester delapan, sebentar lagi lulus. Insyaallah cita-cita saya menjadi guru penjas dapat tercapai, sehingga saya bisa menjadi pendidik sekaligus atlet,” tuturnya.

    Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu menekuni bidang yang dipilih. Menurutnya, ketika sudah memutuskan untuk terjun ke suatu bidang, maka harus dijalani dengan sungguh-sungguh hingga membuahkan hasil dan prestasi.

    “Jalani apa yang kamu sukai selagi itu positif, kalau istilahnya itu terjun sampai sebasah-basahnya di bidangmu itu,” tandasnya.

    (Sf/Lo)