Figur

    Dari Pesisir Tanjung Aru ke Arena Politik, Mengenal Sosok Kasri dan Misi Pembangunan Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 14:23 WITA

    Anggota DPRD Kabupaten Paser, Kasri. (Foto: Info.pemilu.go.id)

    Tana Paser - Kasri, seorang pria kelahiran Tanjung Aru, 12 November 1976, menyimpan ikatan emosional yang sangat kuat dengan tanah kelahiranya di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Tumbuh besar dari wilayah pesisir yang sederhana, Kasri memupuk pemikiran kritis serta kepedulian terhadap kemajuan daerah sejak usia muda. Pendidikan dasar hingga menengah ia selesaikan dengan tekun sebagai modal utama untuk menjelajahi wawasan yang lebih luas.

    Kesadaran akan pentingnya pendidikan menengah yang berkualitas membawa Kasri muda menuntut ilmu di Kota Samarinda. Ia tercatat sebagai alumni SMAN 5 Samarinda pada tahun 1993 hingga lulus pada tahun 1996. 

    Masa-masa sekolah di ibu kota provinsi tersebut membentuk kepribadiannya menjadi sosok yang mandiri, adaptif, serta tanggap terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Gemblengan disiplin dan suasana akademis di SMAN 5 Samarinda makin mematangkan minatnya pada bidang teknik dan pembangunan infrastruktur.

    Hasrat untuk mendalami ilmu di bidang teknik, mendorongnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kasri memilih Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang merupakan salah satu kampus swasta terkemuka di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meraih gelar sarjana. 

    Memasuki jenjang S1 Teknik pada tahun 1996, ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) pada tahun 2001. Pendidikan tinggi yang ia tempuh memberikan landasan berpikir logis, analitis, serta sistematis dalam menyelesaikan berbagai perdoalan teknis di lapangan.

    Selepas meraih gelar sarjana, pria beragama Islam itu memilih jalan sebagai profesional independen dan wiraswasta. Latar belakang keilmuan teknik yang kokoh memungkinkannya mengelola berbagai proyek dan usaha swasta secara profesional.

    Jalur kewirausahaan tersebutlah yang menempa karakter kepemimpinannya dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengambil keputusan krusial secara cepat serta menjaga akuntabilitas kerja. Pengalaman bergelut di sektor swasta memberi pemahaman mendalam mengenai dinamika ekonomi riil yang dihadapi masyarakat.

    Bersama keluarga, Kasri menetap di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 013/RW 002, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Integrasi sosial yang kuat mempertegas komitmennya untuk terus berkontribusi bagi tanah kelahirannya.

    Keinginan untuk memberi manfaat yang lebih luas mendorongnya untuk terjun ke ranah publik. Kasri memantapkan langkahnya dalam arena politik daerah dengan bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Melalui wadah tersebut, ia membawa inovasi mengenai pembangunan infrastruktur daerah yang berkeadilan serta pemberdayaan ekonomi. Perjalanan politiknya makin konkret saat ia terdaftar sebagai calon anggota legislatif daerah pada Pemilu 2024.

    "Terwujudnya masyarakat Kabupaten Paser yang sejahtera, adil dan berdaya saing berbasis potensi daerah," ujar Kasri, Selasa (22/9/2026).

    Pernyataan motivasi tersebut mencerminkan dorongan utama dalam perjalanan karier dan pengabdian sosialnya. Pengalaman bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Paser pada pemilihan legislatif musim lalu makin memperluas perspektifnya mengenai kebutuhan dasar konstituen di lapangan. 

    Saat ini, di usianya yang telah memasuki 46 tahun, Kasri tetap konsisten berkarya di jalur profesional dan kegiatan kemasyarakatan. Perpaduan antara latar belakang akademis di bidang teknik, pengalaman panjang di dunia wiraswasta, serta kepekaan sosial menjadikannya salah satu figur lokal yang patut diperhitungkan dalam wacana pembangunan Kabupaten Paser ke depan.

    (Sf/Lo)

    Figur

    Dari Pesisir Tanjung Aru ke Arena Politik, Mengenal Sosok Kasri dan Misi Pembangunan Paser

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 14:23 WITA

    Anggota DPRD Kabupaten Paser, Kasri. (Foto: Info.pemilu.go.id)

    Tana Paser - Kasri, seorang pria kelahiran Tanjung Aru, 12 November 1976, menyimpan ikatan emosional yang sangat kuat dengan tanah kelahiranya di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

    Tumbuh besar dari wilayah pesisir yang sederhana, Kasri memupuk pemikiran kritis serta kepedulian terhadap kemajuan daerah sejak usia muda. Pendidikan dasar hingga menengah ia selesaikan dengan tekun sebagai modal utama untuk menjelajahi wawasan yang lebih luas.

    Kesadaran akan pentingnya pendidikan menengah yang berkualitas membawa Kasri muda menuntut ilmu di Kota Samarinda. Ia tercatat sebagai alumni SMAN 5 Samarinda pada tahun 1993 hingga lulus pada tahun 1996. 

    Masa-masa sekolah di ibu kota provinsi tersebut membentuk kepribadiannya menjadi sosok yang mandiri, adaptif, serta tanggap terhadap dinamika sosial di sekitarnya. Gemblengan disiplin dan suasana akademis di SMAN 5 Samarinda makin mematangkan minatnya pada bidang teknik dan pembangunan infrastruktur.

    Hasrat untuk mendalami ilmu di bidang teknik, mendorongnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kasri memilih Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang merupakan salah satu kampus swasta terkemuka di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meraih gelar sarjana. 

    Memasuki jenjang S1 Teknik pada tahun 1996, ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) pada tahun 2001. Pendidikan tinggi yang ia tempuh memberikan landasan berpikir logis, analitis, serta sistematis dalam menyelesaikan berbagai perdoalan teknis di lapangan.

    Selepas meraih gelar sarjana, pria beragama Islam itu memilih jalan sebagai profesional independen dan wiraswasta. Latar belakang keilmuan teknik yang kokoh memungkinkannya mengelola berbagai proyek dan usaha swasta secara profesional.

    Jalur kewirausahaan tersebutlah yang menempa karakter kepemimpinannya dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengambil keputusan krusial secara cepat serta menjaga akuntabilitas kerja. Pengalaman bergelut di sektor swasta memberi pemahaman mendalam mengenai dinamika ekonomi riil yang dihadapi masyarakat.

    Bersama keluarga, Kasri menetap di Jalan Sultan Hasanuddin, RT 013/RW 002, Kelurahan Tanah Grogot, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Integrasi sosial yang kuat mempertegas komitmennya untuk terus berkontribusi bagi tanah kelahirannya.

    Keinginan untuk memberi manfaat yang lebih luas mendorongnya untuk terjun ke ranah publik. Kasri memantapkan langkahnya dalam arena politik daerah dengan bergabung bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Melalui wadah tersebut, ia membawa inovasi mengenai pembangunan infrastruktur daerah yang berkeadilan serta pemberdayaan ekonomi. Perjalanan politiknya makin konkret saat ia terdaftar sebagai calon anggota legislatif daerah pada Pemilu 2024.

    "Terwujudnya masyarakat Kabupaten Paser yang sejahtera, adil dan berdaya saing berbasis potensi daerah," ujar Kasri, Selasa (22/9/2026).

    Pernyataan motivasi tersebut mencerminkan dorongan utama dalam perjalanan karier dan pengabdian sosialnya. Pengalaman bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Paser pada pemilihan legislatif musim lalu makin memperluas perspektifnya mengenai kebutuhan dasar konstituen di lapangan. 

    Saat ini, di usianya yang telah memasuki 46 tahun, Kasri tetap konsisten berkarya di jalur profesional dan kegiatan kemasyarakatan. Perpaduan antara latar belakang akademis di bidang teknik, pengalaman panjang di dunia wiraswasta, serta kepekaan sosial menjadikannya salah satu figur lokal yang patut diperhitungkan dalam wacana pembangunan Kabupaten Paser ke depan.

    (Sf/Lo)