Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Figur
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Syaiful Bakhri. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Syaiful Bakhri dikenal sebagai sosok yang menapaki perjalanan panjang dari dunia pendidikan hingga ke ruang legislatif di Kutai Timur (Kutim).
Pria kelahiran Loa Kulu, 31 Juli 1964 ini memulai kariernya dari dunia pendidikan sebelum melangkah ke DPRD. Pengabdiannya telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Pendidikan ditempuh di sekolah keguruan dengan menyelesaikan SPG PGRI Yayasan Pendidikan pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Mulawarman, Samarinda dan meraih gelar sarjana pada 2010. Latar belakang ini menjadi bekal dalam memahami persoalan pendidikan di lapangan.
Kariernya dimulai sebagai guru di SDN 001 pada 1993. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Sekolah SDN 002 pada 2001 hingga 2006 dan melanjutkan di SDN 005 hingga 2013.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut saat ia menjabat sebagai Pengawas Madya di Dinas Pendidikan Kutim pada 2013 hingga 2017. Ia juga pernah bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim sebagai pejabat eselon IV pada 2017, lalu meningkat menjadi eselon III hingga 2022.
Kariernya kemudian berlanjut ke legislatif. Syaiful Bakhri menjadi anggota DPRD Kutim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk periode 2024–2029 dan saat ini bertugas di Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan dan sosial. Ia mewakili daerah pemilihan Kutim 2 yang meliputi Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Rantau Pulung.
“Sebagai penyambung lidah dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di semua golongan dengan berkeadilan,” ujar Syaiful.
Dalam kehidupan pribadi, ia tinggal di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon. Ia menikah dengan Siti Rohani dan dikaruniai tiga orang anak. Nilai keluarga dan agama Islam menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Perjalanan karier Syaiful Bakhri menunjukkan kesinambungan antara pendidikan, birokrasi dan legislatif. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Dari dunia pendidikan hingga kursi dewan, ia terus menjaga jalur pengabdian yang berangkat dari pengalaman lapangan serta memberi kontribusi bagi pembangunan di Kutim.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Figur

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Syaiful Bakhri. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Syaiful Bakhri dikenal sebagai sosok yang menapaki perjalanan panjang dari dunia pendidikan hingga ke ruang legislatif di Kutai Timur (Kutim).
Pria kelahiran Loa Kulu, 31 Juli 1964 ini memulai kariernya dari dunia pendidikan sebelum melangkah ke DPRD. Pengabdiannya telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Pendidikan ditempuh di sekolah keguruan dengan menyelesaikan SPG PGRI Yayasan Pendidikan pada 1987. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Mulawarman, Samarinda dan meraih gelar sarjana pada 2010. Latar belakang ini menjadi bekal dalam memahami persoalan pendidikan di lapangan.
Kariernya dimulai sebagai guru di SDN 001 pada 1993. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Sekolah SDN 002 pada 2001 hingga 2006 dan melanjutkan di SDN 005 hingga 2013.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut saat ia menjabat sebagai Pengawas Madya di Dinas Pendidikan Kutim pada 2013 hingga 2017. Ia juga pernah bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim sebagai pejabat eselon IV pada 2017, lalu meningkat menjadi eselon III hingga 2022.
Kariernya kemudian berlanjut ke legislatif. Syaiful Bakhri menjadi anggota DPRD Kutim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk periode 2024–2029 dan saat ini bertugas di Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan dan sosial. Ia mewakili daerah pemilihan Kutim 2 yang meliputi Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Rantau Pulung.
“Sebagai penyambung lidah dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di semua golongan dengan berkeadilan,” ujar Syaiful.
Dalam kehidupan pribadi, ia tinggal di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon. Ia menikah dengan Siti Rohani dan dikaruniai tiga orang anak. Nilai keluarga dan agama Islam menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Perjalanan karier Syaiful Bakhri menunjukkan kesinambungan antara pendidikan, birokrasi dan legislatif. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Dari dunia pendidikan hingga kursi dewan, ia terus menjaga jalur pengabdian yang berangkat dari pengalaman lapangan serta memberi kontribusi bagi pembangunan di Kutim.
(Sf/Lo)