Figur

    Cerita Nenni Marlini, Atlet Layar Berau Andalan Kaltim dan Indonesia yang Sempat Bercita-cita jadi Anggota TNI

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 16:49 WITA

    Nenni Marlini. (Foto:istimewa)

    KEGIGIHAN dan ketekunan berlatih ternyata mengantarkan Nenni Marlini, gadis asal Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini berhasil mengoleksi banyak prestasi khususnya di cabang olahraga (cabor) layar yang dia terkuni sejak usianya baru 9 tahun. 

    Gadis kelahiran Berau 7 Maret 2001 itu, kini tak hanya menjadi andalan daerah Berau yang menjadi tanah kelahirannya, tapi juga andalan Kaltim dan bahkan menjadi salah satu atlet layar tumpuan Indonesia di kancah internasional. 

    Anak ketiga dari lima bersaudara, buah hati pasangan Almarhum Ismail dan Yulianti itu tak pernah menyangka dirinya bisa beberapa kali naik podium juara baik di dalam mapun luar negeri, meski proses yang dilalui diakunya tak mudah.

    Nenni mengikuti kejuaran pertamanya yaitu pada 2013 pada kejuaraan daerah (Kejurda) sekaligus menjadi ajang seleksi untuk kejuaraan nasional (Kejurnas). Namun sayangnya, saat itu Nenni hanya mendapat juara dua sehingga tak lolos ke Kejurnas. 

    "Dulu saya juara 2 di situ (Kejurda), tapi saya tidak terpilih untuk kejurnas karna yang diambil hanya juara 1," kenang Nenni saat dihubungi seputarfakta.com pada Jumat (20/12/2024).

    Tak patah semangat, dirinya terus berlatih. Akhirnya, latihan yang ia tekuni membuahkan hasil. Dirinya telah banyak mengikuti berbagai kejuaraan dan bahkan baru-baru ini pada 2022 lalu dirinya berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 yang digelar di Berau.

    Nenni sendiri berasal dari keluarga sederhana ketika sebelum menjadi atlet. Keinginannya semakin kuat menjadi atlet dengan tujuan agar dapat membantu perekonomian keluarganya. Dia mengungkapkan, sejak kecil keluarganya hidup jauh dari kata cukup. Tak heran sejak kecil atau masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Nenni sudah berpikir untuk mencari uang sendiri karena tak tega dengan keadaan orang tuanya yang banting tulang, sehingga membuat dirinya berkeinginan kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. 

    Dia menceritakan, awal mula dirinya menjadi atlet layar karena diajak salah satu temannya yang mengatakan dari cabor tersebut dapat menghasilkan uang. Dikarenakan dirinya yang tertarik mendengar kata uang, dan dirinya memang menyukai laut, membuat Nenni menekuni cabor layar ini.

    "Kebetulan layar itu mainnya di laut jadi saya tekuni dengan benar agar bisa juara dan bisa membanggakan orang tua saya yang dari tidak punya apa-apa dan Alhamdulillah sudah tercukupi sekarang," ungkapnya.

    Saat awal mula mengikuti latihan, Nenni sempat mendapat tentangan dari orang tuanya karena khawatir anak perempuannya main di laut tanpa pengawasannya. Larangan orangtuanya itu sempat membuat dirinya berhenti latihan selama dua minggu. 

    Meskipun dilarang, Nenni ternyata sempat ikut latihan secara sembunyi-sembunyi hingga pada akhirnya ada salah satu orang tua temannya coba meyakinkan orang tua Nenni bahwa latihan tersebut tetap ada pengawasan dan tidak dilepas sendiri di laut. Dari situ, orang tua Nenni mengizinkan kembali Nenni untuk latihan.

    Dirinya menceritakan bahwa pengalaman paling berkesannya adalah saat Asian Games, meskipun ia juara 4 pada waktu itu namun banyak momen yang belum pernah ia alami, seperti setim dengan berbagai provinsi ketemu dengan orang orang baru dan masih banyak lagi pengalaman yang menurutnya baru termasuk dari segi latihan, pertemanan, kekompakan dan lain-lain.

    Nenni, atlet kebanggaan Berau yang telah berhasil mengangkat derajat keluarganya ini mengaku tak pernah berfikir bisa sampai sejauh ini menekuni cabor layar itu, karena dulu dirinya punya banyak ambisi termasuk ingin kuliah usai lulus SMA agar bisa menjadi anggota TNI. Namun semua ambisinya hilang bak ditelan bumi sejak ayahnya meninggal dunia pada 2020 saat usianya masih 19 tahun.

     "Jadi bapak saya meninggal itu pas saya ujian di Samarinda, ujian kelulusan kelas 3 SMA dan saya baru pulang SEA Games di situ bulan 11 (November) dan ke Samarinda bulan 1 (Januari) sampai bulan 4 (April), bapak saya meninggal bulan 2 (Februari) dan yah, saya syok sekali," terangnya.

    Nenni pun masih berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, untuk saat ini dirinya masih tetap rutin latihan guna mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan yang bakal digelar.

    Catatan Prestasi Nenni Marlini: 

    * Medali Perak Kejurda 2013 di Berau

    * Medali Emas Kejurnas Remaja 2015 di Jakarta

    * Medali Perunggu PON 2016 di Jawa Barat 

    * Peringkat 4 World Championship 2017 di Vietnam

    * Medali Emas Singapore Open 2018 di Singapura

    * Medali Emas Seoul Cup 2018 Korea

    * Medali Perunggu Asian Sailing Championship 2018 di Jakarta

    * Peringkat 4 Asian Games 2018 di Jakarta

    * Dua Medali Emas Porprov 2018 di Berau

    * Medali Emas Singapore Open 2019 di Singapore

    * Medali Perunggu SEA Games 2019 di Filipina 

    * Medali Perak - Perunggu PON 2020/2021 di Papua

    * Medali Emas Porprov Kaltim di Berau 2022 

    * Medali Perunggu PON 2024 Aceh-Sumut

    (Sf/RS) 

    Figur

    Cerita Nenni Marlini, Atlet Layar Berau Andalan Kaltim dan Indonesia yang Sempat Bercita-cita jadi Anggota TNI

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 16:49 WITA

    Nenni Marlini. (Foto:istimewa)

    KEGIGIHAN dan ketekunan berlatih ternyata mengantarkan Nenni Marlini, gadis asal Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini berhasil mengoleksi banyak prestasi khususnya di cabang olahraga (cabor) layar yang dia terkuni sejak usianya baru 9 tahun. 

    Gadis kelahiran Berau 7 Maret 2001 itu, kini tak hanya menjadi andalan daerah Berau yang menjadi tanah kelahirannya, tapi juga andalan Kaltim dan bahkan menjadi salah satu atlet layar tumpuan Indonesia di kancah internasional. 

    Anak ketiga dari lima bersaudara, buah hati pasangan Almarhum Ismail dan Yulianti itu tak pernah menyangka dirinya bisa beberapa kali naik podium juara baik di dalam mapun luar negeri, meski proses yang dilalui diakunya tak mudah.

    Nenni mengikuti kejuaran pertamanya yaitu pada 2013 pada kejuaraan daerah (Kejurda) sekaligus menjadi ajang seleksi untuk kejuaraan nasional (Kejurnas). Namun sayangnya, saat itu Nenni hanya mendapat juara dua sehingga tak lolos ke Kejurnas. 

    "Dulu saya juara 2 di situ (Kejurda), tapi saya tidak terpilih untuk kejurnas karna yang diambil hanya juara 1," kenang Nenni saat dihubungi seputarfakta.com pada Jumat (20/12/2024).

    Tak patah semangat, dirinya terus berlatih. Akhirnya, latihan yang ia tekuni membuahkan hasil. Dirinya telah banyak mengikuti berbagai kejuaraan dan bahkan baru-baru ini pada 2022 lalu dirinya berhasil meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 yang digelar di Berau.

    Nenni sendiri berasal dari keluarga sederhana ketika sebelum menjadi atlet. Keinginannya semakin kuat menjadi atlet dengan tujuan agar dapat membantu perekonomian keluarganya. Dia mengungkapkan, sejak kecil keluarganya hidup jauh dari kata cukup. Tak heran sejak kecil atau masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Nenni sudah berpikir untuk mencari uang sendiri karena tak tega dengan keadaan orang tuanya yang banting tulang, sehingga membuat dirinya berkeinginan kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. 

    Dia menceritakan, awal mula dirinya menjadi atlet layar karena diajak salah satu temannya yang mengatakan dari cabor tersebut dapat menghasilkan uang. Dikarenakan dirinya yang tertarik mendengar kata uang, dan dirinya memang menyukai laut, membuat Nenni menekuni cabor layar ini.

    "Kebetulan layar itu mainnya di laut jadi saya tekuni dengan benar agar bisa juara dan bisa membanggakan orang tua saya yang dari tidak punya apa-apa dan Alhamdulillah sudah tercukupi sekarang," ungkapnya.

    Saat awal mula mengikuti latihan, Nenni sempat mendapat tentangan dari orang tuanya karena khawatir anak perempuannya main di laut tanpa pengawasannya. Larangan orangtuanya itu sempat membuat dirinya berhenti latihan selama dua minggu. 

    Meskipun dilarang, Nenni ternyata sempat ikut latihan secara sembunyi-sembunyi hingga pada akhirnya ada salah satu orang tua temannya coba meyakinkan orang tua Nenni bahwa latihan tersebut tetap ada pengawasan dan tidak dilepas sendiri di laut. Dari situ, orang tua Nenni mengizinkan kembali Nenni untuk latihan.

    Dirinya menceritakan bahwa pengalaman paling berkesannya adalah saat Asian Games, meskipun ia juara 4 pada waktu itu namun banyak momen yang belum pernah ia alami, seperti setim dengan berbagai provinsi ketemu dengan orang orang baru dan masih banyak lagi pengalaman yang menurutnya baru termasuk dari segi latihan, pertemanan, kekompakan dan lain-lain.

    Nenni, atlet kebanggaan Berau yang telah berhasil mengangkat derajat keluarganya ini mengaku tak pernah berfikir bisa sampai sejauh ini menekuni cabor layar itu, karena dulu dirinya punya banyak ambisi termasuk ingin kuliah usai lulus SMA agar bisa menjadi anggota TNI. Namun semua ambisinya hilang bak ditelan bumi sejak ayahnya meninggal dunia pada 2020 saat usianya masih 19 tahun.

     "Jadi bapak saya meninggal itu pas saya ujian di Samarinda, ujian kelulusan kelas 3 SMA dan saya baru pulang SEA Games di situ bulan 11 (November) dan ke Samarinda bulan 1 (Januari) sampai bulan 4 (April), bapak saya meninggal bulan 2 (Februari) dan yah, saya syok sekali," terangnya.

    Nenni pun masih berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Selain itu, untuk saat ini dirinya masih tetap rutin latihan guna mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan yang bakal digelar.

    Catatan Prestasi Nenni Marlini: 

    * Medali Perak Kejurda 2013 di Berau

    * Medali Emas Kejurnas Remaja 2015 di Jakarta

    * Medali Perunggu PON 2016 di Jawa Barat 

    * Peringkat 4 World Championship 2017 di Vietnam

    * Medali Emas Singapore Open 2018 di Singapura

    * Medali Emas Seoul Cup 2018 Korea

    * Medali Perunggu Asian Sailing Championship 2018 di Jakarta

    * Peringkat 4 Asian Games 2018 di Jakarta

    * Dua Medali Emas Porprov 2018 di Berau

    * Medali Emas Singapore Open 2019 di Singapore

    * Medali Perunggu SEA Games 2019 di Filipina 

    * Medali Perak - Perunggu PON 2020/2021 di Papua

    * Medali Emas Porprov Kaltim di Berau 2022 

    * Medali Perunggu PON 2024 Aceh-Sumut

    (Sf/RS)