Cari disini...
Figur
Foto Kegiatan Latihan Paser Inline Skate Paser (Foto: Dok Paser Inline Skate)
Tana Paser - Di balik seragam dinasnya sebagai anggota Kepolisian Polres Paser, tersimpan semangat luar biasa dari sosok Aipda Totok Wahyudi.
Pria kelahiran Ngawi, 13 Juni 1983 ini tak hanya sibuk menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga aktif membina puluhan anak-anak di Kabupaten Paser lewat olahraga sepatu roda.
Namanya mulai mencuri perhatian publik setelah berhasil mendirikan Paser Inline Skate, sebuah akademi sepatu roda yang berdiri sejak 2022.
Akademi ini menjadi wadah pembinaan usia dini bagi anak-anak di Paser dan hingga kini telah melatih sekitar 70 anak, mulai dari usia 3 tahun hingga pelajar SMP.
"Awalnya dari hobi dan rasa kepedulian terhadap anak-anak di Paser. Saya ingin mereka punya kegiatan positif, terutama di luar jam sekolah," ungkap Totok, Senin (19/5/2025).
Akademi ini bukan sekadar tempat latihan biasa. Di tengah padatnya tugas sebagai anggota polisi di bagian hukum, Totok rela meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya demi generasi muda.
Bahkan ia menjadwalkan latihan empat kali dalam seminggu untuk kelas standar dan pemula, Senin, Rabu, Sabtu dan Minggu. Sementara kelas speed berlatih setiap hari, mulai pukul 05.30-06.30 WITA untuk latihan fisik sebelum sekolah, dilanjutkan sesi sore pukul 15.00-18.00 WITA dan malam pukul 20.00-22.00 WITA.
“Kita biasa latihan di Gentung Temiang, Arena MTQ dan malam hari di halaman Masjid Agung,” tuturnya.
Tak hanya soal tempat dan waktu, Akademi Paser Inline Skate juga menjaring bibit atlet sejak usia dini. Fokus pembinaan ditujukan pada anak prasekolah dan tingkat sekolah dasar. Alasannya sederhana, sepatu roda adalah olahraga yang menuntut keterampilan teknis tinggi dan akan lebih sulit jika baru ditekuni saat dewasa.
“Kalau sudah dewasa butuh waktu lebih lama untuk bisa mahir. Makanya pembinaan sejak kecil itu penting,” jelas Totok.
Kini ia pun tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Kecamatan Tanah Grogot untuk membuka ekstrakurikuler sepatu roda, sebagai bentuk perluasan penjaringan atlet muda.
Hasilnya tak main-main. Anak-anak binaan Totok sudah mulai menunjukkan prestasi. Baru-baru ini, empat atlet pelajar dari akademinya sukses membawa pulang tiga medali emas dan satu perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Semarang.
“Pimpinan mendukung penuh kegiatan ini karena selain positif, ini juga wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dengan semangat yang konsisten, Aipda Totok Wahyudi bukan hanya menjadi pengayom masyarakat, tapi juga pelatih, pembimbing dan inspirator bagi masa depan olahraga sepatu roda di Paser.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Figur

Foto Kegiatan Latihan Paser Inline Skate Paser (Foto: Dok Paser Inline Skate)
Tana Paser - Di balik seragam dinasnya sebagai anggota Kepolisian Polres Paser, tersimpan semangat luar biasa dari sosok Aipda Totok Wahyudi.
Pria kelahiran Ngawi, 13 Juni 1983 ini tak hanya sibuk menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga aktif membina puluhan anak-anak di Kabupaten Paser lewat olahraga sepatu roda.
Namanya mulai mencuri perhatian publik setelah berhasil mendirikan Paser Inline Skate, sebuah akademi sepatu roda yang berdiri sejak 2022.
Akademi ini menjadi wadah pembinaan usia dini bagi anak-anak di Paser dan hingga kini telah melatih sekitar 70 anak, mulai dari usia 3 tahun hingga pelajar SMP.
"Awalnya dari hobi dan rasa kepedulian terhadap anak-anak di Paser. Saya ingin mereka punya kegiatan positif, terutama di luar jam sekolah," ungkap Totok, Senin (19/5/2025).
Akademi ini bukan sekadar tempat latihan biasa. Di tengah padatnya tugas sebagai anggota polisi di bagian hukum, Totok rela meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya demi generasi muda.
Bahkan ia menjadwalkan latihan empat kali dalam seminggu untuk kelas standar dan pemula, Senin, Rabu, Sabtu dan Minggu. Sementara kelas speed berlatih setiap hari, mulai pukul 05.30-06.30 WITA untuk latihan fisik sebelum sekolah, dilanjutkan sesi sore pukul 15.00-18.00 WITA dan malam pukul 20.00-22.00 WITA.
“Kita biasa latihan di Gentung Temiang, Arena MTQ dan malam hari di halaman Masjid Agung,” tuturnya.
Tak hanya soal tempat dan waktu, Akademi Paser Inline Skate juga menjaring bibit atlet sejak usia dini. Fokus pembinaan ditujukan pada anak prasekolah dan tingkat sekolah dasar. Alasannya sederhana, sepatu roda adalah olahraga yang menuntut keterampilan teknis tinggi dan akan lebih sulit jika baru ditekuni saat dewasa.
“Kalau sudah dewasa butuh waktu lebih lama untuk bisa mahir. Makanya pembinaan sejak kecil itu penting,” jelas Totok.
Kini ia pun tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah di Kecamatan Tanah Grogot untuk membuka ekstrakurikuler sepatu roda, sebagai bentuk perluasan penjaringan atlet muda.
Hasilnya tak main-main. Anak-anak binaan Totok sudah mulai menunjukkan prestasi. Baru-baru ini, empat atlet pelajar dari akademinya sukses membawa pulang tiga medali emas dan satu perak dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kota Semarang.
“Pimpinan mendukung penuh kegiatan ini karena selain positif, ini juga wujud nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dengan semangat yang konsisten, Aipda Totok Wahyudi bukan hanya menjadi pengayom masyarakat, tapi juga pelatih, pembimbing dan inspirator bagi masa depan olahraga sepatu roda di Paser.
(Sf/Lo)