Cari disini...
Ekonomi
Rapat koordinasi yang diselenggarakan Disnaker Kota Bontang bersama manajemen PT Badak NGL. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Rencana reaktivasi Train F PT Badak NGL yang dijadwalkan mulai awal 2027 berpotensi membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga kerja. Pemerintah Kota Bontang pun meminta perusahaan memetakan kebutuhan pekerja sejak dini agar masyarakat lokal dapat mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri tersebut.
Pada puncak konstruksi, proyek reaktivasi Train F diperkirakan membutuhkan sekitar 500 tenaga kerja. Informasi ini disampaikan perwakilan PT Badak NGL, Vicky Indrafusa, dalam rapat koordinasi bersama Pemkot Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (26/10/2026).
Rapat yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang tersebut membahas penyelarasan tahapan proyek dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.
Vicky Indrafusa menjelaskan bahwa reaktivasi Train F ditargetkan selesai pada Desember 2028.
“Adapun rencana reaktivasi Train C dan Train D masih dalam tahap evaluasi dengan target penyelesaian akhir 2029, bergantung pada kepastian pasokan gas dan hasil kajian investasi,” ujar Vicky.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baik rencana reaktivasi tersebut. Menurutnya, proyek ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Namun, ia menegaskan pentingnya kejelasan informasi mengenai tahapan proyek dan kebutuhan tenaga kerja agar pemerintah daerah dapat menyiapkan strategi yang tepat.
“Rencana reaktivasi ini menjadi peluang bagi Kota Bontang. Karena itu, kami membutuhkan data yang jelas mengenai tahapan pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, serta peluang bagi putra-putri daerah, baik pada masa konstruksi maupun setelah kilang beroperasi,” ujar Neni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Untuk itu, Pemkot Bontang meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, mencakup jumlah pekerja, kualifikasi, jenis keterampilan, hingga jadwal perekrutan.
“Kami meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, lengkap dengan jumlah, kualifikasi, jenis keterampilan dan jadwal perekrutan. Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan teknis dan sertifikasi yang tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar lulusan SMA dan SMK di Bontang dipersiapkan sejak dini melalui koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan pihak perusahaan. Dengan demikian, kompetensi calon tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Dari sisi persiapan tenaga kerja, Manager Learning & Development PT Badak NGL, Sekar Arum Sari Nastiti, menjelaskan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan melalui seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga wawancara sesuai standar perusahaan.
Senior Manager Supply Chain PT Badak NGL, Yuli Gunawan, menambahkan bahwa perusahaan menargetkan persetujuan formal kebutuhan tenaga kerja dapat diperoleh pada akhir 2026 sebelum proses rekrutmen berjalan pada awal 2027.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Rapat koordinasi yang diselenggarakan Disnaker Kota Bontang bersama manajemen PT Badak NGL. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Rencana reaktivasi Train F PT Badak NGL yang dijadwalkan mulai awal 2027 berpotensi membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga kerja. Pemerintah Kota Bontang pun meminta perusahaan memetakan kebutuhan pekerja sejak dini agar masyarakat lokal dapat mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri tersebut.
Pada puncak konstruksi, proyek reaktivasi Train F diperkirakan membutuhkan sekitar 500 tenaga kerja. Informasi ini disampaikan perwakilan PT Badak NGL, Vicky Indrafusa, dalam rapat koordinasi bersama Pemkot Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (26/10/2026).
Rapat yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang tersebut membahas penyelarasan tahapan proyek dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.
Vicky Indrafusa menjelaskan bahwa reaktivasi Train F ditargetkan selesai pada Desember 2028.
“Adapun rencana reaktivasi Train C dan Train D masih dalam tahap evaluasi dengan target penyelesaian akhir 2029, bergantung pada kepastian pasokan gas dan hasil kajian investasi,” ujar Vicky.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut baik rencana reaktivasi tersebut. Menurutnya, proyek ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Namun, ia menegaskan pentingnya kejelasan informasi mengenai tahapan proyek dan kebutuhan tenaga kerja agar pemerintah daerah dapat menyiapkan strategi yang tepat.
“Rencana reaktivasi ini menjadi peluang bagi Kota Bontang. Karena itu, kami membutuhkan data yang jelas mengenai tahapan pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, serta peluang bagi putra-putri daerah, baik pada masa konstruksi maupun setelah kilang beroperasi,” ujar Neni.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Untuk itu, Pemkot Bontang meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, mencakup jumlah pekerja, kualifikasi, jenis keterampilan, hingga jadwal perekrutan.
“Kami meminta PT Badak NGL menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja secara tertulis, lengkap dengan jumlah, kualifikasi, jenis keterampilan dan jadwal perekrutan. Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan teknis dan sertifikasi yang tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar lulusan SMA dan SMK di Bontang dipersiapkan sejak dini melalui koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan pihak perusahaan. Dengan demikian, kompetensi calon tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Dari sisi persiapan tenaga kerja, Manager Learning & Development PT Badak NGL, Sekar Arum Sari Nastiti, menjelaskan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan melalui seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga wawancara sesuai standar perusahaan.
Senior Manager Supply Chain PT Badak NGL, Yuli Gunawan, menambahkan bahwa perusahaan menargetkan persetujuan formal kebutuhan tenaga kerja dapat diperoleh pada akhir 2026 sebelum proses rekrutmen berjalan pada awal 2027.
(Sf/Lo)