Seputar Fakta

    Ekonomi

    Ratusan  Warga Bontang Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Bersiap Hadapi Peluang Industri

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2026 pukul 18:47 WITA

    Pembukaan program pelatihan yang digelar Disnaker Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Sebanyak 323 warga Kota Bontang mengikuti Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Program yang dibiayai penuh melalui APBD ini menjadi salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan industri.

    Pelatihan tersebut dinilai strategis di tengah rencana pengoperasian kembali dua train PT Badak NGL yang diproyeksikan mulai 2028, dengan kebutuhan ratusan tenaga kerja organik pada setiap train.

    Kepala Disnaker Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menjelaskan program tahun ini mencakup 12 jenis pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat,” ujar Asdar.

    Pelatihan yang disiapkan antara lain Ahli K3 Umum, Welder GTAW 6G, Operator Scaffolding, Forklift, Junior Office Operator, dan Mengemudi Roda Empat.

    Disnaker juga menyediakan pelatihan nonindustri, seperti menjahit dasar, pengolahan hasil laut, perawatan rambut, tata rias, pijat bagi penyandang disabilitas, serta pengolahan bahan daur ulang kain perca.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa peserta harus memiliki keterampilan nyata, bukan sekadar mengandalkan sertifikat.

    “Sertifikat harus disertai keterampilan yang nyata,” tegasnya.

    Karena itu, peserta diharapkan mengikuti pelatihan secara serius agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun dunia usaha.

    Pemkot Bontang juga terus mengawal kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal dengan komposisi 75 persen. Upaya ini diharapkan memperbesar kesempatan warga setempat untuk terlibat dalam pertumbuhan industri di daerahnya.

    (Sf/Rs)

    Ekonomi

    Ratusan  Warga Bontang Ikuti Pelatihan Kerja Gratis, Bersiap Hadapi Peluang Industri

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2026 pukul 18:47 WITA

    Pembukaan program pelatihan yang digelar Disnaker Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Sebanyak 323 warga Kota Bontang mengikuti Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Program yang dibiayai penuh melalui APBD ini menjadi salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan industri.

    Pelatihan tersebut dinilai strategis di tengah rencana pengoperasian kembali dua train PT Badak NGL yang diproyeksikan mulai 2028, dengan kebutuhan ratusan tenaga kerja organik pada setiap train.

    Kepala Disnaker Kota Bontang, Asdar Ibrahim, menjelaskan program tahun ini mencakup 12 jenis pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat,” ujar Asdar.

    Pelatihan yang disiapkan antara lain Ahli K3 Umum, Welder GTAW 6G, Operator Scaffolding, Forklift, Junior Office Operator, dan Mengemudi Roda Empat.

    Disnaker juga menyediakan pelatihan nonindustri, seperti menjahit dasar, pengolahan hasil laut, perawatan rambut, tata rias, pijat bagi penyandang disabilitas, serta pengolahan bahan daur ulang kain perca.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa peserta harus memiliki keterampilan nyata, bukan sekadar mengandalkan sertifikat.

    “Sertifikat harus disertai keterampilan yang nyata,” tegasnya.

    Karena itu, peserta diharapkan mengikuti pelatihan secara serius agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun dunia usaha.

    Pemkot Bontang juga terus mengawal kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal dengan komposisi 75 persen. Upaya ini diharapkan memperbesar kesempatan warga setempat untuk terlibat dalam pertumbuhan industri di daerahnya.

    (Sf/Rs)