Ekonomi

    Pertamina Tambah Pasokan Pertalite ke Berau, Penyaluran Naik 30 Persen

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 September 2026 pukul 17:33 WITA

    Kedatangan kapal OB Anindhita 81 yang bersandar di Berau. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

    Tanjung Redeb - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meningkatkan penyaluran Pertalite ke sejumlah SPBU di Kabupaten Berau. 

    Pada Jumat (25/9/2026), Pertamina menyiapkan 172 kiloliter Pertalite, atau naik sekitar 30 persen dari rata-rata penyaluran sebelumnya. Tambahan pasokan tersebut menyusul kedatangan kapal OB Anindhita 81 yang bersandar di Berau pada Kamis (24/9/2026) dini hari. Kapal itu membawa Pertalite dan Pertamax untuk mendukung kebutuhan BBM di wilayah Berau.

    Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan tambahan pasokan dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.

    "Pertamina menyiapkan penerimaan BBM dan pengiriman mobil tangki agar penyaluran ke SPBU dan Pertashop dapat berjalan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan," ujar Edi.

    Ia pun menjelaskan bahwa sebelumnya, rata-rata penyaluran Pertalite berada di kisaran 132 kiloliter. Dengan tambahan menjadi 172 kiloliter, Pertamina meningkatkan volume distribusi untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah titik penyaluran.

    "Selain Pertalite, pengiriman Pertamax juga disiapkan untuk SPBU dan Pertashop dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing lembaga penyalur," katanya.

    Sementara itu, dirinya menyebut pemantauan stok terus dilakukan di setiap lembaga penyalur. Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU, Pertashop, transportir, dan pemangku kepentingan terkait untuk menentukan kebutuhan pengiriman selanjutnya.

    "Kami memahami BBM dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pengiriman terus kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.

    Menurut Edi, kondisi stok di lapangan menjadi salah satu dasar dalam mengatur distribusi berikutnya agar BBM dapat tersedia di lokasi yang membutuhkan. Hal tersebut pun diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban pelayanan dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan dan penyaluran berjalan lancar dan tertib," tandasnya. 

    (Sf/Rs)

    Ekonomi

    Pertamina Tambah Pasokan Pertalite ke Berau, Penyaluran Naik 30 Persen

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 September 2026 pukul 17:33 WITA

    Kedatangan kapal OB Anindhita 81 yang bersandar di Berau. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

    Tanjung Redeb - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meningkatkan penyaluran Pertalite ke sejumlah SPBU di Kabupaten Berau. 

    Pada Jumat (25/9/2026), Pertamina menyiapkan 172 kiloliter Pertalite, atau naik sekitar 30 persen dari rata-rata penyaluran sebelumnya. Tambahan pasokan tersebut menyusul kedatangan kapal OB Anindhita 81 yang bersandar di Berau pada Kamis (24/9/2026) dini hari. Kapal itu membawa Pertalite dan Pertamax untuk mendukung kebutuhan BBM di wilayah Berau.

    Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan tambahan pasokan dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.

    "Pertamina menyiapkan penerimaan BBM dan pengiriman mobil tangki agar penyaluran ke SPBU dan Pertashop dapat berjalan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan," ujar Edi.

    Ia pun menjelaskan bahwa sebelumnya, rata-rata penyaluran Pertalite berada di kisaran 132 kiloliter. Dengan tambahan menjadi 172 kiloliter, Pertamina meningkatkan volume distribusi untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah titik penyaluran.

    "Selain Pertalite, pengiriman Pertamax juga disiapkan untuk SPBU dan Pertashop dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing lembaga penyalur," katanya.

    Sementara itu, dirinya menyebut pemantauan stok terus dilakukan di setiap lembaga penyalur. Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU, Pertashop, transportir, dan pemangku kepentingan terkait untuk menentukan kebutuhan pengiriman selanjutnya.

    "Kami memahami BBM dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pengiriman terus kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.

    Menurut Edi, kondisi stok di lapangan menjadi salah satu dasar dalam mengatur distribusi berikutnya agar BBM dapat tersedia di lokasi yang membutuhkan. Hal tersebut pun diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban pelayanan dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

    "Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan dan penyaluran berjalan lancar dan tertib," tandasnya. 

    (Sf/Rs)