Ekonomi

    Pertamina Buka Data Penyaluran BBM, Antrean Berau Jadi Bahan Evaluasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 September 2026 pukul 16:05 WITA

    Antrean di SPBU jalan SM Bayanuddin Sambaliung. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - PT Pertamina Patra Niaga membuka data penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau sebagai bahan evaluasi bersama terkait antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengatakan data penyaluran penting untuk melihat kondisi BBM di lapangan secara lebih menyeluruh. Sebab, antrean tidak cukup hanya dilihat dari panjangnya antrean, tetapi juga perlu dibandingkan dengan volume BBM yang telah disalurkan.

    "Berdasarkan data di Pertamina, penyaluran Pertalite melalui SPBU pada 21 September 2026 mencapai 100 kiloliter (KL). Sehari berikutnya, jumlah tersebut meningkat menjadi 126 KL," kata Bagus.

    Oleh karena itu, ia menyampaikan total penyaluran Pertalite melalui SPBU selama dua hari mencapai 226 KL atau sekitar 226 ribu liter. Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata penyaluran harian Pertalite yang sebelumnya berkisar 72–88 KL.

    "Stok dan penyaluran kita sebetulnya sangat oke dibandingkan sebelumnya,"  ujarnya.

    Sementara itu, penyaluran Pertamax melalui SPBU pada 21 September mencapai 74 KL dan Pertamax melalui Pertashop sebanyak 17 KL. Pada 22 September, penyaluran Pertamax melalui SPBU tercatat 50 KL dan melalui Pertashop 21 KL.

    Pertamina juga merencanakan penyaluran pada 23 September, dengan Pertalite melalui SPBU sebesar 100 KL, Pertamax melalui SPBU 58 KL, serta Pertamax melalui Pertashop sebanyak 18 KL.

    Meski penyaluran telah ditingkatkan, antrean masih ditemukan di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat Pertamina perlu melihat hubungan antara stok, volume penyaluran, serta pola pembelian masyarakat.

    Selain itu, ia mengatakan terdapat perubahan pola pembelian Pertalite setelah batas pembelian disesuaikan menjadi 40 liter. Sebelumnya, pembelian disebut lebih banyak berada di kisaran 25 liter.

    "Kita lihat bersama, apakah dengan penyaluran sebanyak ini antrean masih terjadi atau ada fenomena lain," tuturnya.

    Menurutnya, kondisi penyaluran BBM di Berau dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian karena tingginya permintaan dan antrean. Bahkan, kondisi tersebut disebut termasuk yang cukup berat secara nasional setelah Makassar.

    Karena itu, Pertamina siap membuka data penyaluran untuk menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. 

    "Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran berdasarkan kondisi aktual di setiap SPBU," katanya.

    Bagus juga mengatakan evaluasi tersebut nantinya tidak hanya melihat panjangnya antrean, tetapi juga mencermati jumlah BBM yang masuk dan tersalurkan kepada masyarakat.

    "Kami berharap, stok dan penyaluran kita di lapangan bisa dilihat bersama," pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Ekonomi

    Pertamina Buka Data Penyaluran BBM, Antrean Berau Jadi Bahan Evaluasi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 September 2026 pukul 16:05 WITA

    Antrean di SPBU jalan SM Bayanuddin Sambaliung. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - PT Pertamina Patra Niaga membuka data penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau sebagai bahan evaluasi bersama terkait antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengatakan data penyaluran penting untuk melihat kondisi BBM di lapangan secara lebih menyeluruh. Sebab, antrean tidak cukup hanya dilihat dari panjangnya antrean, tetapi juga perlu dibandingkan dengan volume BBM yang telah disalurkan.

    "Berdasarkan data di Pertamina, penyaluran Pertalite melalui SPBU pada 21 September 2026 mencapai 100 kiloliter (KL). Sehari berikutnya, jumlah tersebut meningkat menjadi 126 KL," kata Bagus.

    Oleh karena itu, ia menyampaikan total penyaluran Pertalite melalui SPBU selama dua hari mencapai 226 KL atau sekitar 226 ribu liter. Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata penyaluran harian Pertalite yang sebelumnya berkisar 72–88 KL.

    "Stok dan penyaluran kita sebetulnya sangat oke dibandingkan sebelumnya,"  ujarnya.

    Sementara itu, penyaluran Pertamax melalui SPBU pada 21 September mencapai 74 KL dan Pertamax melalui Pertashop sebanyak 17 KL. Pada 22 September, penyaluran Pertamax melalui SPBU tercatat 50 KL dan melalui Pertashop 21 KL.

    Pertamina juga merencanakan penyaluran pada 23 September, dengan Pertalite melalui SPBU sebesar 100 KL, Pertamax melalui SPBU 58 KL, serta Pertamax melalui Pertashop sebanyak 18 KL.

    Meski penyaluran telah ditingkatkan, antrean masih ditemukan di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat Pertamina perlu melihat hubungan antara stok, volume penyaluran, serta pola pembelian masyarakat.

    Selain itu, ia mengatakan terdapat perubahan pola pembelian Pertalite setelah batas pembelian disesuaikan menjadi 40 liter. Sebelumnya, pembelian disebut lebih banyak berada di kisaran 25 liter.

    "Kita lihat bersama, apakah dengan penyaluran sebanyak ini antrean masih terjadi atau ada fenomena lain," tuturnya.

    Menurutnya, kondisi penyaluran BBM di Berau dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian karena tingginya permintaan dan antrean. Bahkan, kondisi tersebut disebut termasuk yang cukup berat secara nasional setelah Makassar.

    Karena itu, Pertamina siap membuka data penyaluran untuk menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. 

    "Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran berdasarkan kondisi aktual di setiap SPBU," katanya.

    Bagus juga mengatakan evaluasi tersebut nantinya tidak hanya melihat panjangnya antrean, tetapi juga mencermati jumlah BBM yang masuk dan tersalurkan kepada masyarakat.

    "Kami berharap, stok dan penyaluran kita di lapangan bisa dilihat bersama," pungkasnya. 

    (Sf/Lo)