Cari disini...
Ekonomi
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan pembangunan Pelabuhan Nenang kepada Kementerian Infrastruktur untuk mendapat dukungan pembangunan.
Bupati PPU, Mudyat Noor menyebut Pelabuhan Nenang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi kelautan sekaligus membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi PPU.
"Urgensi pembangunannya karena dari pelabuhan itu nantinya bisa memberikan PAD yang besar bagi PPU," kata Mudyat, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, aktivitas kapal di perairan sekitar Penajam cukup tinggi. Selama ini kapal-kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut banyak yang hanya berlabuh di perairan tanpa fasilitas pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di kawasan itu.
"Kita lihat sendiri kesibukan di perairan Pantai Penajam luar biasa. Potensi itu selama ini belum kita gali. Sekarang pemerintah sedang menyiapkannya," ujarnya.
Pemkab PPU juga menyiapkan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai bagian dari persiapan pengelolaan. Proses pembentukan BUP ditargetkan rampung bulan depan.
Untuk lokasi, Mudyat menyebut lahan yang dipertimbangkan merupakan milik masyarakat. Pemkab tidak mempersoalkan status lahan selama memenuhi kelayakan teknis kepelabuhanan.
"Minimal luasnya 10 hektare karena ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi kelautan. Lahan ini sebetulnya kita tidak selalu mengacu pada lahan pemerintah," jelasnya.
Pelabuhan tersebut nantinya diarahkan agar kapal-kapal yang beraktivitas di perairan PPU dapat bersandar dan memenuhi kebutuhan logistik maupun kebutuhan harian di fasilitas pelabuhan.
Mudyat juga melihat peluang pembangunan pelabuhan di wilayah PPU semakin penting karena aktivitas perairan Teluk Balikpapan sudah padat.
Selain itu, kondisi perairan dinilai kurang ideal untuk pengembangan pelabuhan baru.
"Kalau kita bangun di wilayah Teluk Balikpapan, pertama dangkal, kedua lalu lintas perairannya sudah sangat padat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Ekonomi

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan pembangunan Pelabuhan Nenang kepada Kementerian Infrastruktur untuk mendapat dukungan pembangunan.
Bupati PPU, Mudyat Noor menyebut Pelabuhan Nenang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekonomi kelautan sekaligus membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi PPU.
"Urgensi pembangunannya karena dari pelabuhan itu nantinya bisa memberikan PAD yang besar bagi PPU," kata Mudyat, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, aktivitas kapal di perairan sekitar Penajam cukup tinggi. Selama ini kapal-kapal yang beraktivitas di wilayah tersebut banyak yang hanya berlabuh di perairan tanpa fasilitas pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di kawasan itu.
"Kita lihat sendiri kesibukan di perairan Pantai Penajam luar biasa. Potensi itu selama ini belum kita gali. Sekarang pemerintah sedang menyiapkannya," ujarnya.
Pemkab PPU juga menyiapkan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai bagian dari persiapan pengelolaan. Proses pembentukan BUP ditargetkan rampung bulan depan.
Untuk lokasi, Mudyat menyebut lahan yang dipertimbangkan merupakan milik masyarakat. Pemkab tidak mempersoalkan status lahan selama memenuhi kelayakan teknis kepelabuhanan.
"Minimal luasnya 10 hektare karena ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi kelautan. Lahan ini sebetulnya kita tidak selalu mengacu pada lahan pemerintah," jelasnya.
Pelabuhan tersebut nantinya diarahkan agar kapal-kapal yang beraktivitas di perairan PPU dapat bersandar dan memenuhi kebutuhan logistik maupun kebutuhan harian di fasilitas pelabuhan.
Mudyat juga melihat peluang pembangunan pelabuhan di wilayah PPU semakin penting karena aktivitas perairan Teluk Balikpapan sudah padat.
Selain itu, kondisi perairan dinilai kurang ideal untuk pengembangan pelabuhan baru.
"Kalau kita bangun di wilayah Teluk Balikpapan, pertama dangkal, kedua lalu lintas perairannya sudah sangat padat," pungkasnya.
(Sf/Rs)