Cari disini...
Ekonomi
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pasar Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diusulkan menjadi sentra jajanan lokal yang beroperasi setiap akhir pekan. Gagasan ini dibahas untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar yang selama ini dinilai belum optimal.
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi mengatakan, gagasan tersebut telah dibahas bersama komunitas pemuda, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sangatta Selatan.
Ia berharap jajanan di pasar itu tidak hanya tersedia saat Ramadan, ketika masyarakat berburu takjil dan makanan berbuka puasa.
“Konsepnya tidak hanya berpikir bahwa jajanan itu bisa dinikmati saat Ramadan saja, tetapi mungkin setiap akhir pekan juga bisa ada,” ujar Dewi.
Salah satu usulan yang dibahas ialah membongkar sejumlah sekat di bagian tengah pasar agar area di dalam bangunan lebih luas. Langkah ini diusulkan untuk memaksimalkan ruang yang tersedia tanpa mengubah keseluruhan bangunan.
Selain menggerakkan ekonomi, pasar tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi remaja untuk berkegiatan dan mengembangkan diri. Dewi menilai fasilitas pendukung, seperti sarana olahraga dan ruang aktivitas, perlu diperhatikan agar remaja memiliki pilihan kegiatan positif.
“Kita berharap ke depan ada ruang untuk anak, khususnya remaja, bagaimana mereka bisa mengeksplorasi diri, jadi tidak terkunci pada kegiatan-kegiatan yang negatif,” katanya.
Untuk mendukung gagasan tersebut, Dewi mengaku telah melakukan komunikasi awal dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurut Dewi, pembicaraan awal itu mendapat respons positif. Pihak perusahaan meminta agar program yang diusulkan disampaikan secara langsung.
“Secara lisan dari hasil diskusi kami, tidak masalah. Diminta langsung saja ditawarkan programnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pasar Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diusulkan menjadi sentra jajanan lokal yang beroperasi setiap akhir pekan. Gagasan ini dibahas untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar yang selama ini dinilai belum optimal.
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi mengatakan, gagasan tersebut telah dibahas bersama komunitas pemuda, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sangatta Selatan.
Ia berharap jajanan di pasar itu tidak hanya tersedia saat Ramadan, ketika masyarakat berburu takjil dan makanan berbuka puasa.
“Konsepnya tidak hanya berpikir bahwa jajanan itu bisa dinikmati saat Ramadan saja, tetapi mungkin setiap akhir pekan juga bisa ada,” ujar Dewi.
Salah satu usulan yang dibahas ialah membongkar sejumlah sekat di bagian tengah pasar agar area di dalam bangunan lebih luas. Langkah ini diusulkan untuk memaksimalkan ruang yang tersedia tanpa mengubah keseluruhan bangunan.
Selain menggerakkan ekonomi, pasar tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi remaja untuk berkegiatan dan mengembangkan diri. Dewi menilai fasilitas pendukung, seperti sarana olahraga dan ruang aktivitas, perlu diperhatikan agar remaja memiliki pilihan kegiatan positif.
“Kita berharap ke depan ada ruang untuk anak, khususnya remaja, bagaimana mereka bisa mengeksplorasi diri, jadi tidak terkunci pada kegiatan-kegiatan yang negatif,” katanya.
Untuk mendukung gagasan tersebut, Dewi mengaku telah melakukan komunikasi awal dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurut Dewi, pembicaraan awal itu mendapat respons positif. Pihak perusahaan meminta agar program yang diusulkan disampaikan secara langsung.
“Secara lisan dari hasil diskusi kami, tidak masalah. Diminta langsung saja ditawarkan programnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)