Ekonomi
Audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim. (Foto: Dokpim Arief Murtadha)
Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menerima audiensi Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim, Kamis (5/11/2026).
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim yang baru, Amir Hasanuddin, kepada Pemprov Kaltim.
Dalam pertemuan itu, Pemprov Kaltim dan Balai Karantina membahas upaya agar ekspor komoditas dari Kaltim bisa langsung dikirim ke negara tujuan, tanpa harus transit lagi di Surabaya maupun Jakarta.
"Yang nantinya kita mengharapkan bahwa ekspor-ekspor itu langsung dari Kaltim ke negara tujuan, jadi tidak mampir lagi ke Surabaya, tidak mampir lagi ke Jakarta, sehingga value dari hasil ekspor tersebut bisa didapatkan di Kalimantan Timur," kata Seno.
Untuk merealisasikannya, Seno meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim untuk bertemu dengan Balai Karantina dan pengelola pelabuhan di Kaltim.
Pertemuan itu nantinya akan membahas pembentukan satu tempat layanan bersama atau kantor bersama yang di dalamnya terdapat Bea Cukai, Balai Karantina, hingga Dinas Perindustrian, sehingga pelaku usaha bisa mengurus Certificate of Origin (COO) langsung dari Kalimantan Timur.
Terkait pemusnahan 40 jenis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilakukan oleh Balai Karantina dengan total berat 89,6 kilogram di Balikpapan, Seno menegaskan pemusnahan tersebut bukan merupakan pemusnahan massal barang impor.
"Sebenarnya kan pemusnahan itu kan dari mereka-mereka yang penumpang-penumpang ya, artinya penumpang yang datang dari luar kota kemudian mereka membawa sesuatu, jadi bukan pemusnahan massal," ujar Seno.
Ia menambahkan, pemusnahan tersebut dilaksanakan secara rutin oleh Balai Karantina terhadap barang bawaan penumpang yang tidak memenuhi syarat. Hingga saat ini, tidak ada pemusnahan massal buah impor yang masuk langsung ke Kaltim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim. (Foto: Dokpim Arief Murtadha)
Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menerima audiensi Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim, Kamis (5/11/2026).
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kaltim yang baru, Amir Hasanuddin, kepada Pemprov Kaltim.
Dalam pertemuan itu, Pemprov Kaltim dan Balai Karantina membahas upaya agar ekspor komoditas dari Kaltim bisa langsung dikirim ke negara tujuan, tanpa harus transit lagi di Surabaya maupun Jakarta.
"Yang nantinya kita mengharapkan bahwa ekspor-ekspor itu langsung dari Kaltim ke negara tujuan, jadi tidak mampir lagi ke Surabaya, tidak mampir lagi ke Jakarta, sehingga value dari hasil ekspor tersebut bisa didapatkan di Kalimantan Timur," kata Seno.
Untuk merealisasikannya, Seno meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim untuk bertemu dengan Balai Karantina dan pengelola pelabuhan di Kaltim.
Pertemuan itu nantinya akan membahas pembentukan satu tempat layanan bersama atau kantor bersama yang di dalamnya terdapat Bea Cukai, Balai Karantina, hingga Dinas Perindustrian, sehingga pelaku usaha bisa mengurus Certificate of Origin (COO) langsung dari Kalimantan Timur.
Terkait pemusnahan 40 jenis komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilakukan oleh Balai Karantina dengan total berat 89,6 kilogram di Balikpapan, Seno menegaskan pemusnahan tersebut bukan merupakan pemusnahan massal barang impor.
"Sebenarnya kan pemusnahan itu kan dari mereka-mereka yang penumpang-penumpang ya, artinya penumpang yang datang dari luar kota kemudian mereka membawa sesuatu, jadi bukan pemusnahan massal," ujar Seno.
Ia menambahkan, pemusnahan tersebut dilaksanakan secara rutin oleh Balai Karantina terhadap barang bawaan penumpang yang tidak memenuhi syarat. Hingga saat ini, tidak ada pemusnahan massal buah impor yang masuk langsung ke Kaltim.
(Sf/Lo)