Ekonomi

    Kebutuhan Daging Masih Defisit 50 Persen, Seno Aji Dorong HPDKI Kaltim Budi Daya Domba dan Kambing

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 19:41 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, usai menerima audiensi DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim. Foto: Arman/Seputarfakta.com

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menerima audiensi DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

    Usai pertemuan, Seno mengungkapkan kebutuhan daging domba dan kambing di Kaltim masih defisit lebih dari 50 persen. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan.

    "Tadi saya mendapatkan audiensi dari himpunan peternak domba dan kambing yang ternyata kebutuhan Kaltim ini masih kurang lebih di atas 50 persen kebutuhannya yang belum terpenuhi," ujar Seno.

    Ia pun mendorong HPDKI Kaltim berkolaborasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim untuk membudidayakan ternak domba kepada masyarakat.

    "Ini sesuai dengan visi misi kita, kita ingin swasembada beras pangan dan salah satunya adalah swasembada daging. Salah satunya domba. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa membuat peternak-peternak kambing dan domba di Kaltim semakin banyak," katanya.

    Terkait regulasi, Seno menyebut larangan masuknya domba ke Kaltim sudah dicabut. Namun masih ada aturan jarak minimal peternakan domba tidak boleh di bawah radius 3 Km dari peternakan sapi untuk mencegah penularan penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF).

    "Kalau larangan sudah kita cabut, boleh domba masuk ke Kaltim. Tapi kan masih ada larangan supaya tidak beternak di bawah 3 Km. Jadi kalau ada peternakan sapi maka peternak domba harus di atas 3 Km radiusnya," jelasnya.

    Pemprov Kaltim akan mengkaji peluang agar peternak domba bisa beternak di bawah radius 3 Km dengan memastikan keamanan ternak sapi melalui vaksinasi.

    "Radius 3 Km ini kita harus memastikan bahwa penyakit domba yang bisa menularkan penyakit MCF kepada sapi itu juga harus kita amankan dulu. Apakah para peternak sapi kita berikan misalnya imunisasi sapinya atau vaksin, supaya nantinya ke depan para peternak domba ini bisa untuk beternak di bawah radius 3 Km yang kita sudah syaratkan," ungkapnya.

    Untuk mendukung itu, pemprov akan mendorong penelitian bersama Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) dan Dinas Peternakan.

    (Sf/Lo)

    Ekonomi

    Kebutuhan Daging Masih Defisit 50 Persen, Seno Aji Dorong HPDKI Kaltim Budi Daya Domba dan Kambing

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 19:41 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, usai menerima audiensi DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim. Foto: Arman/Seputarfakta.com

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menerima audiensi DPD Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/10/2026).

    Usai pertemuan, Seno mengungkapkan kebutuhan daging domba dan kambing di Kaltim masih defisit lebih dari 50 persen. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan.

    "Tadi saya mendapatkan audiensi dari himpunan peternak domba dan kambing yang ternyata kebutuhan Kaltim ini masih kurang lebih di atas 50 persen kebutuhannya yang belum terpenuhi," ujar Seno.

    Ia pun mendorong HPDKI Kaltim berkolaborasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Kaltim untuk membudidayakan ternak domba kepada masyarakat.

    "Ini sesuai dengan visi misi kita, kita ingin swasembada beras pangan dan salah satunya adalah swasembada daging. Salah satunya domba. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa membuat peternak-peternak kambing dan domba di Kaltim semakin banyak," katanya.

    Terkait regulasi, Seno menyebut larangan masuknya domba ke Kaltim sudah dicabut. Namun masih ada aturan jarak minimal peternakan domba tidak boleh di bawah radius 3 Km dari peternakan sapi untuk mencegah penularan penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF).

    "Kalau larangan sudah kita cabut, boleh domba masuk ke Kaltim. Tapi kan masih ada larangan supaya tidak beternak di bawah 3 Km. Jadi kalau ada peternakan sapi maka peternak domba harus di atas 3 Km radiusnya," jelasnya.

    Pemprov Kaltim akan mengkaji peluang agar peternak domba bisa beternak di bawah radius 3 Km dengan memastikan keamanan ternak sapi melalui vaksinasi.

    "Radius 3 Km ini kita harus memastikan bahwa penyakit domba yang bisa menularkan penyakit MCF kepada sapi itu juga harus kita amankan dulu. Apakah para peternak sapi kita berikan misalnya imunisasi sapinya atau vaksin, supaya nantinya ke depan para peternak domba ini bisa untuk beternak di bawah radius 3 Km yang kita sudah syaratkan," ungkapnya.

    Untuk mendukung itu, pemprov akan mendorong penelitian bersama Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) dan Dinas Peternakan.

    (Sf/Lo)