Ekonomi

    Car Free Night Bontang Dibatasi hingga Jam Sebelas Malam, Kebersihan Pedagang Dievaluasi

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 13:58 WITA

    Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Car Free Night dan Rencana Aksi Optimalisasi di Ruang Command Center Kodim 0908/Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membatasi aktivitas perdagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Car Free Night (CFN) hingga pukul 23.00 Wita. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberi waktu bagi petugas membersihkan kawasan setelah kegiatan.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono mengatakan, pembatasan jam operasional menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan CFN yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, OPD, camat hingga lurah.

    “Untuk pedagang, kita sepakati aktivitas perdagangan paling lambat pukul 23.00 WITA. Setelah itu ada jeda bagi petugas untuk melakukan pembersihan kawasan,” ujar Sony, Kamis (8/10/2026).

    Selain jam operasional, kebersihan lapak menjadi bahan evaluasi keberlanjutan pedagang. Setiap UMKM diwajibkan menjaga area sekitar lapak dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

    “Jadi kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab petugas. Pedagang juga harus bertanggung jawab terhadap area di sekitar lapaknya. Ini akan menjadi bagian dari evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya,” katanya.

    Pemerintah menambah petugas kebersihan yang akan langsung bekerja setelah CFN berakhir. Langkah ini dilakukan menyusul persoalan sampah yang sebelumnya sempat menumpuk dan terbawa angin akibat keterbatasan tempat sampah.

    Pengaturan lalu lintas dan parkir turut dievaluasi. Sistem satu arah akan dipertimbangkan jika diperlukan, sementara kantong parkir disiapkan di kawasan Bank Kaltimtara, BRI, dan SD 002.

    Dinas Kesehatan menyiagakan ambulans serta posko kesehatan, sedangkan pemadam kebakaran ditempatkan di titik strategis, termasuk arah Ramayana dan BRI.

    CFN digelar setiap Sabtu malam selama Oktober 2026 di Jalan MT Haryono, dari depan Markas Batalyon Arhanud 7/ABC hingga Simpang 3 Ramayana. Kegiatan berlangsung sampai pekan terakhir Oktober.

    Sony mengatakan CFN juga diarahkan menjadi embrio kawasan ekonomi dan wisata. Konsep serupa berpeluang dikembangkan di lokasi lain dengan potensi ekonomi dan pariwisata.

    “Ke depan tentu kita tidak ingin kegiatan seperti ini hanya berhenti di satu lokasi,” katanya.

    CFN akan dipadukan dengan agenda olahraga, pariwisata dan keagamaan. Pemerintah juga menjadikan Kayutangan Heritage di Malang sebagai salah satu referensi penataan kawasan wisata berbasis komunitas.

    Pada 31 Oktober menuju 1 November, kawasan depan Markas Kodim 0908/Bontang akan diisi kegiatan Bontang Bershalawat dalam rangka HUT TNI dan HUT Kota Bontang.

    (Sf/Rs)

    Ekonomi

    Car Free Night Bontang Dibatasi hingga Jam Sebelas Malam, Kebersihan Pedagang Dievaluasi

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 13:58 WITA

    Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Car Free Night dan Rencana Aksi Optimalisasi di Ruang Command Center Kodim 0908/Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang membatasi aktivitas perdagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Car Free Night (CFN) hingga pukul 23.00 Wita. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memberi waktu bagi petugas membersihkan kawasan setelah kegiatan.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono mengatakan, pembatasan jam operasional menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan CFN yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, OPD, camat hingga lurah.

    “Untuk pedagang, kita sepakati aktivitas perdagangan paling lambat pukul 23.00 WITA. Setelah itu ada jeda bagi petugas untuk melakukan pembersihan kawasan,” ujar Sony, Kamis (8/10/2026).

    Selain jam operasional, kebersihan lapak menjadi bahan evaluasi keberlanjutan pedagang. Setiap UMKM diwajibkan menjaga area sekitar lapak dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

    “Jadi kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab petugas. Pedagang juga harus bertanggung jawab terhadap area di sekitar lapaknya. Ini akan menjadi bagian dari evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya,” katanya.

    Pemerintah menambah petugas kebersihan yang akan langsung bekerja setelah CFN berakhir. Langkah ini dilakukan menyusul persoalan sampah yang sebelumnya sempat menumpuk dan terbawa angin akibat keterbatasan tempat sampah.

    Pengaturan lalu lintas dan parkir turut dievaluasi. Sistem satu arah akan dipertimbangkan jika diperlukan, sementara kantong parkir disiapkan di kawasan Bank Kaltimtara, BRI, dan SD 002.

    Dinas Kesehatan menyiagakan ambulans serta posko kesehatan, sedangkan pemadam kebakaran ditempatkan di titik strategis, termasuk arah Ramayana dan BRI.

    CFN digelar setiap Sabtu malam selama Oktober 2026 di Jalan MT Haryono, dari depan Markas Batalyon Arhanud 7/ABC hingga Simpang 3 Ramayana. Kegiatan berlangsung sampai pekan terakhir Oktober.

    Sony mengatakan CFN juga diarahkan menjadi embrio kawasan ekonomi dan wisata. Konsep serupa berpeluang dikembangkan di lokasi lain dengan potensi ekonomi dan pariwisata.

    “Ke depan tentu kita tidak ingin kegiatan seperti ini hanya berhenti di satu lokasi,” katanya.

    CFN akan dipadukan dengan agenda olahraga, pariwisata dan keagamaan. Pemerintah juga menjadikan Kayutangan Heritage di Malang sebagai salah satu referensi penataan kawasan wisata berbasis komunitas.

    Pada 31 Oktober menuju 1 November, kawasan depan Markas Kodim 0908/Bontang akan diisi kegiatan Bontang Bershalawat dalam rangka HUT TNI dan HUT Kota Bontang.

    (Sf/Rs)