Cari disini...
Ekonomi
Tren pernikahan dilirik sebagai peluang untuk memperluas pasar di tengah tekanan terhadap bisnis hotel. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Tren pernikahan intim atau intimate wedding mulai dilirik industri perhotelan di Balikpapan, sebagai peluang untuk memperluas pasar di tengah tekanan terhadap bisnis hotel.
Swiss-Belhotel Balikpapan menjajaki peluang tersebut melalui kerja sama dengan Himpunan Perusahaan Penata Acara Seluruh Indonesia (Hastana) Indonesia, Jumat (23/10/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas pemasaran paket pernikahan, sekaligus memberikan pilihan layanan yang lebih fleksibel bagi calon pengantin.
General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan, Eksi Ayuningtyas menyampaikan, tren pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, terutama di kalangan Generasi Z, menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.
“Sekarang ada tren intimate wedding, terutama dari kalangan Gen Z,” ucap Eksi.
Melalui kerja sama tersebut, anggota Hastana berkesempatan memperoleh penawaran khusus untuk sejumlah layanan hotel, mulai dari paket pernikahan, katering hingga penggunaan ballroom sesuai ketentuan kerja sama.
Kedua pihak juga berpeluang menggelar promosi bersama, termasuk melalui pameran pernikahan dan penawaran paket acara untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. Swiss-Belhotel Balikpapan menawarkan paket pernikahan intim mulai Rp16 juta untuk 60 tamu.
“Hotel kami juga menyediakan paket dengan kapasitas lebih besar, serta penggunaan ballroom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara,” tambahnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hastana Kaltim, Ery Pradhita menambahkan, kerja sama dengan pihak hotel diharapkan membuka peluang usaha baru bagi anggota Hastana, sekaligus memberikan alternatif layanan bagi calon pengantin.
“Kolaborasi ini diharapkan melibatkan lebih banyak pelaku industri pernikahan di Balikpapan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sektor usaha terkait,” harapan Ery.
Peluang pasar baru ini muncul ketika industri perhotelan menghadapi tantangan menjaga tingkat hunian kamar. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, sebelumnya menyebut rata-rata okupansi hotel di kota tersebut berada di kisaran 51 persen.
“Pengetatan anggaran pemerintah turut memengaruhi perjalanan dinas dan kegiatan pertemuan yang selama ini menjadi salah satu sumber permintaan bagi hotel,” akunya.
Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk menjajaki segmen pasar lain, termasuk acara keluarga dan pernikahan, agar fasilitas hotel dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di luar menginap dan kegiatan perusahaan.
Meski demikian, efektivitas kerja sama Swiss-Belhotel Balikpapan dan Hastana dalam meningkatkan okupansi maupun pendapatan hotel masih bergantung pada realisasi program promosi dan respons pasar.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Tren pernikahan dilirik sebagai peluang untuk memperluas pasar di tengah tekanan terhadap bisnis hotel. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Tren pernikahan intim atau intimate wedding mulai dilirik industri perhotelan di Balikpapan, sebagai peluang untuk memperluas pasar di tengah tekanan terhadap bisnis hotel.
Swiss-Belhotel Balikpapan menjajaki peluang tersebut melalui kerja sama dengan Himpunan Perusahaan Penata Acara Seluruh Indonesia (Hastana) Indonesia, Jumat (23/10/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas pemasaran paket pernikahan, sekaligus memberikan pilihan layanan yang lebih fleksibel bagi calon pengantin.
General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan, Eksi Ayuningtyas menyampaikan, tren pernikahan dengan jumlah tamu terbatas, terutama di kalangan Generasi Z, menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.
“Sekarang ada tren intimate wedding, terutama dari kalangan Gen Z,” ucap Eksi.
Melalui kerja sama tersebut, anggota Hastana berkesempatan memperoleh penawaran khusus untuk sejumlah layanan hotel, mulai dari paket pernikahan, katering hingga penggunaan ballroom sesuai ketentuan kerja sama.
Kedua pihak juga berpeluang menggelar promosi bersama, termasuk melalui pameran pernikahan dan penawaran paket acara untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan. Swiss-Belhotel Balikpapan menawarkan paket pernikahan intim mulai Rp16 juta untuk 60 tamu.
“Hotel kami juga menyediakan paket dengan kapasitas lebih besar, serta penggunaan ballroom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara,” tambahnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hastana Kaltim, Ery Pradhita menambahkan, kerja sama dengan pihak hotel diharapkan membuka peluang usaha baru bagi anggota Hastana, sekaligus memberikan alternatif layanan bagi calon pengantin.
“Kolaborasi ini diharapkan melibatkan lebih banyak pelaku industri pernikahan di Balikpapan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh sektor usaha terkait,” harapan Ery.
Peluang pasar baru ini muncul ketika industri perhotelan menghadapi tantangan menjaga tingkat hunian kamar. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, sebelumnya menyebut rata-rata okupansi hotel di kota tersebut berada di kisaran 51 persen.
“Pengetatan anggaran pemerintah turut memengaruhi perjalanan dinas dan kegiatan pertemuan yang selama ini menjadi salah satu sumber permintaan bagi hotel,” akunya.
Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk menjajaki segmen pasar lain, termasuk acara keluarga dan pernikahan, agar fasilitas hotel dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di luar menginap dan kegiatan perusahaan.
Meski demikian, efektivitas kerja sama Swiss-Belhotel Balikpapan dan Hastana dalam meningkatkan okupansi maupun pendapatan hotel masih bergantung pada realisasi program promosi dan respons pasar.
(Sf/Lo)