Ekonomi
Operasi pasar murah yang digelar Diskukmperindag PPU dalam rangka stabilisasi harga dan keterjangkauan pangan. (Dok. Diskukmperindag PPU)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum menjadwalkan operasi pasar khusus menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diskukmperindag masih memantau perkembangan harga kebutuhan pokok karena hingga awal November belum ditemukan lonjakan harga yang signifikan.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan pemantauan harga tetap dilakukan setiap hari melalui petugas bidang perdagangan yang turun langsung ke pasar.
"Untuk sekarang masih normatif, belum ada pergerakan harga yang signifikan. Harga bahan pangan masih relatif normal. Persiapan khusus untuk Nataru kemungkinan dilakukan pada awal Desember," kata Syamsul, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga cabai berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Bawang merah dijual Rp38 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Sementara daging ayam ras berada di angka Rp38 ribu, kangkung Rp22 ribu, serta ikan kembung Rp50 ribu per kilogram.
Syamsul menyebut pergerakan harga pada beberapa komoditas dipengaruhi faktor situasional. Salah satunya ikan kembung yang harganya relatif tinggi akibat cuaca yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.
Selain itu, biaya distribusi juga memengaruhi harga jual sejumlah komoditas yang didatangkan dari luar daerah. Meski harga di daerah pemasok, seperti Balikpapan, bisa lebih rendah, ongkos pengangkutan menjadi salah satu komponen pembentuk harga di PPU.
Diskukmperindag memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok masih aman. Pemantauan harian dilakukan untuk mendeteksi perubahan harga maupun pasokan yang berpotensi memicu inflasi.
Syamsul menegaskan, operasi pasar merupakan salah satu kegiatan yang terus dipantau pemerintah daerah. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang peningkatan permintaan pada akhir tahun.
"Yang jelas, tim perdagangan setiap pagi turun mengecek harga kebutuhan pokok. Kalau ada perkembangan yang perlu ditindaklanjuti, tentu akan kami pantau dan lakukan langkah pengendalian," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Operasi pasar murah yang digelar Diskukmperindag PPU dalam rangka stabilisasi harga dan keterjangkauan pangan. (Dok. Diskukmperindag PPU)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum menjadwalkan operasi pasar khusus menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diskukmperindag masih memantau perkembangan harga kebutuhan pokok karena hingga awal November belum ditemukan lonjakan harga yang signifikan.
Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Syamsul Adha, mengatakan pemantauan harga tetap dilakukan setiap hari melalui petugas bidang perdagangan yang turun langsung ke pasar.
"Untuk sekarang masih normatif, belum ada pergerakan harga yang signifikan. Harga bahan pangan masih relatif normal. Persiapan khusus untuk Nataru kemungkinan dilakukan pada awal Desember," kata Syamsul, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga cabai berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram. Bawang merah dijual Rp38 ribu dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Sementara daging ayam ras berada di angka Rp38 ribu, kangkung Rp22 ribu, serta ikan kembung Rp50 ribu per kilogram.
Syamsul menyebut pergerakan harga pada beberapa komoditas dipengaruhi faktor situasional. Salah satunya ikan kembung yang harganya relatif tinggi akibat cuaca yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.
Selain itu, biaya distribusi juga memengaruhi harga jual sejumlah komoditas yang didatangkan dari luar daerah. Meski harga di daerah pemasok, seperti Balikpapan, bisa lebih rendah, ongkos pengangkutan menjadi salah satu komponen pembentuk harga di PPU.
Diskukmperindag memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok masih aman. Pemantauan harian dilakukan untuk mendeteksi perubahan harga maupun pasokan yang berpotensi memicu inflasi.
Syamsul menegaskan, operasi pasar merupakan salah satu kegiatan yang terus dipantau pemerintah daerah. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang peningkatan permintaan pada akhir tahun.
"Yang jelas, tim perdagangan setiap pagi turun mengecek harga kebutuhan pokok. Kalau ada perkembangan yang perlu ditindaklanjuti, tentu akan kami pantau dan lakukan langkah pengendalian," pungkasnya.
(Sf/Lo)