Ekonomi

    AMDT PPU Incar Pasokan Air Arsari, Skema Harga Belum Disepakati

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2026 pukul 14:29 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan rencana pembelian air curah dari PT Arsari Tirta Pradana. Perusahaan tersebut memiliki Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 50 liter per detik di kawasan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU).

    Rencana pembelian itu telah mendapat persetujuan Bupati PPU, Mudyat Noor. Saat ini, pembahasan masih berkutat pada harga air yang akan dibeli Perumda AMDT dari perusahaan swasta tersebut.

    Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan nilai pembelian air belum ditetapkan karena masih perlu dirumuskan bersama kedua pihak.

    "PT Arsari ingin kita membeli air curahnya. Pak Bupati sudah menyetujui, tinggal proses penetapan harga yang belum disepakati," kata Rasyid, Selasa (22/9/2026).

    Air hasil produksi WTP tersebut nantinya dibeli Perumda AMDT untuk disalurkan kembali kepada masyarakat. Kerja sama ini menjadi salah satu opsi untuk menambah pasokan air bersih, khususnya bagi wilayah yang membutuhkan pengembangan layanan.

    Rasyid mengatakan penentuan harga tidak bisa hanya melihat kepentingan bisnis. Perumda juga harus menghitung kemampuan masyarakat agar biaya air yang dibebankan kepada pelanggan tetap terjangkau.

    "Kita tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tapi jangan sampai harga pembeliannya nanti justru membebani masyarakat. Di sisi lain, pihak swasta tentu juga mempertimbangkan keuntungan," ujarnya.

    Karena itu, Perumda AMDT berharap pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Arsari dapat masuk dalam skema kerja sama tersebut.

    "Kita berharap ada pemanfaatan program TJSL dari PT Arsari untuk membantu, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi tanpa membebani pelanggan," katanya.

    Rencana kerja sama tersebut menyasar pengembangan layanan air bersih di wilayah Kecamatan Sepaku, termasuk Kelurahan Pemaluan, Maridan, Desa Telemow dan Desa Binuang.

    (Sf/Rs)

    Ekonomi

    AMDT PPU Incar Pasokan Air Arsari, Skema Harga Belum Disepakati

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    22 September 2026 pukul 14:29 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan rencana pembelian air curah dari PT Arsari Tirta Pradana. Perusahaan tersebut memiliki Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 50 liter per detik di kawasan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU).

    Rencana pembelian itu telah mendapat persetujuan Bupati PPU, Mudyat Noor. Saat ini, pembahasan masih berkutat pada harga air yang akan dibeli Perumda AMDT dari perusahaan swasta tersebut.

    Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan nilai pembelian air belum ditetapkan karena masih perlu dirumuskan bersama kedua pihak.

    "PT Arsari ingin kita membeli air curahnya. Pak Bupati sudah menyetujui, tinggal proses penetapan harga yang belum disepakati," kata Rasyid, Selasa (22/9/2026).

    Air hasil produksi WTP tersebut nantinya dibeli Perumda AMDT untuk disalurkan kembali kepada masyarakat. Kerja sama ini menjadi salah satu opsi untuk menambah pasokan air bersih, khususnya bagi wilayah yang membutuhkan pengembangan layanan.

    Rasyid mengatakan penentuan harga tidak bisa hanya melihat kepentingan bisnis. Perumda juga harus menghitung kemampuan masyarakat agar biaya air yang dibebankan kepada pelanggan tetap terjangkau.

    "Kita tetap berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tapi jangan sampai harga pembeliannya nanti justru membebani masyarakat. Di sisi lain, pihak swasta tentu juga mempertimbangkan keuntungan," ujarnya.

    Karena itu, Perumda AMDT berharap pemanfaatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Arsari dapat masuk dalam skema kerja sama tersebut.

    "Kita berharap ada pemanfaatan program TJSL dari PT Arsari untuk membantu, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi tanpa membebani pelanggan," katanya.

    Rencana kerja sama tersebut menyasar pengembangan layanan air bersih di wilayah Kecamatan Sepaku, termasuk Kelurahan Pemaluan, Maridan, Desa Telemow dan Desa Binuang.

    (Sf/Rs)