Cari disini...
Ekonomi
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan sambutan pada malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) aktif berkomunikasi dengan perusahaan yang akan beroperasi di Kutim agar masyarakat lokal mendapat peluang kerja dari investasi yang direncanakan.
Ardiansyah menyebutkan dua rencana investasi besar di Kutim. Pertama, pembangunan fasilitas gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, dengan nilai sekitar Rp41 triliun. Kedua, rencana investasi senilai Rp30 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).
Fasilitas gasifikasi batu bara di BCIP direncanakan menghasilkan metanol sebagai bahan baku untuk dicampurkan dengan bahan bakar berbasis sawit B50. Ardiansyah mengatakan, proyek tersebut sebelumnya telah memasuki tahap groundbreaking dengan kehadiran perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sementara itu, rencana investasi PT Nan Berkah Mineral senilai Rp30 triliun di KEK MBTK telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK.
Ardiansyah menyebut kedua proyek tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada 2029 atau 2030. Karena itu, pemerintah daerah perlu mulai menjalin komunikasi dengan perusahaan agar masyarakat setempat memiliki peluang kerja ketika kegiatan industri berjalan.
“Dua-duanya ini akan segera berproduksi informasinya sekitar 2029 atau 2030. Saya perintahkan kepada Kepala Dinas Nakertrans untuk tidak berdiam diri. Lakukan koordinasi dan komunikasi,” ujar Ardiansyah saat malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur.
Ia meminta Disnakertrans mencari tahu langkah yang perlu disiapkan pemerintah daerah melalui komunikasi dengan perusahaan. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melihat perusahaan masuk ke Kutim, tetapi juga perlu mengupayakan agar masyarakat mendapat kesempatan bekerja dan merasakan dampak ekonomi dari kegiatan industri tersebut.
“Bagaimana masyarakat Kutim mendapatkan peluang bekerja di sana dan bagaimana multiplier effect yang akan terjadi. Ini yang kita harapkan,” katanya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Ekonomi

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan sambutan pada malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) aktif berkomunikasi dengan perusahaan yang akan beroperasi di Kutim agar masyarakat lokal mendapat peluang kerja dari investasi yang direncanakan.
Ardiansyah menyebutkan dua rencana investasi besar di Kutim. Pertama, pembangunan fasilitas gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, dengan nilai sekitar Rp41 triliun. Kedua, rencana investasi senilai Rp30 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).
Fasilitas gasifikasi batu bara di BCIP direncanakan menghasilkan metanol sebagai bahan baku untuk dicampurkan dengan bahan bakar berbasis sawit B50. Ardiansyah mengatakan, proyek tersebut sebelumnya telah memasuki tahap groundbreaking dengan kehadiran perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sementara itu, rencana investasi PT Nan Berkah Mineral senilai Rp30 triliun di KEK MBTK telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK.
Ardiansyah menyebut kedua proyek tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada 2029 atau 2030. Karena itu, pemerintah daerah perlu mulai menjalin komunikasi dengan perusahaan agar masyarakat setempat memiliki peluang kerja ketika kegiatan industri berjalan.
“Dua-duanya ini akan segera berproduksi informasinya sekitar 2029 atau 2030. Saya perintahkan kepada Kepala Dinas Nakertrans untuk tidak berdiam diri. Lakukan koordinasi dan komunikasi,” ujar Ardiansyah saat malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur.
Ia meminta Disnakertrans mencari tahu langkah yang perlu disiapkan pemerintah daerah melalui komunikasi dengan perusahaan. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melihat perusahaan masuk ke Kutim, tetapi juga perlu mengupayakan agar masyarakat mendapat kesempatan bekerja dan merasakan dampak ekonomi dari kegiatan industri tersebut.
“Bagaimana masyarakat Kutim mendapatkan peluang bekerja di sana dan bagaimana multiplier effect yang akan terjadi. Ini yang kita harapkan,” katanya.
(Sf/Lo)