DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Warga Kutim Keluhkan Infrastruktur Rusak, DPRD Janji Sampaikan ke Pemerintah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2024 pukul 11:27 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sulasih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Fraksi PKB, Sulasih, menyuarakan beragam aspirasi masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) usai menggelar reses di daerah pemilihannya. 

    Infrastruktur jalan dan jembatan yang belum memadai, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan UMKM menjadi sorotan utama dalam pertemuan dengan konstituennya.

    "Warga Kutim sangat antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka. Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak menjadi keluhan yang sering saya dengar," ujar Sulasih saat ditemui di Samarinda.

    Tidak hanya infrastruktur, Sulasih juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kutim. Menurutnya, akses pendidikan yang merata dan berkualitas menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    "Selain itu, potensi UMKM di Kutim sangat besar, terutama yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga. Namun, mereka masih membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan pelatihan," imbuhnya.

    Salah satu isu krusial yang mencuat dalam reses adalah status desa di Kecamatan Bengalon yang belum definitif. Sulasih menilai, permasalahan ini sudah berlangsung terlalu lama dan berdampak pada terhambatnya pembangunan serta pelayanan publik di wilayah tersebut.

    "Sudah 15 tahun desa ini belum memiliki status definitif. Ini tentu sangat menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat," tegasnya.

    Sebagai wakil rakyat, Sulasih berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kutim di tingkat provinsi. Ia akan mendorong pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengatasi permasalahan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan UMKM.

    "Saya akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat Kutim kepada pemerintah provinsi. Semoga usulan-usulan ini dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Warga Kutim Keluhkan Infrastruktur Rusak, DPRD Janji Sampaikan ke Pemerintah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 November 2024 pukul 11:27 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sulasih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Fraksi PKB, Sulasih, menyuarakan beragam aspirasi masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) usai menggelar reses di daerah pemilihannya. 

    Infrastruktur jalan dan jembatan yang belum memadai, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan UMKM menjadi sorotan utama dalam pertemuan dengan konstituennya.

    "Warga Kutim sangat antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan mereka. Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak menjadi keluhan yang sering saya dengar," ujar Sulasih saat ditemui di Samarinda.

    Tidak hanya infrastruktur, Sulasih juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Kutim. Menurutnya, akses pendidikan yang merata dan berkualitas menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    "Selain itu, potensi UMKM di Kutim sangat besar, terutama yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga. Namun, mereka masih membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan pelatihan," imbuhnya.

    Salah satu isu krusial yang mencuat dalam reses adalah status desa di Kecamatan Bengalon yang belum definitif. Sulasih menilai, permasalahan ini sudah berlangsung terlalu lama dan berdampak pada terhambatnya pembangunan serta pelayanan publik di wilayah tersebut.

    "Sudah 15 tahun desa ini belum memiliki status definitif. Ini tentu sangat menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat," tegasnya.

    Sebagai wakil rakyat, Sulasih berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kutim di tingkat provinsi. Ia akan mendorong pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mengatasi permasalahan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan UMKM.

    "Saya akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat Kutim kepada pemerintah provinsi. Semoga usulan-usulan ini dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)