Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. (Foto: Instagram Muhammad Samsun/Seputarfakta.com)
Samarinda - Keberadaan Rumah Cokelat di Desa Long Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, membawa harapan baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pengolahan kakao.
Meski menawarkan prospek cerah, inisiatif ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, menyoroti pentingnya memaksimalkan potensi lahan pertanian di Kaltim.
“Kadang saya greget melihat lahan kosong. Kalau ini dimanfaatkan, hasilnya bisa luar biasa. Potensi Long Anai sangat besar, dan pasar luar negeri sudah menanti. Tantangan utamanya adalah meningkatkan produksi,” kata Samsun.
Jika tantangan-tantangan ini dapat diatasi, menurutnya Rumah Cokelat Long Anai berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal yang mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai penghasil kakao berkualitas tinggi.
Fasilitas pengolahan kakao yang diresmikan beberapa bulan lalu ini telah beroperasi selama setahun terakhir.
Dengan peralatan semi-modern yang didukung oleh pemerintah dan swasta, Rumah Cokelat mampu mengolah 5 kg biji kakao per hari menjadi berbagai produk olahan.
Meskipun fasilitas ini telah memberikan nilai tambah signifikan bagi hasil kakao lokal, masalah pasokan bahan baku dan infrastruktur listrik menjadi kendala utama.
Menambahkan, Kepala Desa Long Anai, Lucas Nay, menekankan pentingnya pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan produksi dan diversifikasi produk.
“Kami ingin mengembangkan berbagai turunan produk kakao, tidak hanya menjual dalam bentuk biji. Selain meningkatkan nilai ekonomi, pengolahan ini juga membuka kesempatan kerja bagi warga,” jelas Lucas. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. (Foto: Instagram Muhammad Samsun/Seputarfakta.com)
Samarinda - Keberadaan Rumah Cokelat di Desa Long Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, membawa harapan baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pengolahan kakao.
Meski menawarkan prospek cerah, inisiatif ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, menyoroti pentingnya memaksimalkan potensi lahan pertanian di Kaltim.
“Kadang saya greget melihat lahan kosong. Kalau ini dimanfaatkan, hasilnya bisa luar biasa. Potensi Long Anai sangat besar, dan pasar luar negeri sudah menanti. Tantangan utamanya adalah meningkatkan produksi,” kata Samsun.
Jika tantangan-tantangan ini dapat diatasi, menurutnya Rumah Cokelat Long Anai berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal yang mampu bersaing di pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai penghasil kakao berkualitas tinggi.
Fasilitas pengolahan kakao yang diresmikan beberapa bulan lalu ini telah beroperasi selama setahun terakhir.
Dengan peralatan semi-modern yang didukung oleh pemerintah dan swasta, Rumah Cokelat mampu mengolah 5 kg biji kakao per hari menjadi berbagai produk olahan.
Meskipun fasilitas ini telah memberikan nilai tambah signifikan bagi hasil kakao lokal, masalah pasokan bahan baku dan infrastruktur listrik menjadi kendala utama.
Menambahkan, Kepala Desa Long Anai, Lucas Nay, menekankan pentingnya pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan produksi dan diversifikasi produk.
“Kami ingin mengembangkan berbagai turunan produk kakao, tidak hanya menjual dalam bentuk biji. Selain meningkatkan nilai ekonomi, pengolahan ini juga membuka kesempatan kerja bagi warga,” jelas Lucas. (Adv)
(Sf/Rs)