DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Salehuddin Sebut Kaltim Masih Belum Punya  Kampus dengan Prodi SLB

    Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2023 pukul 19:20 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin mengungkapkan persoalan utama yang dihadapi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kaltim saat ini adalah kurangnya guru yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Padahal, guru-guru tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani siswa berkebutuhan khusus.

    Menurut Salehuddin, SLB merupakan salah satu sektor pendidikan yang membutuhkan perhatian khusus. 
    Perhatian yang disebutkan Salehuddin disini merupakan perhatian terkait jumlah tenaga pendidik yang sejatinya harus seimbang dengan jumlah tenaga didik yang ada yakni satu orang tenaga didik mengajari maksimal lima orang peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

    Dari data yang berhasil di dapatkan media ini setidaknya di Kalimantan Timur (Kaltim) terdapat 34 SLB yang 11 diantaranya berstatus negeri dan 23 lainnya berstatus Swasta.

    Adapun jumlah tenaga pendidik SLB Negeri dan swasta sebanyak 380 orang, sedangkan total siswanya mencapai 2.507 orang.


    "Kami sudah pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa. Sebab, di Kaltim belum ada kampus yang menyediakan Prodi tersebut," ujar Salehuddin.

    "Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa kabupaten dan kota yang meminta penambahan guru dan rombel untuk SLB. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut," lanjutnya. (Sf2/Rs/Adv)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Salehuddin Sebut Kaltim Masih Belum Punya  Kampus dengan Prodi SLB

    Redaktur:Rusdianto
    27 Oktober 2023 pukul 19:20 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin mengungkapkan persoalan utama yang dihadapi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kaltim saat ini adalah kurangnya guru yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Padahal, guru-guru tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani siswa berkebutuhan khusus.

    Menurut Salehuddin, SLB merupakan salah satu sektor pendidikan yang membutuhkan perhatian khusus. 
    Perhatian yang disebutkan Salehuddin disini merupakan perhatian terkait jumlah tenaga pendidik yang sejatinya harus seimbang dengan jumlah tenaga didik yang ada yakni satu orang tenaga didik mengajari maksimal lima orang peserta didik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

    Dari data yang berhasil di dapatkan media ini setidaknya di Kalimantan Timur (Kaltim) terdapat 34 SLB yang 11 diantaranya berstatus negeri dan 23 lainnya berstatus Swasta.

    Adapun jumlah tenaga pendidik SLB Negeri dan swasta sebanyak 380 orang, sedangkan total siswanya mencapai 2.507 orang.


    "Kami sudah pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa. Sebab, di Kaltim belum ada kampus yang menyediakan Prodi tersebut," ujar Salehuddin.

    "Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa kabupaten dan kota yang meminta penambahan guru dan rombel untuk SLB. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan tersebut," lanjutnya. (Sf2/Rs/Adv)