DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Salehuddin Sebut Evaluasi Alternatif Penting untuk Pendidikan Berkualitas Tanpa UN

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 November 2024 pukul 15:30 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Dokumentasi DPRD Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menekankan pentingnya pengembangan sistem evaluasi pendidikan setelah penghapusan Ujian Nasional (UN) di tingkat nasional. 

    Ia menyatakan bahwa meskipun UN sudah tidak lagi digunakan, evaluasi yang objektif tetap diperlukan untuk memastikan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa.

    “Setelah UN dihapus, kita perlu parameter lain yang lebih terukur untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang diajarkan. Evaluasi tetap penting untuk menjaga kualitas pendidikan,” ujar Salehuddin.

    Ia menambahkan bahwa UN sebelumnya berperan penting dalam menilai sejauh mana kurikulum dan metode pengajaran dapat diterima oleh siswa. Oleh karena itu, ia menilai bahwa sistem evaluasi yang ada sekarang harus menggantikan peran tersebut dengan metode yang setara atau bahkan lebih baik.

    Sebagai solusi alternatif, ia mendukung gagasan pengembangan ujian kompetensi dan survei karakter sebagai cara untuk mengukur perkembangan siswa secara lebih menyeluruh. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi indikator yang lebih tepat dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.

    Dengan adanya sistem evaluasi yang lebih komprehensif, Salehuddin optimis kualitas pendidikan di Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan tetap terjaga dan dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.

    “Evaluasi yang baik akan membantu memastikan bahwa metode dan kurikulum yang digunakan sudah tepat atau perlu perbaikan lebih lanjut,” tuturnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Salehuddin Sebut Evaluasi Alternatif Penting untuk Pendidikan Berkualitas Tanpa UN

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 November 2024 pukul 15:30 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Dokumentasi DPRD Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menekankan pentingnya pengembangan sistem evaluasi pendidikan setelah penghapusan Ujian Nasional (UN) di tingkat nasional. 

    Ia menyatakan bahwa meskipun UN sudah tidak lagi digunakan, evaluasi yang objektif tetap diperlukan untuk memastikan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa.

    “Setelah UN dihapus, kita perlu parameter lain yang lebih terukur untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang diajarkan. Evaluasi tetap penting untuk menjaga kualitas pendidikan,” ujar Salehuddin.

    Ia menambahkan bahwa UN sebelumnya berperan penting dalam menilai sejauh mana kurikulum dan metode pengajaran dapat diterima oleh siswa. Oleh karena itu, ia menilai bahwa sistem evaluasi yang ada sekarang harus menggantikan peran tersebut dengan metode yang setara atau bahkan lebih baik.

    Sebagai solusi alternatif, ia mendukung gagasan pengembangan ujian kompetensi dan survei karakter sebagai cara untuk mengukur perkembangan siswa secara lebih menyeluruh. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi indikator yang lebih tepat dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.

    Dengan adanya sistem evaluasi yang lebih komprehensif, Salehuddin optimis kualitas pendidikan di Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan tetap terjaga dan dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.

    “Evaluasi yang baik akan membantu memastikan bahwa metode dan kurikulum yang digunakan sudah tepat atau perlu perbaikan lebih lanjut,” tuturnya. (Adv)

    (Sf/Rs)