DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Puji Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Diri, Hindari Bahaya Judi Online

    Redaktur:Rusdianto
    14 Oktober 2023 pukul 15:32 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati, mengaku prihatin atas munculnya sejumlah masalah sosial yang timbul akibat judi online. 

    Ia  berharap para pelaku judi online sadar akan dampak bahaya yang ditumbukan  dari kecanduan judi online. 
    Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir judi online menjadi persoalan serius karena terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia. Akses yang mudah ditambah dalam bentuk permainan membuat peminatnya semakin banyak.

    Tahun 2022, Indonesia tercatat sebagai negara dengan peringkat pertama, pengguna judi online dengan dua ratus ribu lebih pengguna. Bahkan berdasarkan data PPATK sepanjang 2017 - 2022 total perputaran uangnya mencapai Rp190 triliun.

    "Sudah banyak kasus akibat kecanduan judi online sangat mempengaruhi  mental dan psikis seseorang. Dampak depresi dan stres kalau sering kalah main sudah pasti, belum kalau modal habis harus cari banyak cara agar dapat modal," ungkap Puji.

    Padahal, tidak ada pecandu judi online yang benar-benar mendapatkan hasil yang menjanjikan  sehingga membuat hidupnya sejahtera. Justru sebaliknya, faktanya justru membuat mereka banyak kehilangan uang.

    "Kalau sudah sekali menang pasti mau main lagi dan lagi. Modalpun bisa dilipatgandakan tanpa mau berfikir panjang. Tanpa disadari kalau permainan judi online yang merupakan program  yang dibuat dan telah diatur sedemikian rupa dimuat untuk memanipulasi emosial seseorang  demi meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya," jelasnya.

    Kendati pemerintah telah banyak memblokir situs jejaring judi online akan tetapi masih banyak pula yang baru dan masih berjalan. Pangsa pasar yang besar di indonesia dan mental jalan pintas mencari uang adalah alasan kenapa judi online susuah diberantas. 

    Oleh sebab itu pihaknya meminta pendidikan dan tokoh agama beserta orangtua untuk saling bersinergi dalam memberikan pemahaman dan pengawasan secara terus menerus agar tidak menjadi korban judi online. (SF1/rs/adv)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Puji Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Diri, Hindari Bahaya Judi Online

    Redaktur:Rusdianto
    14 Oktober 2023 pukul 15:32 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati, mengaku prihatin atas munculnya sejumlah masalah sosial yang timbul akibat judi online. 

    Ia  berharap para pelaku judi online sadar akan dampak bahaya yang ditumbukan  dari kecanduan judi online. 
    Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir judi online menjadi persoalan serius karena terjadi hampir di setiap wilayah di Indonesia. Akses yang mudah ditambah dalam bentuk permainan membuat peminatnya semakin banyak.

    Tahun 2022, Indonesia tercatat sebagai negara dengan peringkat pertama, pengguna judi online dengan dua ratus ribu lebih pengguna. Bahkan berdasarkan data PPATK sepanjang 2017 - 2022 total perputaran uangnya mencapai Rp190 triliun.

    "Sudah banyak kasus akibat kecanduan judi online sangat mempengaruhi  mental dan psikis seseorang. Dampak depresi dan stres kalau sering kalah main sudah pasti, belum kalau modal habis harus cari banyak cara agar dapat modal," ungkap Puji.

    Padahal, tidak ada pecandu judi online yang benar-benar mendapatkan hasil yang menjanjikan  sehingga membuat hidupnya sejahtera. Justru sebaliknya, faktanya justru membuat mereka banyak kehilangan uang.

    "Kalau sudah sekali menang pasti mau main lagi dan lagi. Modalpun bisa dilipatgandakan tanpa mau berfikir panjang. Tanpa disadari kalau permainan judi online yang merupakan program  yang dibuat dan telah diatur sedemikian rupa dimuat untuk memanipulasi emosial seseorang  demi meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya," jelasnya.

    Kendati pemerintah telah banyak memblokir situs jejaring judi online akan tetapi masih banyak pula yang baru dan masih berjalan. Pangsa pasar yang besar di indonesia dan mental jalan pintas mencari uang adalah alasan kenapa judi online susuah diberantas. 

    Oleh sebab itu pihaknya meminta pendidikan dan tokoh agama beserta orangtua untuk saling bersinergi dalam memberikan pemahaman dan pengawasan secara terus menerus agar tidak menjadi korban judi online. (SF1/rs/adv)