DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    PSU Pilkada Mahulu Digelar 24 Mei, Ananda Moeis Pesan Warga Harus Bijak Pilih Pemimpin

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Mei 2025 pukul 12:43 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis mengajak warga Mahakam Ulu (Mahulu) ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Sabtu (24/5/2025) mendatang. 

    Politisi PDI Perjuangan itu tak hanya mengajak, tetapi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. 

    Nanda menekankan setiap suara yang diberikan dalam PSU memiliki arti yang sangat krusial bagi arah pembangunan Mahulu untuk lima tahun ke depan. 

    Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini dalam menentukan pemimpin yang akan membawa perubahan positif bagi daerah.

    "Suara rakyat adalah kunci utama dalam menentukan arah pembangunan suatu daerah. Mahulu harus mampu menentukan pilihan terbaiknya agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," tegas Nanda.

    Ia menjelaskan dalam sistem demokrasi, satu suara pun memiliki implikasi yang signifikan terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. 

    Oleh karena itu partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat Mahulu sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pemimpin yang benar-benar representatif dan mampu mengakomodasi aspirasi rakyat.

    "Sayang sekali jika warga Mahulu tidak menggunakan hak pilihnya. Masa depan kabupaten ini sangat bergantung pada pilihan yang dibuat pada tanggal 24 Mei nanti. Suara rakyat akan menjadi penentu arah pembangunan selama lima tahun mendatang," imbuhnya.

    Nanda juga menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang kini dihadapi Mahulu, seperti keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang belum optimal, serta pemerataan pendidikan. 

    Ia berharap melalui PSU masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki visi jangka panjang dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah.

    "Pilihlah pemimpin yang memang memiliki rekam jejak yang jelas dan terbukti memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat Mahulu," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    PSU Pilkada Mahulu Digelar 24 Mei, Ananda Moeis Pesan Warga Harus Bijak Pilih Pemimpin

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    17 Mei 2025 pukul 12:43 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis mengajak warga Mahakam Ulu (Mahulu) ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Sabtu (24/5/2025) mendatang. 

    Politisi PDI Perjuangan itu tak hanya mengajak, tetapi juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. 

    Nanda menekankan setiap suara yang diberikan dalam PSU memiliki arti yang sangat krusial bagi arah pembangunan Mahulu untuk lima tahun ke depan. 

    Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini dalam menentukan pemimpin yang akan membawa perubahan positif bagi daerah.

    "Suara rakyat adalah kunci utama dalam menentukan arah pembangunan suatu daerah. Mahulu harus mampu menentukan pilihan terbaiknya agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," tegas Nanda.

    Ia menjelaskan dalam sistem demokrasi, satu suara pun memiliki implikasi yang signifikan terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. 

    Oleh karena itu partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat Mahulu sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pemimpin yang benar-benar representatif dan mampu mengakomodasi aspirasi rakyat.

    "Sayang sekali jika warga Mahulu tidak menggunakan hak pilihnya. Masa depan kabupaten ini sangat bergantung pada pilihan yang dibuat pada tanggal 24 Mei nanti. Suara rakyat akan menjadi penentu arah pembangunan selama lima tahun mendatang," imbuhnya.

    Nanda juga menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang kini dihadapi Mahulu, seperti keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang belum optimal, serta pemerataan pendidikan. 

    Ia berharap melalui PSU masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki visi jangka panjang dan memiliki keberpihakan yang jelas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah.

    "Pilihlah pemimpin yang memang memiliki rekam jejak yang jelas dan terbukti memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan daerah serta kepentingan masyarakat Mahulu," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)