DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Gelontorkan Duit Rp3,6 Triliun untuk Penyertaan Modal 3 Perusda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Oktober 2023 pukul 18:41 WITA

    Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono (Istimewa)

    Samarinda - Duit sejumlah Rp3,6 Triliun digelontorkan Pemprov Kaltim, untuk penyertaan modal bagi tiga Perusahaan Daerah (Perusda) di bawah Pemprov Kaltim. 

    Duit sebanyak itu, diserahkan kepada PT Jamkrida yang menerima penambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar. Kemudian, PT Melati Bhakti Satya (MBS) sebesar Rp18,8 miliar dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara sebesar Rp3,5 triliun. Sehingga jika ditotal penambahan penyertaan modal yang ada senilai Rp3,6 triliun.

    Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, berharap agar tiga Perusda yang telah menerima tambahan penyertaan modal itu, menunjukkan kinerja yang baik, dan yang terpenting memberi sumbangan dividen yang seimbang kepada daerah.

    "Kami dapat memberikan penyertaan modal pada Bankaltimtara sebesar Rp3,5 triliun dan dua perusahaan daerah lainnya. Saya mohon bersama-sama untuk menjelaskan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan," ungkap Nidya Listiyono, belum lama ini. 

    Khusus untuk PT Bank Kaltimtara, penyertaan modal merupakan pemenuhan modal dari Pemprov Kaltim pemegang saham terbesar dengan 51 persen. Dengan besarnya suntikan modal ini, politisi dari Golkar tersebut berharap dapat berbanding lurus dengan pelayanan kepada masyarakat dan kinerja yang semakin baik dengan terus berinovasi.

    "Kita berharap peningkatan pemberdayaan potensi UMKM dan wiraswasta baru, juga agar PT BPD Kaltimtara dapat meningkatkan pelayanan kepada para nasabah khususnya layanan e-banking, ATM dan keandalan teknologi jaringan," harapnya.

    Nidya juga menilai bahwa dengan modal penyertaan ini, PT Bank Kaltimtara ini masuk klasifikasi bank buku dua. Artinya sudah harus memiliki value competitive di dunia perbankan.

    Tio, panggilan akrab Nidya Listiyono berharap langkah tersebut dapat memberikan manfaat bagi Kaltim. Terutama memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat lokal dan tiga perusda tersebut mampu mengembangkan jaringan yang dapat berimplikasi pada kontribusi penambahan pendapatan asli daerah (PAD).

    Untuk diketahui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023 Kaltim mengalami peningkatan sebesar Rp8,1 triliun dari semula Rp17,2 triliun. Maka, total peningkatan APBD Kaltim sebesar Rp25,3 triliun. Nominal itu merupakan angka tertinggi dalam sejarah APBD Kaltim.(adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Pemprov Kaltim Gelontorkan Duit Rp3,6 Triliun untuk Penyertaan Modal 3 Perusda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Oktober 2023 pukul 18:41 WITA

    Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono (Istimewa)

    Samarinda - Duit sejumlah Rp3,6 Triliun digelontorkan Pemprov Kaltim, untuk penyertaan modal bagi tiga Perusahaan Daerah (Perusda) di bawah Pemprov Kaltim. 

    Duit sebanyak itu, diserahkan kepada PT Jamkrida yang menerima penambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar. Kemudian, PT Melati Bhakti Satya (MBS) sebesar Rp18,8 miliar dan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara sebesar Rp3,5 triliun. Sehingga jika ditotal penambahan penyertaan modal yang ada senilai Rp3,6 triliun.

    Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, berharap agar tiga Perusda yang telah menerima tambahan penyertaan modal itu, menunjukkan kinerja yang baik, dan yang terpenting memberi sumbangan dividen yang seimbang kepada daerah.

    "Kami dapat memberikan penyertaan modal pada Bankaltimtara sebesar Rp3,5 triliun dan dua perusahaan daerah lainnya. Saya mohon bersama-sama untuk menjelaskan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan," ungkap Nidya Listiyono, belum lama ini. 

    Khusus untuk PT Bank Kaltimtara, penyertaan modal merupakan pemenuhan modal dari Pemprov Kaltim pemegang saham terbesar dengan 51 persen. Dengan besarnya suntikan modal ini, politisi dari Golkar tersebut berharap dapat berbanding lurus dengan pelayanan kepada masyarakat dan kinerja yang semakin baik dengan terus berinovasi.

    "Kita berharap peningkatan pemberdayaan potensi UMKM dan wiraswasta baru, juga agar PT BPD Kaltimtara dapat meningkatkan pelayanan kepada para nasabah khususnya layanan e-banking, ATM dan keandalan teknologi jaringan," harapnya.

    Nidya juga menilai bahwa dengan modal penyertaan ini, PT Bank Kaltimtara ini masuk klasifikasi bank buku dua. Artinya sudah harus memiliki value competitive di dunia perbankan.

    Tio, panggilan akrab Nidya Listiyono berharap langkah tersebut dapat memberikan manfaat bagi Kaltim. Terutama memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat lokal dan tiga perusda tersebut mampu mengembangkan jaringan yang dapat berimplikasi pada kontribusi penambahan pendapatan asli daerah (PAD).

    Untuk diketahui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023 Kaltim mengalami peningkatan sebesar Rp8,1 triliun dari semula Rp17,2 triliun. Maka, total peningkatan APBD Kaltim sebesar Rp25,3 triliun. Nominal itu merupakan angka tertinggi dalam sejarah APBD Kaltim.(adv)

    (Sf/Rs)