DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Normalisasi Sungai Belum Tuntas, Banjir Samarinda Seberang Berulang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 18:39 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti belum optimalnya upaya normalisasi sungai dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan Samarinda Seberang. 

    Warga setempat merasa, langkah yang telah dilakukan pemerintah kota belum memberikan solusi signifikan.

    “Warga menginginkan normalisasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya parsial,” tegas Andi.

    Ia menjelaskan, normalisasi yang telah dilaksanakan sejauh ini belum mencakup seluruh area yang menjadi penyebab utama banjir, terutama di bagian hilir sungai yang berdekatan dengan Jembatan Mahakam. 

    Padahal, Jembatan Mahakam merupakan titik krusial yang perlu mendapat perhatian serius untuk meminimalisir potensi banjir saat curah hujan tinggi.

    “Normalisasi yang tidak menyeluruh ibarat menambal lubang dengan daun. Masalah banjir akan terus berulang jika akar permasalahannya tidak diatasi,” imbuhnya.

    Andi menilai, jika hanya sebagian sungai yang dinormalisasi, sementara bagian hilirnya dibiarkan, maka masalah banjir akan sulit diatasi secara tuntas. 

    Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur sungai secara menyeluruh sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung perkembangan daerah.

    “Pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan solusi komprehensif terhadap masalah banjir dan berdampak positif bagi masyarakat,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Normalisasi Sungai Belum Tuntas, Banjir Samarinda Seberang Berulang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 18:39 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menyoroti belum optimalnya upaya normalisasi sungai dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan Samarinda Seberang. 

    Warga setempat merasa, langkah yang telah dilakukan pemerintah kota belum memberikan solusi signifikan.

    “Warga menginginkan normalisasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya parsial,” tegas Andi.

    Ia menjelaskan, normalisasi yang telah dilaksanakan sejauh ini belum mencakup seluruh area yang menjadi penyebab utama banjir, terutama di bagian hilir sungai yang berdekatan dengan Jembatan Mahakam. 

    Padahal, Jembatan Mahakam merupakan titik krusial yang perlu mendapat perhatian serius untuk meminimalisir potensi banjir saat curah hujan tinggi.

    “Normalisasi yang tidak menyeluruh ibarat menambal lubang dengan daun. Masalah banjir akan terus berulang jika akar permasalahannya tidak diatasi,” imbuhnya.

    Andi menilai, jika hanya sebagian sungai yang dinormalisasi, sementara bagian hilirnya dibiarkan, maka masalah banjir akan sulit diatasi secara tuntas. 

    Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur sungai secara menyeluruh sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung perkembangan daerah.

    “Pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan solusi komprehensif terhadap masalah banjir dan berdampak positif bagi masyarakat,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)