DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Menurut Anggota DPRD Kaltim, Kalau Pariwisata Kaltim Mau Berkembang Harus Ada Inovasi dan Dikelola Profesional 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    01 Desember 2024 pukul 14:09 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Dok. DPRD Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono menilai sumber daya alam (SDA) yang dimiliki wilayah Benua Etam ini bisa menjadi potensi memberikan kejayaan di sektor pariwisata. 

    Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata yang inovatif dan profesional sangat berperan penting dalam keberlangsungan hidup sektor pariwisata di Kaltim. Pemanfaatan wisata lokal untuk menarik wisatawan dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang berorientasi pada pengalaman dan pelayanan yang diberikan.  

    “Inovasi dalam memberikan pengalaman unik harus menjadi fokus utama. Kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas yang memadai juga harus menjadi perhatian untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata,” ujar Sapto.  

    Ia juga menyarankan agar pengelola destinasi wisata lebih proaktif dengan melakukan survei kepada pengunjung. Menurutnya, data yang diperoleh dari survei tersebut dapat digunakan untuk memahami kebutuhan dan preferensi wisatawan sehingga pengembangan destinasi lebih tepat sasaran.  

    Selain dari pemberiam fasilitas dan pelayanan yang baik, menurutnya kehadiran kuliner lokal juga dapat menjadi salah satu daya tarik utama. 

    “Kuliner lokal yang autentik mampu memberikan pengalaman berkesan kepada wisatawan. Ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan,” tambahnya.  

    Ia berharap pengembangan sektor pariwisata dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. 

    Memang diakuinya, tantangan terbesar dalam pengembangan pariwisata di Kaltim adalah infrastruktur. Keindahan alam dan budaya yang masih tersimpan apik di pedalaman masih sulit diakses karena infrastruktur yang kurang memadai. 

    Oleh karena itu, akses jalan menuju destinasi wisata, menurutnya perlu dilakukan pembangunan dan perbaikan. Sebab, ia menilai, infrastruktur yang memadai adalah kunci utama dalam menghidupkan pariwisata.
      
    “Pariwisata yang berkembang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan budaya bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Adv).

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Menurut Anggota DPRD Kaltim, Kalau Pariwisata Kaltim Mau Berkembang Harus Ada Inovasi dan Dikelola Profesional 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    01 Desember 2024 pukul 14:09 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Dok. DPRD Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono menilai sumber daya alam (SDA) yang dimiliki wilayah Benua Etam ini bisa menjadi potensi memberikan kejayaan di sektor pariwisata. 

    Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata yang inovatif dan profesional sangat berperan penting dalam keberlangsungan hidup sektor pariwisata di Kaltim. Pemanfaatan wisata lokal untuk menarik wisatawan dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang berorientasi pada pengalaman dan pelayanan yang diberikan.  

    “Inovasi dalam memberikan pengalaman unik harus menjadi fokus utama. Kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas yang memadai juga harus menjadi perhatian untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata,” ujar Sapto.  

    Ia juga menyarankan agar pengelola destinasi wisata lebih proaktif dengan melakukan survei kepada pengunjung. Menurutnya, data yang diperoleh dari survei tersebut dapat digunakan untuk memahami kebutuhan dan preferensi wisatawan sehingga pengembangan destinasi lebih tepat sasaran.  

    Selain dari pemberiam fasilitas dan pelayanan yang baik, menurutnya kehadiran kuliner lokal juga dapat menjadi salah satu daya tarik utama. 

    “Kuliner lokal yang autentik mampu memberikan pengalaman berkesan kepada wisatawan. Ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan,” tambahnya.  

    Ia berharap pengembangan sektor pariwisata dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. 

    Memang diakuinya, tantangan terbesar dalam pengembangan pariwisata di Kaltim adalah infrastruktur. Keindahan alam dan budaya yang masih tersimpan apik di pedalaman masih sulit diakses karena infrastruktur yang kurang memadai. 

    Oleh karena itu, akses jalan menuju destinasi wisata, menurutnya perlu dilakukan pembangunan dan perbaikan. Sebab, ia menilai, infrastruktur yang memadai adalah kunci utama dalam menghidupkan pariwisata.
      
    “Pariwisata yang berkembang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan budaya bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Adv).

    (Sf/Rs)