DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Legislator Kaltim Sebut Belum Banyak Guru Berlatarbelakang SLB

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2023 pukul 18:37 WITA

    Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyebut persoalan utama yang dihadapi Sekolah Luar Biasa (SLB) kini adalah kurangnya jumlah pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa.

    "Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mewujudkan sekolah inklusi, harus mulai membenahi kualitas SLB di kabupaten maupun kota, termasuk dalam penambahan guru SLB," ungkap Salehuddin kepada Seputarfakta.com di Samarinda, Kamis (12/10/2023).

    Menurutnya, untuk menangani siswa yang berkebutuhan khusus diperlukan guru yang memiliki kemampuan tersebut. Apalagi, kini jumlah murid berkebutuhan khusus semakin banyak tak sebanding dengan jumlah guru SLB di Kaltim.

    Data yang terhimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, terdapat 34 SLB yang tersebar di Kaltim terdiri dari 11 SLB Negeri dan 23 SLB swasta. 

    Sedangkan, jumlah tenaga pendidik SLB negeri atau swasta sebanyak 380 guru, sedangkan total siswanya sebanyak 2.507 orang. Idealnya satu guru SLB hanya efektif mengajari lima anak berkebutuhan khusus (ABK).

    "Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kekurangan rombongan belajar (rombel)," imbuhnya.

    Sebagai sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

    Salehuddin memiliki saran atas kekurangan tenaga pengajar untuk anak-anak SLB. Bahkan, ia sudah mengusulkan pada Pemprov dalam sebuah pertemuan bersama Disdikbud.

    "Di Kaltim belum ada kampus yang memiliki Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa, dengan itu kami pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Prodi tersebut," paparnya.

    Salehuddin berharap, Pemprov Kaltim dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SLB di daerah ini. 

    "Salah satunya adalah dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membangun dan memperbaiki fasilitas SLB. SLB adalah bagian dari hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," pungkasnya.(adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Legislator Kaltim Sebut Belum Banyak Guru Berlatarbelakang SLB

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2023 pukul 18:37 WITA

    Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyebut persoalan utama yang dihadapi Sekolah Luar Biasa (SLB) kini adalah kurangnya jumlah pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa.

    "Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mewujudkan sekolah inklusi, harus mulai membenahi kualitas SLB di kabupaten maupun kota, termasuk dalam penambahan guru SLB," ungkap Salehuddin kepada Seputarfakta.com di Samarinda, Kamis (12/10/2023).

    Menurutnya, untuk menangani siswa yang berkebutuhan khusus diperlukan guru yang memiliki kemampuan tersebut. Apalagi, kini jumlah murid berkebutuhan khusus semakin banyak tak sebanding dengan jumlah guru SLB di Kaltim.

    Data yang terhimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, terdapat 34 SLB yang tersebar di Kaltim terdiri dari 11 SLB Negeri dan 23 SLB swasta. 

    Sedangkan, jumlah tenaga pendidik SLB negeri atau swasta sebanyak 380 guru, sedangkan total siswanya sebanyak 2.507 orang. Idealnya satu guru SLB hanya efektif mengajari lima anak berkebutuhan khusus (ABK).

    "Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kekurangan rombongan belajar (rombel)," imbuhnya.

    Sebagai sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Kaltim dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

    Salehuddin memiliki saran atas kekurangan tenaga pengajar untuk anak-anak SLB. Bahkan, ia sudah mengusulkan pada Pemprov dalam sebuah pertemuan bersama Disdikbud.

    "Di Kaltim belum ada kampus yang memiliki Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa, dengan itu kami pernah mengusulkan agar Pemprov Kaltim bisa bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membuka Prodi tersebut," paparnya.

    Salehuddin berharap, Pemprov Kaltim dapat segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SLB di daerah ini. 

    "Salah satunya adalah dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk membangun dan memperbaiki fasilitas SLB. SLB adalah bagian dari hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," pungkasnya.(adv)

    (Sf/Rs)