DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Legislator Golkar ini Minta Perbaikan Sistem untuk Kurangi Penumpukan Pasien BPJS di RSUD AWS Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 November 2024 pukul 11:38 WITA

    RSUD AWS Samarinda, Jalan Palang Merah No.1, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu. (Foto: Dokumentasi website RSUD AWS/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyoroti penumpukan pasien di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, terutama yang memanfaatkan layanan BPJS. Menurut Andi, kondisi ini merupakan salah satu masalah mendesak dan membutuhkan perhatian serius serta langkah konkret dari pihak manajemen rumah sakit yang dikelola Pemprov Kaltim ini

    Ia mengatakan, sebagai seseorang yang pernah bekerja di RSUD AWS selama tujuh tahun, dikatkannya bahwa sebagian besar pasien yang memadati fasilitas ini adalah peserta BPJS, yang mencakup sekitar 80-90 persen dari total pasien. 

    Di mana setiap harinya, para pasien harus antre sejak dini hari, namun sistem pendaftaran berbasis online yang diterapkan rumah sakit sering mengalami kendala teknis. 

    “Jika sistem down, seluruh pelayanan di poliklinik tertunda, sehingga terjadi penumpukan yang cukup parah,” kata Andi. 

    Antrean yang tak kunjung surut ini, menurutnya tidak hanya membuat pasien harus menunggu lama, tetapi juga berpotensi membahayakan pasien yang memerlukan penanganan segera. Situasi di apotek rumah sakit menjadi perhatian khusus. Pasien BPJS sering kali harus berada di rumah sakit dari pagi hingga sore untuk menyelesaikan proses berobat. 

    “Mulai dari antre pendaftaran hingga menunggu obat di apotek, waktu yang dihabiskan sangat lama. Ini jelas jauh dari pelayanan yang ideal,” tegasnya.

    Melihat itu, legislator Partai Golkar ini menekankan pentingnya perbaikan sistem pendaftaran dan pelayanan apotek untuk mempercepat penanganan pasien. 

    Ia berharap manajemen RSUD AWS segera mengambil langkah-langkah perbaikan agar pasien dapat menerima layanan kesehatan dengan waktu tunggu yang lebih singkat dan kualitas pelayanan yang lebih baik. 

    “Manajemen harus segera berbenah agar waktu tunggu pasien berkurang dan efisiensi pelayanan meningkat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Legislator Golkar ini Minta Perbaikan Sistem untuk Kurangi Penumpukan Pasien BPJS di RSUD AWS Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 November 2024 pukul 11:38 WITA

    RSUD AWS Samarinda, Jalan Palang Merah No.1, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu. (Foto: Dokumentasi website RSUD AWS/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyoroti penumpukan pasien di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, terutama yang memanfaatkan layanan BPJS. Menurut Andi, kondisi ini merupakan salah satu masalah mendesak dan membutuhkan perhatian serius serta langkah konkret dari pihak manajemen rumah sakit yang dikelola Pemprov Kaltim ini

    Ia mengatakan, sebagai seseorang yang pernah bekerja di RSUD AWS selama tujuh tahun, dikatkannya bahwa sebagian besar pasien yang memadati fasilitas ini adalah peserta BPJS, yang mencakup sekitar 80-90 persen dari total pasien. 

    Di mana setiap harinya, para pasien harus antre sejak dini hari, namun sistem pendaftaran berbasis online yang diterapkan rumah sakit sering mengalami kendala teknis. 

    “Jika sistem down, seluruh pelayanan di poliklinik tertunda, sehingga terjadi penumpukan yang cukup parah,” kata Andi. 

    Antrean yang tak kunjung surut ini, menurutnya tidak hanya membuat pasien harus menunggu lama, tetapi juga berpotensi membahayakan pasien yang memerlukan penanganan segera. Situasi di apotek rumah sakit menjadi perhatian khusus. Pasien BPJS sering kali harus berada di rumah sakit dari pagi hingga sore untuk menyelesaikan proses berobat. 

    “Mulai dari antre pendaftaran hingga menunggu obat di apotek, waktu yang dihabiskan sangat lama. Ini jelas jauh dari pelayanan yang ideal,” tegasnya.

    Melihat itu, legislator Partai Golkar ini menekankan pentingnya perbaikan sistem pendaftaran dan pelayanan apotek untuk mempercepat penanganan pasien. 

    Ia berharap manajemen RSUD AWS segera mengambil langkah-langkah perbaikan agar pasien dapat menerima layanan kesehatan dengan waktu tunggu yang lebih singkat dan kualitas pelayanan yang lebih baik. 

    “Manajemen harus segera berbenah agar waktu tunggu pasien berkurang dan efisiensi pelayanan meningkat,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)