Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono
Samarinda - Duit senilai total Rp354 Miliar yang merupakan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dikucurkan untuk menunjang pembangunan Kota Samarinda.
DPRD bersama Pemprov Kaltim, telah memberikan bantuan keuangan Non Spesifik dan Spesifik kepada Pemerintah Kota Samarinda, Pada Tahun Anggaran 2022 tidak kurang dari Rp 246.910.990 miliar dan pada Tahun 2023 murni meningkat menjadi sebesar Rp 354.450 miliar.
Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono menuturkan bankeu provinsi untuk Pemkot Samarinda hampir keseluruhan diperuntukan pembangunan dan peningkatan infrasturktur kota meliputi pembangunan terowongan Jalan Sultan Alimudin - Jalan Kakap.
Selain itu, peningkatan Jalan dan jembatan, peningkatan saluran drainase, gorong-gorong, polder, perluasan jaringan perpipaan distribusi utama dan distribusi pembagi, peningkatan sungai alam,sertarehabilitasi trotoar dan median jalan se-Kota Samarinda.
“Seiring dengan berkembangnya Kota Samarinda, yang ditandai dengan kemajuan di berbagai bidang seperti di bidangekonomi, industri, perdagangan, jasa, pendidikan, transportasi dan lain lain, tentunya tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan pembangunan yang komplek,”kata Nidya Listiyono saat membacakan laporan reses gabungan Kota Samarinda, belum lama ini.
Ia menjelaskan konsekuensi kota yang terbuka, pertambahan penduduk baik dari angka kelahiran maupun akibat mobilisasi penduduk dengan masuknya pendatang dari provinsi lain hal yang tidak bisa dihindari.
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan baru, antara lain kemacetan di jalanraya, kemiskinan, kriminalitas dan lain-lain. Permasalahan tersebut perlu diantisipasi dan diminimalisir oleh pemerintah kota dengan cara meningkatkankoordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak.
“Provinsi akan mendukung pembenahan dan percepatan pembangunan dalam arti luas di setiap daerah guna menciptakan pemerataan pembangunan termasuk Samarinda sebagai ibu kota provinsi sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat mampu tercapai maksimal,”pungkasnya.(SF1/rs/adv)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono
Samarinda - Duit senilai total Rp354 Miliar yang merupakan Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dikucurkan untuk menunjang pembangunan Kota Samarinda.
DPRD bersama Pemprov Kaltim, telah memberikan bantuan keuangan Non Spesifik dan Spesifik kepada Pemerintah Kota Samarinda, Pada Tahun Anggaran 2022 tidak kurang dari Rp 246.910.990 miliar dan pada Tahun 2023 murni meningkat menjadi sebesar Rp 354.450 miliar.
Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiyono menuturkan bankeu provinsi untuk Pemkot Samarinda hampir keseluruhan diperuntukan pembangunan dan peningkatan infrasturktur kota meliputi pembangunan terowongan Jalan Sultan Alimudin - Jalan Kakap.
Selain itu, peningkatan Jalan dan jembatan, peningkatan saluran drainase, gorong-gorong, polder, perluasan jaringan perpipaan distribusi utama dan distribusi pembagi, peningkatan sungai alam,sertarehabilitasi trotoar dan median jalan se-Kota Samarinda.
“Seiring dengan berkembangnya Kota Samarinda, yang ditandai dengan kemajuan di berbagai bidang seperti di bidangekonomi, industri, perdagangan, jasa, pendidikan, transportasi dan lain lain, tentunya tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan pembangunan yang komplek,”kata Nidya Listiyono saat membacakan laporan reses gabungan Kota Samarinda, belum lama ini.
Ia menjelaskan konsekuensi kota yang terbuka, pertambahan penduduk baik dari angka kelahiran maupun akibat mobilisasi penduduk dengan masuknya pendatang dari provinsi lain hal yang tidak bisa dihindari.
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan baru, antara lain kemacetan di jalanraya, kemiskinan, kriminalitas dan lain-lain. Permasalahan tersebut perlu diantisipasi dan diminimalisir oleh pemerintah kota dengan cara meningkatkankoordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak.
“Provinsi akan mendukung pembenahan dan percepatan pembangunan dalam arti luas di setiap daerah guna menciptakan pemerataan pembangunan termasuk Samarinda sebagai ibu kota provinsi sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat mampu tercapai maksimal,”pungkasnya.(SF1/rs/adv)