Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Instagram Hasanuddin Mas'ud/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2024, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pentingnya upaya meningkatkan partisipasi pemilih.
Mengacu pada rendahnya angka partisipasi pada Pilgub Kaltim 2018 yang hanya mencapai 61 persen dari target 77,5 persen, DPRD Kaltim bersama seluruh pihak terkait bertekad mendorong capaian lebih tinggi pada Pilkada 2024 mendatang.
“Kami optimis, partisipasi pemilih pada Pilkada Kaltim bisa mencapai angka 77 persen atau bahkan lebih. Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 2.778.644, langkah-langkah strategis akan diambil untuk memastikan keterlibatan masyarakat yang lebih besar,” ujar Hasanuddin dalam Rapat Koordinasi Forkopimda se-Kaltim bersama Tim Pemantau Perkembangan Politik Daerah di Balikpapan, Rabu (13/11/2024).
Strategi yang diusung mencakup berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik, terutama menyasar pemilih baru. Pria yang akrab disapa Hamas itu menekankan bahwa generasi muda perlu diberi pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya hak pilih.
"Sosialisasi di sekolah-sekolah, komunitas, dan melalui media sosial sangat penting untuk menjangkau pemilih pemula, memberi mereka akses mudah untuk memahami prosedur pemilu serta informasi terkait calon,” jelasnya.
Selain menyasar pemilih baru, DPRD Kaltim juga mendorong kolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama untuk memperkuat kesadaran politik di kalangan masyarakat luas.
Ia menyebut media sosial menjadi salah satu kanal utama dalam menyebarkan informasi dengan konten menarik dan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.
“Konten kreatif seperti kuis, diskusi panel, atau kompetisi di media sosial yang membahas isu-isu politik bisa membantu menarik perhatian generasi muda terhadap pemilu,” tambahnya.
Hamas juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkada tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh pemangku kepentingan di Kaltim, termasuk DPRD, Forkopimda, dan masyarakat.
“Partisipasi yang tinggi merupakan kunci Pilkada yang berkualitas. Kami mengajak semua pihak untuk mengambil langkah taktis dan strategis demi suksesnya Pilkada Serentak 2024 di Kaltim dan 10 kabupaten/kota,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Instagram Hasanuddin Mas'ud/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dalam rangka menghadapi Pilkada serentak 2024, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pentingnya upaya meningkatkan partisipasi pemilih.
Mengacu pada rendahnya angka partisipasi pada Pilgub Kaltim 2018 yang hanya mencapai 61 persen dari target 77,5 persen, DPRD Kaltim bersama seluruh pihak terkait bertekad mendorong capaian lebih tinggi pada Pilkada 2024 mendatang.
“Kami optimis, partisipasi pemilih pada Pilkada Kaltim bisa mencapai angka 77 persen atau bahkan lebih. Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 2.778.644, langkah-langkah strategis akan diambil untuk memastikan keterlibatan masyarakat yang lebih besar,” ujar Hasanuddin dalam Rapat Koordinasi Forkopimda se-Kaltim bersama Tim Pemantau Perkembangan Politik Daerah di Balikpapan, Rabu (13/11/2024).
Strategi yang diusung mencakup berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik, terutama menyasar pemilih baru. Pria yang akrab disapa Hamas itu menekankan bahwa generasi muda perlu diberi pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya hak pilih.
"Sosialisasi di sekolah-sekolah, komunitas, dan melalui media sosial sangat penting untuk menjangkau pemilih pemula, memberi mereka akses mudah untuk memahami prosedur pemilu serta informasi terkait calon,” jelasnya.
Selain menyasar pemilih baru, DPRD Kaltim juga mendorong kolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama untuk memperkuat kesadaran politik di kalangan masyarakat luas.
Ia menyebut media sosial menjadi salah satu kanal utama dalam menyebarkan informasi dengan konten menarik dan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.
“Konten kreatif seperti kuis, diskusi panel, atau kompetisi di media sosial yang membahas isu-isu politik bisa membantu menarik perhatian generasi muda terhadap pemilu,” tambahnya.
Hamas juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkada tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh pemangku kepentingan di Kaltim, termasuk DPRD, Forkopimda, dan masyarakat.
“Partisipasi yang tinggi merupakan kunci Pilkada yang berkualitas. Kami mengajak semua pihak untuk mengambil langkah taktis dan strategis demi suksesnya Pilkada Serentak 2024 di Kaltim dan 10 kabupaten/kota,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)