Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Produk UMKM Kaltim yang bisa dijadikan cinderamata. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas'ud, memberi usul sebagai langkah inovatif yang tidak hanya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi UMKM lokal.
Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menyarankan agar cinderamata produk lokal diberikan kepada warga yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi bagi produk UMKM Kaltim.
Menurut Hasanuddin, cinderamata berupa produk-produk khas Kaltim seperti kaos bermotif tradisional atau suvenir unik lainnya dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS.
“Ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi pemilih tetapi juga menghidupkan ekonomi kreatif lokal,” ujar Hamas.
Pendekatan ini, katanya, bukan hanya soal meningkatkan antusiasme pemilih, tetapi juga mengenalkan lebih jauh kekayaan budaya Kaltim. Ia mencontohkan beberapa daerah lain yang sukses menerapkan strategi serupa sebagai insentif bagi pemilih.
Politisi Partai Golkar ini optimis bahwa gagasan ini akan memberikan dampak ganda, yaitu memperkuat partisipasi pemilih sekaligus mengembangkan sektor UMKM.
“Melalui usulan ini, kita tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat di Pilkada, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi ekonomi lokal,” ungakpnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Produk UMKM Kaltim yang bisa dijadikan cinderamata. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas'ud, memberi usul sebagai langkah inovatif yang tidak hanya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi UMKM lokal.
Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menyarankan agar cinderamata produk lokal diberikan kepada warga yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi bagi produk UMKM Kaltim.
Menurut Hasanuddin, cinderamata berupa produk-produk khas Kaltim seperti kaos bermotif tradisional atau suvenir unik lainnya dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke TPS.
“Ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi pemilih tetapi juga menghidupkan ekonomi kreatif lokal,” ujar Hamas.
Pendekatan ini, katanya, bukan hanya soal meningkatkan antusiasme pemilih, tetapi juga mengenalkan lebih jauh kekayaan budaya Kaltim. Ia mencontohkan beberapa daerah lain yang sukses menerapkan strategi serupa sebagai insentif bagi pemilih.
Politisi Partai Golkar ini optimis bahwa gagasan ini akan memberikan dampak ganda, yaitu memperkuat partisipasi pemilih sekaligus mengembangkan sektor UMKM.
“Melalui usulan ini, kita tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat di Pilkada, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi ekonomi lokal,” ungakpnya. (Adv)
(Sf/Rs)