DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Dorong Pengembangan SDM Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2024 pukul 16:34 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyoroti potensi besar sektor pertanian dan perkebunan di daerahnya yang selama ini belum dioptimalkan. Ia menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

    Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kutai Kartanegara itu mengatakan pertanian dan perkebunan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga pengelolaan yang berkelanjutan dengan dukungan SDM yang unggul.

    Salehuddin melihat peluang besar untuk Kaltim mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah jika sektor pertanian dan perkebunan dikelola dengan baik. "Jika ini dimaksimalkan, Kaltim bisa mandiri dalam kebutuhan pangan dan lebih stabil dalam harga," jelasnya.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, Salehuddin menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada program pelatihan dan pendidikan khusus bagi masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan. Pelatihan tidak hanya mencakup teknik pertanian modern, tetapi juga penguasaan teknologi pendukung.

    "Dengan SDM yang terampil dan didukung teknologi, kita bisa meningkatkan produktivitas dan menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing," ujarnya.

    Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, menurut Salehuddin, akan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat. "Ketika SDM di sektor ini berkembang, efeknya akan terasa pada perekonomian daerah, khususnya di kawasan pedesaan," tambahnya.

    Peningkatan pendapatan petani dan pekebun serta terbukanya lapangan kerja baru adalah beberapa contoh dampak positif yang bisa dirasakan.

    Salehuddin berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain penyediaan akses pendanaan, pendampingan teknis, dan promosi hasil pertanian lokal.

    "Pertanian dan perkebunan harus menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Kaltim. Dengan sinergi yang baik, kita bisa memastikan sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Kaltim Dorong Pengembangan SDM Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2024 pukul 16:34 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyoroti potensi besar sektor pertanian dan perkebunan di daerahnya yang selama ini belum dioptimalkan. Ia menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

    Politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kutai Kartanegara itu mengatakan pertanian dan perkebunan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga pengelolaan yang berkelanjutan dengan dukungan SDM yang unggul.

    Salehuddin melihat peluang besar untuk Kaltim mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah jika sektor pertanian dan perkebunan dikelola dengan baik. "Jika ini dimaksimalkan, Kaltim bisa mandiri dalam kebutuhan pangan dan lebih stabil dalam harga," jelasnya.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, Salehuddin menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada program pelatihan dan pendidikan khusus bagi masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan. Pelatihan tidak hanya mencakup teknik pertanian modern, tetapi juga penguasaan teknologi pendukung.

    "Dengan SDM yang terampil dan didukung teknologi, kita bisa meningkatkan produktivitas dan menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing," ujarnya.

    Pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, menurut Salehuddin, akan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat. "Ketika SDM di sektor ini berkembang, efeknya akan terasa pada perekonomian daerah, khususnya di kawasan pedesaan," tambahnya.

    Peningkatan pendapatan petani dan pekebun serta terbukanya lapangan kerja baru adalah beberapa contoh dampak positif yang bisa dirasakan.

    Salehuddin berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain penyediaan akses pendanaan, pendampingan teknis, dan promosi hasil pertanian lokal.

    "Pertanian dan perkebunan harus menjadi tulang punggung ketahanan pangan di Kaltim. Dengan sinergi yang baik, kita bisa memastikan sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)