DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Jalur Maut Kaltim-Kalsel, DPRD Desak Aturan Lebih Ketat untuk Truk Batu Bara

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2024 pukul 14:30 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkrit dalam mengatasi maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bermuatan batu bara di jalur Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan.

    "Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat pengangkut batu bara ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak bisa terus-menerus menyaksikan nyawa melayang akibat kelalaian dan ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas," tegas Yenni.

    Yenni menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor transportasi, khususnya yang berkaitan dengan angkutan barang berbahaya seperti batu bara. "Perlu ada tindakan tegas terhadap perusahaan tambang dan pemilik kendaraan yang terbukti melanggar aturan," tegasnya.

    Lebih lanjut, Yenni mengungkapkan bahwa DPRD Provinsi Kalimantan Timur akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas masalah ini secara mendalam. "Kami akan memanggil semua pihak terkait, mulai dari pemerintah provinsi, kepolisian, hingga perusahaan tambang, untuk mencari solusi bersama," ujarnya.

    "Selain itu, kami juga akan mendorong pemerintah pusat untuk merevisi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan transportasi barang berbahaya, agar lebih mengakomodasi kondisi spesifik di daerah penghasil batu bara," tambah Yenni.

    Yenni menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam mengatasi masalah ini. Beberapa solusi yang perlu dipertimbangkan, antara lain peningkatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, peningkatan kualitas jalan, sosialisasi keselamatan.

    "Kami berharap dengan langkah-langkah konkret ini, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk batu bara dapat ditekan secara signifikan," pungkas Yenni. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Jalur Maut Kaltim-Kalsel, DPRD Desak Aturan Lebih Ketat untuk Truk Batu Bara

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2024 pukul 14:30 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkrit dalam mengatasi maraknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bermuatan batu bara di jalur Kalimantan Timur-Kalimantan Selatan.

    "Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat pengangkut batu bara ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak bisa terus-menerus menyaksikan nyawa melayang akibat kelalaian dan ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas," tegas Yenni.

    Yenni menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor transportasi, khususnya yang berkaitan dengan angkutan barang berbahaya seperti batu bara. "Perlu ada tindakan tegas terhadap perusahaan tambang dan pemilik kendaraan yang terbukti melanggar aturan," tegasnya.

    Lebih lanjut, Yenni mengungkapkan bahwa DPRD Provinsi Kalimantan Timur akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas masalah ini secara mendalam. "Kami akan memanggil semua pihak terkait, mulai dari pemerintah provinsi, kepolisian, hingga perusahaan tambang, untuk mencari solusi bersama," ujarnya.

    "Selain itu, kami juga akan mendorong pemerintah pusat untuk merevisi peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan transportasi barang berbahaya, agar lebih mengakomodasi kondisi spesifik di daerah penghasil batu bara," tambah Yenni.

    Yenni menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam mengatasi masalah ini. Beberapa solusi yang perlu dipertimbangkan, antara lain peningkatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, peningkatan kualitas jalan, sosialisasi keselamatan.

    "Kami berharap dengan langkah-langkah konkret ini, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk batu bara dapat ditekan secara signifikan," pungkas Yenni. (Adv)

    (Sf/Rs)