Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Anggota DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) mempertahankan posisi di peringkat lima besar nasional dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024 dengan angka 59,17, tapi capaian ini dinilai perlu direspons dengan langkah strategis.
Anggota DPRD Kaltim, Damayanti menekankan pentingnya peran aktif anak muda dalam memperbaiki tren IPP yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2023, Kaltim mencatatkan IPP sebesar 59,83 dan menduduki peringkat ketiga nasional. Tapi, angka tersebut turun pada 2024, meski tetap melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 56,33.
Sebagai salah satu dari lima provinsi dengan IPP tertinggi bersama dengan DI Yogyakarta, Bali, Aceh dan Sulawesi Tengah, Kaltim dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali meningkatkan indeks tersebut.
Damayanti menegaskan, kemajuan IPP tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari pemuda Kaltim.
“Pemerintah sudah menyediakan ruang dan program untuk pengembangan anak muda, tetapi perubahan harus dimulai dari mereka sendiri," ujar Damayanti.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan agar Pemprov Kaltim dapat terus berupaya mendorong peningkatan IPP dengan mengadakan berbagai program, seperti pelatihan kepemimpinan, pembinaan kader muda dan peningkatan akses pendidikan.
Namun, Damayanti juga menilai upaya ini perlu diperkuat dengan partisipasi lebih besar dari pemuda. Sebab, penurunan kecil pada 2024 harus menjadi momentum evaluasi bersama.
Dikatakannya, keberlanjutan IPP Kaltim bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan pemuda untuk mendorong inovasi dan inisiatif di berbagai bidang.
Dengan mendorong pemuda Kaltim untuk lebih berani mengambil peran, Damayanti optimis IPP di Kaltim dapat kembali naik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan daerah.
"Pemuda harus mengambil peran di mana pun berada agar keberadaan mereka diakui,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Anggota DPRD Kaltim, Damayanti. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) mempertahankan posisi di peringkat lima besar nasional dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024 dengan angka 59,17, tapi capaian ini dinilai perlu direspons dengan langkah strategis.
Anggota DPRD Kaltim, Damayanti menekankan pentingnya peran aktif anak muda dalam memperbaiki tren IPP yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2023, Kaltim mencatatkan IPP sebesar 59,83 dan menduduki peringkat ketiga nasional. Tapi, angka tersebut turun pada 2024, meski tetap melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 56,33.
Sebagai salah satu dari lima provinsi dengan IPP tertinggi bersama dengan DI Yogyakarta, Bali, Aceh dan Sulawesi Tengah, Kaltim dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali meningkatkan indeks tersebut.
Damayanti menegaskan, kemajuan IPP tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari pemuda Kaltim.
“Pemerintah sudah menyediakan ruang dan program untuk pengembangan anak muda, tetapi perubahan harus dimulai dari mereka sendiri," ujar Damayanti.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan agar Pemprov Kaltim dapat terus berupaya mendorong peningkatan IPP dengan mengadakan berbagai program, seperti pelatihan kepemimpinan, pembinaan kader muda dan peningkatan akses pendidikan.
Namun, Damayanti juga menilai upaya ini perlu diperkuat dengan partisipasi lebih besar dari pemuda. Sebab, penurunan kecil pada 2024 harus menjadi momentum evaluasi bersama.
Dikatakannya, keberlanjutan IPP Kaltim bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan pemuda untuk mendorong inovasi dan inisiatif di berbagai bidang.
Dengan mendorong pemuda Kaltim untuk lebih berani mengambil peran, Damayanti optimis IPP di Kaltim dapat kembali naik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan daerah.
"Pemuda harus mengambil peran di mana pun berada agar keberadaan mereka diakui,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)