DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Ekonomi Kaltim Wajib Bertransformasi, Nidya Dorong Lepaskan dari Ekonomi Ekstraktif

    Redaktur:Rusdianto
    20 November 2023 pukul 09:53 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono (istimewa). 

    Samarinda - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, menilai saat ini Kaltim sudah saatnya untuk melakukan shifting atau transformasi ekonomi. Pasalnya, sepanjang beberapa dekade terakhir, Kaltim ditopang oleh ekonomi berbasis ekstraktif seperti tambang batubara dan minyak. 

    Dua sektor itu, disebut Nidya punya risiko yang juga tak kalah besar. Untuk itu, perpindahan kepada sektor lain yang lebih berkelanjutan, kata Nidya wajib dilakukan. 

    "Kaltim memiliki potensi alam, sayangnya, selama ini hanya sektor ekstraktif yang menjadi tulang punggung, setelah sebelumnya kayu. Padahal sektor ini juga memiliki masa kadaluarsa, sehingga Kaltim harus siap menghadapi perubahan," jelas Nidya Listiyono.

    Ia mengungkapkan, sudah saatnya Kaltim melepaskan diri dari jerat tambang dan membangun ekonomi rakyat yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Ekonomi rakyat akan merujuk pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pariwisata, yang mampu memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

     "UMKM bisa membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM juga bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kaltim, seperti hasil laut, pertanian, perkebunan, dan kerajinan," urainya,

    Hanya saja, untuk mengembangkan UMKM dan pariwisata di Kaltim, dibutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Pemerintah harus memberikan dukungan berupa kebijakan, regulasi, fasilitasi, dan insentif yang memihak kepada UMKM dan pariwisata. 

    Swasta harus memberikan bantuan berupa modal, teknologi, pemasaran, dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dan pariwisata. Masyarakat harus memberikan partisipasi berupa inisiatif, keterlibatan, dan pengawasan yang aktif dalam pengembangan UMKM dan pariwisata.

    "Saya yakin Kaltim juga bisa, asalkan ada komitmen dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," pungkasnya.(Adv/Sf/Rs/dprdkaltim)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Ekonomi Kaltim Wajib Bertransformasi, Nidya Dorong Lepaskan dari Ekonomi Ekstraktif

    Redaktur:Rusdianto
    20 November 2023 pukul 09:53 WITA

    Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono (istimewa). 

    Samarinda - Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono, menilai saat ini Kaltim sudah saatnya untuk melakukan shifting atau transformasi ekonomi. Pasalnya, sepanjang beberapa dekade terakhir, Kaltim ditopang oleh ekonomi berbasis ekstraktif seperti tambang batubara dan minyak. 

    Dua sektor itu, disebut Nidya punya risiko yang juga tak kalah besar. Untuk itu, perpindahan kepada sektor lain yang lebih berkelanjutan, kata Nidya wajib dilakukan. 

    "Kaltim memiliki potensi alam, sayangnya, selama ini hanya sektor ekstraktif yang menjadi tulang punggung, setelah sebelumnya kayu. Padahal sektor ini juga memiliki masa kadaluarsa, sehingga Kaltim harus siap menghadapi perubahan," jelas Nidya Listiyono.

    Ia mengungkapkan, sudah saatnya Kaltim melepaskan diri dari jerat tambang dan membangun ekonomi rakyat yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Ekonomi rakyat akan merujuk pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pariwisata, yang mampu memberdayakan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

     "UMKM bisa membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM juga bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kaltim, seperti hasil laut, pertanian, perkebunan, dan kerajinan," urainya,

    Hanya saja, untuk mengembangkan UMKM dan pariwisata di Kaltim, dibutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Pemerintah harus memberikan dukungan berupa kebijakan, regulasi, fasilitasi, dan insentif yang memihak kepada UMKM dan pariwisata. 

    Swasta harus memberikan bantuan berupa modal, teknologi, pemasaran, dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dan pariwisata. Masyarakat harus memberikan partisipasi berupa inisiatif, keterlibatan, dan pengawasan yang aktif dalam pengembangan UMKM dan pariwisata.

    "Saya yakin Kaltim juga bisa, asalkan ada komitmen dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," pungkasnya.(Adv/Sf/Rs/dprdkaltim)