DPRD Soroti Pembangunan Tak Ramah Lingkungan Picu Banjir Parah di Kaltim

    Seputarfakta.com - Maulana -

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    02 Juni 2025 12:36 WIB

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti Masrokan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti Masrokan, menyoroti dampak parah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kaltim belakangan ini. 

    Menurut Ketua Fraksi PKB ini, munculnya titik-titik banjir baru tak lepas dari minimnya daerah resapan air. Bahkan, ia menyebut lokasi yang dulunya menjadi resapan kini telah beralih fungsi menjadi permukiman.

    Damayanti mencontohkan, perumahan seperti WIKA yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir, kini justru sering terendam. 

    "Kayak perumahan WIKA dulu enggak banjir, sekarang banjir. Kenapa? Karena dulunya wilayah perbukitan, sekarang menjadi perumahan," ujar Damayanti setelah Rapat Paripurna di Gedung B DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (2/6/2025).

    Ia menambahkan, beberapa titik baru yang sebelumnya bebas banjir kini juga ikut terendam. 

    "Bisa jadi yang awalnya daerah resapan air, jadi tertutup dan tertimbun bahkan dijadikan perumahan," jelas Damayanti.

    Fenomena ini, lanjut Damayanti, menunjukkan bahwa pembangunan yang masif di Kaltim belum sepenuhnya memperhatikan aspek lingkungan. 

    "Artinya kami welcome saja terhadap perkembangan sebuah daerah. Tapi harus juga diperhatikan berkaitan dengan lingkungan," tegasnya.

    Damayanti menggarisbawahi atas pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. 

    "Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat lebih serius dalam meninjau perizinan pembangunan, terutama yang berpotensi menghilangkan fungsi resapan air alami," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    DPRD Soroti Pembangunan Tak Ramah Lingkungan Picu Banjir Parah di Kaltim

    Seputarfakta.com - Maulana -

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    02 Juni 2025 12:36 WIB

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti Masrokan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti Masrokan, menyoroti dampak parah banjir yang melanda beberapa wilayah di Kaltim belakangan ini. 

    Menurut Ketua Fraksi PKB ini, munculnya titik-titik banjir baru tak lepas dari minimnya daerah resapan air. Bahkan, ia menyebut lokasi yang dulunya menjadi resapan kini telah beralih fungsi menjadi permukiman.

    Damayanti mencontohkan, perumahan seperti WIKA yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir, kini justru sering terendam. 

    "Kayak perumahan WIKA dulu enggak banjir, sekarang banjir. Kenapa? Karena dulunya wilayah perbukitan, sekarang menjadi perumahan," ujar Damayanti setelah Rapat Paripurna di Gedung B DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (2/6/2025).

    Ia menambahkan, beberapa titik baru yang sebelumnya bebas banjir kini juga ikut terendam. 

    "Bisa jadi yang awalnya daerah resapan air, jadi tertutup dan tertimbun bahkan dijadikan perumahan," jelas Damayanti.

    Fenomena ini, lanjut Damayanti, menunjukkan bahwa pembangunan yang masif di Kaltim belum sepenuhnya memperhatikan aspek lingkungan. 

    "Artinya kami welcome saja terhadap perkembangan sebuah daerah. Tapi harus juga diperhatikan berkaitan dengan lingkungan," tegasnya.

    Damayanti menggarisbawahi atas pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. 

    "Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat lebih serius dalam meninjau perizinan pembangunan, terutama yang berpotensi menghilangkan fungsi resapan air alami," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)