DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    DPRD Kaltim Tegaskan Komitmen Dorong Citra Daerah Lewat Diplomasi Budaya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2025 pukul 10:39 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel saat menghadiri acara EBIFF 2025. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dukungan penuh dari unsur legislatif untuk penguatan citra Kalimantan Timur di mata dunia. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menunjukkan komitmen tersebut untuk kegiatan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025.

    Dengan hadirnya EBIFF ini Kaltim dapat melakukan pemanfaatan seni dan budaya sebagai jalur diplomasi.

    Ekti Imanuel menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam acara tersebut adalah bukti nyata komitmen DPRD Kaltim untuk mendorong potensi daerah melalui seni, budaya, dan diplomasi kultural. 

    Ia menilai EBIFF sebagai medium strategis untuk memperkenalkan Kaltim sebagai daerah yang kaya identitas dan terbuka terhadap kolaborasi global.

    “EBIFF bukan hanya festival hiburan semata. Ini adalah ruang perjumpaan antarbangsa, tempat kita memperlihatkan bahwa Kaltim punya karakter kuat yang lahir dari tradisi, seni, dan kebudayaan lokal,” ujar Ekti di sela-sela acara ramah tamah bersama delegasi internasional.

    Menurut Ekti, parade internasional dan partisipasi aktif seniman lokal dalam festival ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya telah menjadi praktik nyata. 

    Baginya, budaya memiliki peran penting sebagai jembatan antarbangsa sekaligus alat promosi daerah yang sangat efektif, terutama di tengah dinamika global saat ini.

    “Kita harus memanfaatkan kekuatan budaya sebagai instrumen pembangunan. Identitas lokal bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diperjuangkan agar menjadi kekuatan ekonomi, pariwisata, dan daya tarik investasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Dengan semangat pelestarian dan kolaborasi, Ekti Imanuel yakin bahwa Kaltim mampu berdiri sejajar dengan komunitas budaya dunia. 

    Terlebih lagi, dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menjadi wajah baru Indonesia di kancah internasional, peran budaya Kaltim diharapkan semakin menonjol.

    “EBIFF adalah cermin bahwa Kaltim tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga punya kekayaan budaya yang tak ternilai. Tugas kita adalah memastikan itu terus hidup dan dikenal luas,” tutup Ekti. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    DPRD Kaltim Tegaskan Komitmen Dorong Citra Daerah Lewat Diplomasi Budaya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2025 pukul 10:39 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel saat menghadiri acara EBIFF 2025. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dukungan penuh dari unsur legislatif untuk penguatan citra Kalimantan Timur di mata dunia. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menunjukkan komitmen tersebut untuk kegiatan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025.

    Dengan hadirnya EBIFF ini Kaltim dapat melakukan pemanfaatan seni dan budaya sebagai jalur diplomasi.

    Ekti Imanuel menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam acara tersebut adalah bukti nyata komitmen DPRD Kaltim untuk mendorong potensi daerah melalui seni, budaya, dan diplomasi kultural. 

    Ia menilai EBIFF sebagai medium strategis untuk memperkenalkan Kaltim sebagai daerah yang kaya identitas dan terbuka terhadap kolaborasi global.

    “EBIFF bukan hanya festival hiburan semata. Ini adalah ruang perjumpaan antarbangsa, tempat kita memperlihatkan bahwa Kaltim punya karakter kuat yang lahir dari tradisi, seni, dan kebudayaan lokal,” ujar Ekti di sela-sela acara ramah tamah bersama delegasi internasional.

    Menurut Ekti, parade internasional dan partisipasi aktif seniman lokal dalam festival ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya telah menjadi praktik nyata. 

    Baginya, budaya memiliki peran penting sebagai jembatan antarbangsa sekaligus alat promosi daerah yang sangat efektif, terutama di tengah dinamika global saat ini.

    “Kita harus memanfaatkan kekuatan budaya sebagai instrumen pembangunan. Identitas lokal bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diperjuangkan agar menjadi kekuatan ekonomi, pariwisata, dan daya tarik investasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Dengan semangat pelestarian dan kolaborasi, Ekti Imanuel yakin bahwa Kaltim mampu berdiri sejajar dengan komunitas budaya dunia. 

    Terlebih lagi, dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menjadi wajah baru Indonesia di kancah internasional, peran budaya Kaltim diharapkan semakin menonjol.

    “EBIFF adalah cermin bahwa Kaltim tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga punya kekayaan budaya yang tak ternilai. Tugas kita adalah memastikan itu terus hidup dan dikenal luas,” tutup Ekti. (Adv)

    (Sf/Rs)