DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    DPRD Kaltim Dorong Anak Muda Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Pembangunan IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2025 pukul 15:51 WITA

    Wakil Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono saat memberikan pemaparan perda terkait kepemudaan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong para pemuda di Kaltim untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    Dorongan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, dalam acara sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Balikpapan pada Minggu (30/6/2025).

    Menurut Sapto, pemuda Kaltim memiliki peran krusial dalam menjaga dan membangun daerahnya di masa depan. 

    Ia menegaskan bahwa pembangunan Kaltim harus diisi oleh putra-putri daerah yang memiliki kompetensi dan keahlian mumpuni.

    "Siapa sih yang mau menjaga Kaltim kalau bukan pemuda Kaltim? Peran serta pemuda sangat penting untuk mempersiapkan diri agar Kaltim ke depan bisa diisi oleh para pemuda Kaltim sendiri," ujar Sapto.

    Sapto juga menyoroti pentingnya penguasaan berbagai jenis keterampilan (skill) bagi pemuda. Ia menekankan bahwa tidak hanya skill khusus saja, tetapi pemuda harus memiliki berbagai kemampuan yang bisa menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada di Kaltim.

    Saat ini, banyak kebutuhan skill yang justru dipenuhi oleh tenaga kerja dari luar Kaltim. Sapto mewanti-wanti agar jangan sampai Kaltim kekurangan tenaga kerja terampil dari daerahnya sendiri.

    "Pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, wajib mempersiapkan ini. Jangan sampai nanti muncul kesan bahwa putra daerah tidak dilibatkan. Pemerintah harus hadir untuk menyiapkan skill yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun di masa depan," tegasnya.

    Ia menambahkan, peran pemuda dalam pembangunan Kaltim tidak boleh hanya sebatas slogan. Peran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

    "Oleh karena itu, peran pemuda dalam pembangunan Kaltim wajib hukumnya. Tetapi bukan hanya sebatas slogan, melainkan harus dibarengi dengan tambahan skill-skill yang dibutuhkan, baik saat ini maupun yang akan datang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    DPRD Kaltim Dorong Anak Muda Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Pembangunan IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2025 pukul 15:51 WITA

    Wakil Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono saat memberikan pemaparan perda terkait kepemudaan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong para pemuda di Kaltim untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). 

    Dorongan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, dalam acara sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Balikpapan pada Minggu (30/6/2025).

    Menurut Sapto, pemuda Kaltim memiliki peran krusial dalam menjaga dan membangun daerahnya di masa depan. 

    Ia menegaskan bahwa pembangunan Kaltim harus diisi oleh putra-putri daerah yang memiliki kompetensi dan keahlian mumpuni.

    "Siapa sih yang mau menjaga Kaltim kalau bukan pemuda Kaltim? Peran serta pemuda sangat penting untuk mempersiapkan diri agar Kaltim ke depan bisa diisi oleh para pemuda Kaltim sendiri," ujar Sapto.

    Sapto juga menyoroti pentingnya penguasaan berbagai jenis keterampilan (skill) bagi pemuda. Ia menekankan bahwa tidak hanya skill khusus saja, tetapi pemuda harus memiliki berbagai kemampuan yang bisa menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada di Kaltim.

    Saat ini, banyak kebutuhan skill yang justru dipenuhi oleh tenaga kerja dari luar Kaltim. Sapto mewanti-wanti agar jangan sampai Kaltim kekurangan tenaga kerja terampil dari daerahnya sendiri.

    "Pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, wajib mempersiapkan ini. Jangan sampai nanti muncul kesan bahwa putra daerah tidak dilibatkan. Pemerintah harus hadir untuk menyiapkan skill yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun di masa depan," tegasnya.

    Ia menambahkan, peran pemuda dalam pembangunan Kaltim tidak boleh hanya sebatas slogan. Peran tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

    "Oleh karena itu, peran pemuda dalam pembangunan Kaltim wajib hukumnya. Tetapi bukan hanya sebatas slogan, melainkan harus dibarengi dengan tambahan skill-skill yang dibutuhkan, baik saat ini maupun yang akan datang," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)