Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Tria/Seputarfakta)
Samarinda - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi menegaskan, ilmu pengetahuan saja tidak cukup sebagai bekal bagi pemuda untuk berkiprah di masa depan.
Menurutnya, etika dan adab harus menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda. "Ilmu pengetahuan memang penting, tetapi etika dan adab juga sangat diperlukan agar kualitas pemuda kita lebih baik," ujar Darlis, Jumat (8/11/2024).
Ia mengingatkan di tengah perkembangan era digital, ada kekhawatiran nilai-nilai adab dan etika semakin tergerus.
"Kita tidak ingin proses digitalisasi justru mengikis nilai-nilai adab, sehingga pemuda kita hanya unggul dari sisi keilmuan, tetapi lemah dari segi etika. Ilmu dan etika harus seimbang," jelasnya.
Darlis juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung pembinaan pemuda, tidak hanya dibebankan pada sekolah saja.
Di mana peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting. "Pembinaan pemuda adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus lebih berperan aktif, karena saat ini banyak peran yang seharusnya ada di rumah justru berkurang. Akibatnya, kualitas pemuda kita juga menurun," tuturnya.
Menurutnya, tantangan di era digital ini adalah memastikan bahwa etika dan ilmu berjalan beriringan. Dengan demikian, ia berharap pemuda Kaltim dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
"Kita ingin menyampaikan kepada orang tua dan masyarakat bahwa pembinaan pemuda adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah," tegasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Tria/Seputarfakta)
Samarinda - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi menegaskan, ilmu pengetahuan saja tidak cukup sebagai bekal bagi pemuda untuk berkiprah di masa depan.
Menurutnya, etika dan adab harus menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda. "Ilmu pengetahuan memang penting, tetapi etika dan adab juga sangat diperlukan agar kualitas pemuda kita lebih baik," ujar Darlis, Jumat (8/11/2024).
Ia mengingatkan di tengah perkembangan era digital, ada kekhawatiran nilai-nilai adab dan etika semakin tergerus.
"Kita tidak ingin proses digitalisasi justru mengikis nilai-nilai adab, sehingga pemuda kita hanya unggul dari sisi keilmuan, tetapi lemah dari segi etika. Ilmu dan etika harus seimbang," jelasnya.
Darlis juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung pembinaan pemuda, tidak hanya dibebankan pada sekolah saja.
Di mana peran orang tua dan masyarakat juga sangat penting. "Pembinaan pemuda adalah tanggung jawab bersama. Orang tua harus lebih berperan aktif, karena saat ini banyak peran yang seharusnya ada di rumah justru berkurang. Akibatnya, kualitas pemuda kita juga menurun," tuturnya.
Menurutnya, tantangan di era digital ini adalah memastikan bahwa etika dan ilmu berjalan beriringan. Dengan demikian, ia berharap pemuda Kaltim dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
"Kita ingin menyampaikan kepada orang tua dan masyarakat bahwa pembinaan pemuda adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah," tegasnya. (Adv)
(Sf/By)