DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Darlis Dorong Pemerataan Fasilitas Layanan Kesehatan di Kaltim

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2024 pukul 18:06 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim),  Darlis Pattalongi menyoroti masalah pemerataan fasilitas layanan kesehatan di Kaltim yang masih jauh dari ideal, terutama di wilayah pelosok seperti Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Barat. 

    Selain fasilitas yang kurang memadai, menurutnya kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, menjadi tantangan utama.  

    Darlis mendukung ide rekrutmen tenaga kesehatan baru untuk mengatasi kekurangan ini. Namun, ia menegaskan bahwa kesejahteraan tenaga kesehatan yang sudah ada harus menjadi prioritas utama sebelum menambah jumlah tenaga medis. 

    "Kita di DPRD pasti mendukung rekrutmen tenaga kesehatan secara profesional, asalkan kesejahteraan tenaga kesehatan yang ada saat ini sudah terjamin," ujar Darlis.  

    Menurutnya, rekrutmen tenaga medis harus dilakukan secara terencana dan seimbang. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada menambah kuantitas tenaga kesehatan tanpa memastikan kualitas hidup dan kinerja mereka. 

    “Kesejahteraan tenaga kesehatan adalah kunci agar pelayanan tetap optimal. Jika kesejahteraan mereka diabaikan, tambahan tenaga medis pun tidak akan efektif,” tambahnya.  

    Darlis juga menyoroti perlunya pemerataan tenaga kesehatan hingga ke pelosok. Saat ini, masyarakat di daerah terpencil sering kali harus bepergian ke kota untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan karena minimnya dokter spesialis di wilayah mereka.  

    Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, baik melalui rekrutmen tenaga baru maupun dengan memastikan tenaga kesehatan yang ada bekerja dalam kondisi yang mendukung. 

    Dengan langkah ini ia berharap mampu menjawab kesenjangan layanan kesehatan di Kaltim serta menciptakan sistem kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.

    "Ini bukan hanya soal jumlah, tapi juga bagaimana memberikan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas untuk semua masyarakat Kaltim," tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Darlis Dorong Pemerataan Fasilitas Layanan Kesehatan di Kaltim

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    22 November 2024 pukul 18:06 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim),  Darlis Pattalongi menyoroti masalah pemerataan fasilitas layanan kesehatan di Kaltim yang masih jauh dari ideal, terutama di wilayah pelosok seperti Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Barat. 

    Selain fasilitas yang kurang memadai, menurutnya kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, menjadi tantangan utama.  

    Darlis mendukung ide rekrutmen tenaga kesehatan baru untuk mengatasi kekurangan ini. Namun, ia menegaskan bahwa kesejahteraan tenaga kesehatan yang sudah ada harus menjadi prioritas utama sebelum menambah jumlah tenaga medis. 

    "Kita di DPRD pasti mendukung rekrutmen tenaga kesehatan secara profesional, asalkan kesejahteraan tenaga kesehatan yang ada saat ini sudah terjamin," ujar Darlis.  

    Menurutnya, rekrutmen tenaga medis harus dilakukan secara terencana dan seimbang. Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada menambah kuantitas tenaga kesehatan tanpa memastikan kualitas hidup dan kinerja mereka. 

    “Kesejahteraan tenaga kesehatan adalah kunci agar pelayanan tetap optimal. Jika kesejahteraan mereka diabaikan, tambahan tenaga medis pun tidak akan efektif,” tambahnya.  

    Darlis juga menyoroti perlunya pemerataan tenaga kesehatan hingga ke pelosok. Saat ini, masyarakat di daerah terpencil sering kali harus bepergian ke kota untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan karena minimnya dokter spesialis di wilayah mereka.  

    Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, baik melalui rekrutmen tenaga baru maupun dengan memastikan tenaga kesehatan yang ada bekerja dalam kondisi yang mendukung. 

    Dengan langkah ini ia berharap mampu menjawab kesenjangan layanan kesehatan di Kaltim serta menciptakan sistem kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.

    "Ini bukan hanya soal jumlah, tapi juga bagaimana memberikan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas untuk semua masyarakat Kaltim," tegasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)