DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Anggota DPRD Kaltim Ini Usulkan Insentif Khusus untuk Tenaga Medis di Pelosok Daerah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 16:40 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Instagram Darlis/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Darlis Pattalongi, menilai tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan mereka yang bekerja di perkotaan. Ketimpangan layanan kesehatan di Kaltim ini menurutnya harus menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah pelosok. 

    Ia menyoroti ketidakseimbangan kualitas layanan kesehatan antara daerah perkotaan, seperti Samarinda dan Balikpapan, dengan wilayah pelosok seperti Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Barat. Menurutnya, perlu ada kebijakan yang memberikan perhatian lebih kepada tenaga kesehatan di pelosok, terutama dalam bentuk insentif atau tunjangan khusus.  

    “Di Samarinda saja kita masih menghadapi kekurangan layanan kesehatan, apalagi di Mahulu atau pedalaman Berau. Tenaga kesehatan di pelosok perlu mendapatkan insentif tambahan, karena tantangan yang mereka hadapi lebih besar dibandingkan yang bekerja di kota,” kata Darlis.  


    Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, tunjangan tenaga kesehatan di daerah pelosok atau pedalaman tidak bisa disamakan dengan yang berada di perkotaan. Insentif khusus diperlukan untuk mendorong tenaga medis agar mau bertugas di daerah terpencil, di mana fasilitas kesehatan masih minim.  

    Ia memandang, jika tunjangan sudah sesuai, maka selanjutnya bisa fokus menyelesaikan masalah lain, seperti rekrutmen dokter, peningkatan kualitas layanan, dan penambahan fasilitas kesehatan di tiap-tiap daerah. 

    “Dokter dan tenaga medis memang terikat dengan sumpah profesi, tetapi kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan,” tambahnya.  

    Ketimpangan layanan kesehatan ini menurutnya menunjukkan perlunya perhatian serius dari semua pihak untuk memastikan seluruh masyarakat Kaltim, baik di kota maupun pelosok, mendapatkan akses kesehatan yang layak dan merata. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan di pelosok. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Anggota DPRD Kaltim Ini Usulkan Insentif Khusus untuk Tenaga Medis di Pelosok Daerah

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 16:40 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. (Foto: Instagram Darlis/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Darlis Pattalongi, menilai tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan mereka yang bekerja di perkotaan. Ketimpangan layanan kesehatan di Kaltim ini menurutnya harus menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah pelosok. 

    Ia menyoroti ketidakseimbangan kualitas layanan kesehatan antara daerah perkotaan, seperti Samarinda dan Balikpapan, dengan wilayah pelosok seperti Mahakam Ulu, Berau, dan Kutai Barat. Menurutnya, perlu ada kebijakan yang memberikan perhatian lebih kepada tenaga kesehatan di pelosok, terutama dalam bentuk insentif atau tunjangan khusus.  

    “Di Samarinda saja kita masih menghadapi kekurangan layanan kesehatan, apalagi di Mahulu atau pedalaman Berau. Tenaga kesehatan di pelosok perlu mendapatkan insentif tambahan, karena tantangan yang mereka hadapi lebih besar dibandingkan yang bekerja di kota,” kata Darlis.  


    Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, tunjangan tenaga kesehatan di daerah pelosok atau pedalaman tidak bisa disamakan dengan yang berada di perkotaan. Insentif khusus diperlukan untuk mendorong tenaga medis agar mau bertugas di daerah terpencil, di mana fasilitas kesehatan masih minim.  

    Ia memandang, jika tunjangan sudah sesuai, maka selanjutnya bisa fokus menyelesaikan masalah lain, seperti rekrutmen dokter, peningkatan kualitas layanan, dan penambahan fasilitas kesehatan di tiap-tiap daerah. 

    “Dokter dan tenaga medis memang terikat dengan sumpah profesi, tetapi kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan,” tambahnya.  

    Ketimpangan layanan kesehatan ini menurutnya menunjukkan perlunya perhatian serius dari semua pihak untuk memastikan seluruh masyarakat Kaltim, baik di kota maupun pelosok, mendapatkan akses kesehatan yang layak dan merata. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan di pelosok. (Adv)

    (Sf/Rs)