DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Andi Satya Adi Saputra Soroti Nasib Guru Honorer di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 November 2024 pukul 19:01 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, memberikan penghormatan kepada para guru. Namun, di sisi lain, ia menyoroti nasib guru honorer yang terancam dengan kebijakan penghapusan tenaga honorer.

    Andi menilai ini menjadi tantangan besar untuk para guru honorer di Kaltim, dengan rencana penghapusan tenaga honorer pada 2025 akan berdampak pada ribuan guru.

    "Kebijakan ini perlu dikaji mendalam. Banyak guru di Kaltim yang masih berstatus honorer. Jika tidak ada solusi, dampaknya akan sangat signifikan bagi pendidikan di Kaltim," jelasnya.

    Andi mengusulkan agar pemerintah membuka peluang bagi guru honorer untuk beralih status menjadi ASN atau P3K. "Kita harus menyelamatkan para guru honorer ini. Pemerintah pusat perlu memastikan ada mekanisme transisi yang adil," tegasnya.

    Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. "Tunjangan guru harus ditingkatkan. Guru adalah garda terdepan pendidikan," tegasnya.

    Andi berharap momentum Hari Guru Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya peran guru. Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi masa depan para guru, khususnya di Kalimantan Timur.

    "Dengan kebijakan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan nasib para guru honorer, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan di Kaltim tetap terjaga," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Andi Satya Adi Saputra Soroti Nasib Guru Honorer di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 November 2024 pukul 19:01 WITA

    Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2024, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, memberikan penghormatan kepada para guru. Namun, di sisi lain, ia menyoroti nasib guru honorer yang terancam dengan kebijakan penghapusan tenaga honorer.

    Andi menilai ini menjadi tantangan besar untuk para guru honorer di Kaltim, dengan rencana penghapusan tenaga honorer pada 2025 akan berdampak pada ribuan guru.

    "Kebijakan ini perlu dikaji mendalam. Banyak guru di Kaltim yang masih berstatus honorer. Jika tidak ada solusi, dampaknya akan sangat signifikan bagi pendidikan di Kaltim," jelasnya.

    Andi mengusulkan agar pemerintah membuka peluang bagi guru honorer untuk beralih status menjadi ASN atau P3K. "Kita harus menyelamatkan para guru honorer ini. Pemerintah pusat perlu memastikan ada mekanisme transisi yang adil," tegasnya.

    Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. "Tunjangan guru harus ditingkatkan. Guru adalah garda terdepan pendidikan," tegasnya.

    Andi berharap momentum Hari Guru Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya peran guru. Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi masa depan para guru, khususnya di Kalimantan Timur.

    "Dengan kebijakan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan nasib para guru honorer, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan di Kaltim tetap terjaga," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)