DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Andi Satya Adi Saputra Serap Aspirasi Masyarakat Samarinda Seberang, Pendidikan Jadi Sorotan Utama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 November 2024 pukul 14:40 WITA

    Resap aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: HO-Dokumentasi Probadi/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses masa persidangan satu tahun 2024. Politisi Partai Golkar ini memulai kegiatannya di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Samarinda, tepatnya di Kecamatan Samarinda Seberang pada Kamis (31/10/2024).

    Selama reses, Andi Satya mengunjungi beberapa kelurahan seperti Rapak Dalam, Baqa, dan Mangkupalas. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menerima banyak masukan dari masyarakat, terutama terkait permasalahan pendidikan.

    "Salah satu masalah utama yang sering disampaikan warga adalah keterbatasan akses ke Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri," ungkap Andi Satya. 

    Ia menjelaskan bahwa sistem zonasi yang diterapkan saat ini membuat banyak siswa di Samarinda Seberang kesulitan mendapatkan tempat di SMA negeri. "Sementara itu, untuk masuk ke sekolah swasta, banyak warga yang terkendala masalah biaya," tambahnya.

    Andi Satya menyoroti amanat Undang-Undang tentang wajib belajar 12 tahun yang akan ditingkatkan menjadi 13 tahun oleh pemerintah. "Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai bagi seluruh anak Indonesia," tegasnya.

    Ia menilai bahwa permasalahan akses pendidikan di Samarinda Seberang menjadi tantangan dalam implementasi kebijakan tersebut. "Kami di DPRD berkomitmen untuk mengawal agar kebijakan ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan," tegasnya.

    Andi Satya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Samarinda Seberang. Beberapa solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan antara lain penambahan kuota siswa di SMA negeri, peningkatan kualitas sekolah swasta dan penyediaan sekolah gratis.

    "Saya akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada pemerintah dan akan terus mengawal agar solusi yang tepat dapat segera ditemukan," pungkas Andi Satya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    DPRD Provinsi Kalimantan Timur

    Andi Satya Adi Saputra Serap Aspirasi Masyarakat Samarinda Seberang, Pendidikan Jadi Sorotan Utama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 November 2024 pukul 14:40 WITA

    Resap aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: HO-Dokumentasi Probadi/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses masa persidangan satu tahun 2024. Politisi Partai Golkar ini memulai kegiatannya di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Samarinda, tepatnya di Kecamatan Samarinda Seberang pada Kamis (31/10/2024).

    Selama reses, Andi Satya mengunjungi beberapa kelurahan seperti Rapak Dalam, Baqa, dan Mangkupalas. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menerima banyak masukan dari masyarakat, terutama terkait permasalahan pendidikan.

    "Salah satu masalah utama yang sering disampaikan warga adalah keterbatasan akses ke Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri," ungkap Andi Satya. 

    Ia menjelaskan bahwa sistem zonasi yang diterapkan saat ini membuat banyak siswa di Samarinda Seberang kesulitan mendapatkan tempat di SMA negeri. "Sementara itu, untuk masuk ke sekolah swasta, banyak warga yang terkendala masalah biaya," tambahnya.

    Andi Satya menyoroti amanat Undang-Undang tentang wajib belajar 12 tahun yang akan ditingkatkan menjadi 13 tahun oleh pemerintah. "Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai bagi seluruh anak Indonesia," tegasnya.

    Ia menilai bahwa permasalahan akses pendidikan di Samarinda Seberang menjadi tantangan dalam implementasi kebijakan tersebut. "Kami di DPRD berkomitmen untuk mengawal agar kebijakan ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan," tegasnya.

    Andi Satya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Samarinda Seberang. Beberapa solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan antara lain penambahan kuota siswa di SMA negeri, peningkatan kualitas sekolah swasta dan penyediaan sekolah gratis.

    "Saya akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada pemerintah dan akan terus mengawal agar solusi yang tepat dapat segera ditemukan," pungkas Andi Satya. (Adv)

    (Sf/Rs)