Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Anggota DPRD Kaltim Ely Hartati (istimewa).
Samarinda - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diharapkan bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kaltim. Untuk itu,
sebagai daerah eksisting terdekat dengan lokasi IKN, kabupaten/kota di Kaltim, diharapkan mampu mengambil peluang yang tercipta dari pemindahan pusat pemerintahan Indonesia ini.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk pangan.
“Menghadapi tantangan baru Kaltim sebagai penyangga IKN, tentu banyak sektor yang perlu diperhatikan, salah satunya kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Ely.
Dikatakannya, saat ini kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung pada luar daerah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa.
Hanya saja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini menjadi penyangga kebutuhan pangan untuk kota Balikpapan, hal tersebut harus diakui karena sayur mayur produk Kukar memiliki kualitas baik.
“Kukar seharusnya bisa menyiapkan untuk proses pangan Kaltim, begitu juga dengan daerah lain yang memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan,” tukasnya.
Kemudian ada Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar) memiliki hasil perkebunan yang berkualitas sehingga perlu dikembangkan melalui bantuan pemerintah.
“Potensi daerah harus bisa dilihat dan dikembangkan pemerintah agar kesiapan Kaltim menyambut IKN tidak terhambat dengan kebutuhan pangan,” tandasnya.
(Adv/Sf/Rs/Dprdkaltim)
Cari disini...
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Anggota DPRD Kaltim Ely Hartati (istimewa).
Samarinda - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) diharapkan bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Kaltim. Untuk itu,
sebagai daerah eksisting terdekat dengan lokasi IKN, kabupaten/kota di Kaltim, diharapkan mampu mengambil peluang yang tercipta dari pemindahan pusat pemerintahan Indonesia ini.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk pangan.
“Menghadapi tantangan baru Kaltim sebagai penyangga IKN, tentu banyak sektor yang perlu diperhatikan, salah satunya kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Ely.
Dikatakannya, saat ini kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung pada luar daerah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa.
Hanya saja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini menjadi penyangga kebutuhan pangan untuk kota Balikpapan, hal tersebut harus diakui karena sayur mayur produk Kukar memiliki kualitas baik.
“Kukar seharusnya bisa menyiapkan untuk proses pangan Kaltim, begitu juga dengan daerah lain yang memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan,” tukasnya.
Kemudian ada Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar) memiliki hasil perkebunan yang berkualitas sehingga perlu dikembangkan melalui bantuan pemerintah.
“Potensi daerah harus bisa dilihat dan dikembangkan pemerintah agar kesiapan Kaltim menyambut IKN tidak terhambat dengan kebutuhan pangan,” tandasnya.
(Adv/Sf/Rs/Dprdkaltim)