DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Minat Generasi Muda yang Enggan jadi Guru

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 18:48 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti fenomena menurunnya minat generasi muda terhadap profesi sebagai guru. 

    Menurutnya hal ini disebabkan oleh perbedaan yang signifikan antara gaji yang diterima dengan tanggung jawab yang besar yang melekat pada pekerjaan tersebut.

    “Saat ini, generasi muda cenderung tertarik pada pekerjaan lain, seperti konten kreator atau youtuber, karena dianggap memiliki potensi penghasilan yang lebih besar,” ungkap Sani, Kamis (9/5/2024).

    Legislator Partai Keadilan Kesejahteraan Sosial (PKS) ini berpendapat, generasi sekarang cenderung beralih ke profesi lain yang menjanjikan penghasilan lebih tinggi, seperti menjadi konten kreator atau YouTuber. 

    Dengan banyaknya pilihan profesi yang tersedia saat ini, generasi muda lebih tertarik pada pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan secara finansial dan terlihat lebih ringan dalam hal beban kerja. Sani berharap dengan adanya fenomena ini tidak berkelanjutan hingga berimbas pada kurangnya guru.

    "Diperlukan upaya konkret dari pemerintah untuk meningkatkan daya tarik profesi guru agar tetap diminati oleh generasi muda agar tidak mengalami kekurangan guru di masa depan." tambahnya. (Adv) 

    (Sf/Rs)

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kota Samarinda

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Minat Generasi Muda yang Enggan jadi Guru

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 18:48 WITA

    Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti fenomena menurunnya minat generasi muda terhadap profesi sebagai guru. 

    Menurutnya hal ini disebabkan oleh perbedaan yang signifikan antara gaji yang diterima dengan tanggung jawab yang besar yang melekat pada pekerjaan tersebut.

    “Saat ini, generasi muda cenderung tertarik pada pekerjaan lain, seperti konten kreator atau youtuber, karena dianggap memiliki potensi penghasilan yang lebih besar,” ungkap Sani, Kamis (9/5/2024).

    Legislator Partai Keadilan Kesejahteraan Sosial (PKS) ini berpendapat, generasi sekarang cenderung beralih ke profesi lain yang menjanjikan penghasilan lebih tinggi, seperti menjadi konten kreator atau YouTuber. 

    Dengan banyaknya pilihan profesi yang tersedia saat ini, generasi muda lebih tertarik pada pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan secara finansial dan terlihat lebih ringan dalam hal beban kerja. Sani berharap dengan adanya fenomena ini tidak berkelanjutan hingga berimbas pada kurangnya guru.

    "Diperlukan upaya konkret dari pemerintah untuk meningkatkan daya tarik profesi guru agar tetap diminati oleh generasi muda agar tidak mengalami kekurangan guru di masa depan." tambahnya. (Adv) 

    (Sf/Rs)