Cari disini...

DPRD Kota Samarinda
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyuarakan pandangannya mengenai penerapan kurikulum pendidikan saat ini.
Menurutnya, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, dan tidak sepatutnya ada penilaian yang menyatakan bahwa satu kurikulum itu secara mutlak buruk.
"Saya adalah produk dari kurikulum yang lama, dan meskipun demikian, saya menyadari bahwa setiap kurikulum pasti memiliki plus dan minusnya. Bahkan kurikulum yang dianggap buruk pun pasti memiliki aspek positifnya," ungkap Sani, Senin (18/3/2024).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyoroti bahwa kurikulum saat ini seringkali membuat guru terbebani dengan tugas administratif yang berlebihan, sehingga mengurangi waktu yang seharusnya mereka habiskan untuk mengajar. Hal ini dapat menyebabkan stres bagi para pendidik.
"Dalam hal ini, saya tidak ingin terlalu memfokuskan diri pada perdebatan mengenai kurikulum. Yang lebih penting adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru," tegasnya.
Menurut Sani, kesejahteraan dan kompetensi guru merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Semakin terampil seorang guru, maka semakin baik pula kemampuan murid-muridnya dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
"Belum ada kurikulum yang secara langsung dapat menjamin peningkatan kesejahteraan guru sambil membuat murid menjadi lebih terampil. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam hal ini," paparnya.
Sani mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi yang terbaik. Keberhasilan pendidikan tidak hanya tergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kualitas guru dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.
"Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, saya yakin kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik untuk masa depan generasi kita," pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)
Cari disini...

DPRD Kota Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyuarakan pandangannya mengenai penerapan kurikulum pendidikan saat ini.
Menurutnya, setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, dan tidak sepatutnya ada penilaian yang menyatakan bahwa satu kurikulum itu secara mutlak buruk.
"Saya adalah produk dari kurikulum yang lama, dan meskipun demikian, saya menyadari bahwa setiap kurikulum pasti memiliki plus dan minusnya. Bahkan kurikulum yang dianggap buruk pun pasti memiliki aspek positifnya," ungkap Sani, Senin (18/3/2024).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyoroti bahwa kurikulum saat ini seringkali membuat guru terbebani dengan tugas administratif yang berlebihan, sehingga mengurangi waktu yang seharusnya mereka habiskan untuk mengajar. Hal ini dapat menyebabkan stres bagi para pendidik.
"Dalam hal ini, saya tidak ingin terlalu memfokuskan diri pada perdebatan mengenai kurikulum. Yang lebih penting adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru," tegasnya.
Menurut Sani, kesejahteraan dan kompetensi guru merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Semakin terampil seorang guru, maka semakin baik pula kemampuan murid-muridnya dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
"Belum ada kurikulum yang secara langsung dapat menjamin peningkatan kesejahteraan guru sambil membuat murid menjadi lebih terampil. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam hal ini," paparnya.
Sani mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi yang terbaik. Keberhasilan pendidikan tidak hanya tergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kualitas guru dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan.
"Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, saya yakin kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik untuk masa depan generasi kita," pungkasnya.
(Adv/Sf/Rs)